Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Pendidikan Islam Sebagai Penangkal Isu Sara

Duka Nduga, Duka Pembangunan Indonesia

Selasa, 4 Desember 2018 Indonesia mendapat kabar tentang penembakan pekerja PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan. Beberapa sumber mengatakan 31 pekerja gugur dibunuh,...

Jaga Terus Daya Tahan, Grace… (Untuk Grace Natalie yang Berulang tahun ke-35 hari Ini)

Politik itu soal daya tahan. Ada yang tetap melanjutkan perjuangan, ada yang binasa perlahan karena keserakahan, penyalahgunaan jabatan dan korupsi yang berakhir di tahanan....

‘People Power’ Sehat untuk Demokrasi?

Setelah Prof Amien Rais mengancam 'Poeple Power' (31 Maret 2019) jika Pemilu 2019 dilakukan secara curang dan KPU tidak jujur dan adil. Mendadak kata ini...

Masa Depan Program BBM Satu Harga

Masa Depan Program BBM Satu HargaKabar mengenai kerugian Pertamina sebesar Rp 12 Triliun pada semester pertama Tahun 2017 ini menimbulkan pertanyaan: bagaimanakah kelanjutan program...
munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan

Sara adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan Sara. Tindakan ini mengebiri dan melecehkan. 

Pondok pesantren diakui sebagai salah satu pilar pendidikan Indonesia dengan ciri yang khusus dan kuat, budaya dan jiwa mereka seakan menyatu dengan negeri sehingga dalam perebutan kemerdekaan bangsa ini tidak bisa lepas dari pejuang yang dipelopori oleh kyai dan santri demi membela negeri. Keyakinan terhadap pembelaan negeri dianggap lebih dari doktrin, tapi sebuah amaliyah yang harus dilaksanakan sehingga menampis rasa keraguan yang ada.

Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar umat muslim di dunia. Data sensus penduduk pada tahun 2010 menunjukkan 87,18% atau 207 juta jiwa dari total 238 juta jiwa penduduk beragama islam. Hal ini tidak lantas membuat umat islam yang dominan berlaku semena-mena karena kekuatan jumlah massa yang ada, namun justru nilai-nilai keislaman nusantara ini memberikan warna dan mengilhami latar belakang berdirinya negeri ini, dimulai dari beberapa simbul dan falsafah kenegaraan yang memakai identitas keagamaan dengan pemaknaan yang lebih majemuk.

Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawaiyah juga Aliyah bisa dikatakan sebagai pengembangan dari pesantren agar para santri tidak hanya bisa baca kita kuning saja melainkan agar mampu sejajar dan seimbang dalam penguasaan ilmu umum dan sains lainnya, perkembangan madrasah ini juga massif dan beraneka; mulai yang masih mempertahankan model salafi (Tradisional atau kuno) hingga yang sudah inklud dengan manajemen internasional seperti ICP dan sebagainya.

Permasalahan yang dihadapi bangsa ini adalah disparitas pendidikan, yakni kesesuaian antara apa yang dipelajari di kelas dengan praktik dikehidupan nyata. Kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal meski dibandingkan dengan Negara-negara yang lebih miskin sekalipun. Hal ini juga di kuatkan dengan membludaknya jumlah angkatan kerja yang didominasi lulusan SLTA. Lantas hal apakah yang masih kita banggakan ?

Fakta-fakta diatas tak bisa kita pungkiri sebagai gambaran bagaimana kondisi rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, meski dalam ajang olimpiade pendidikan dan keagamaan ada beberapa prestasi bergengsi yang diraih, namun itu akan terlihat kecil jika dibandingkan dengan usia bangsa kita, apalagi jika dilihat dari jumlah populasi penduduk yang ada. Keadaan ini jelas juga akan berdampak pada pola pikir dalam menfilter sumber informasi dan berita yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan hanya untuk mencari pembenaran sementara dengan pencitraan serta rekayasa. Potensi mudahnya dipengaruhi ini, menciptakan para komunitas atau kelompok penyedia jasa ujaran kebencian untuk sang lawan atau pencitraan positif bagi yang memesan seperti kita lihat dewasa ini diberbagai media Indonesia.

Indonesia termasuk Negara berkembang, meski telah berada di era modernisasi, isu Sara kini muncul lagi di nusantara, dan berdampak sangat signifikan dalam mencuci otak masyarakat untuk kepentingan kelompok tertentu, seakan menjadi sebuah senjata rahasia pencuci otak massal yang efektif menggiring opini publik. Tentunya ini menjadi keprihatinan kita semua sebagai umat islam terbesar di dunia, dan sangat berbahaya bila digunakan untuk melemahkan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Amerika adalah Negara maju yang sangat dihormati Negara-negara lainnya karena kekuasaanya, bahkan dikatakan sebagai pijakan perkembangan demokrasi dunia, dengan berbagai keunggulan dan sumber dayanya, meletakkan Amerika di atas Indonesia dari rangking pendidikan dunia. Hal yang cukup mengherankan adalah saat kemenangan presiden terpilih Donald Trump pada pemilu lalu adalah soal isu Sara yang diusung pada masa kampanye, logika dunia seakan terbalik bahwa tidak ada satu system yang benar-benar demokrasi meski lahir di negeri sendiri, bahkan tingkat kualitas pendidikan juga masih belum mampu mengahalau gempuran isu yang berjalan.

Maka, untuk mengatasi perkembangan isu itu, pendidikan Islam punya solusi jitu yakni dengan melaksanakan prinsip asas pendidikan islam bersandarkan ajaran yang melibatkan aspek pembangunan akidah, yaitu sesuatu yang tidak boleh dikompromikan. Ia merupakan satu arahan yang perlu dipatuhi tanpa alasan dan diterima tanpa syak (kemamangan) dan waham (keyakinan sesorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah) pada setiap zaman dan dalam keadaan apapun.

Langkah agar wawasan pendidikan islam bisa terealisasi dengan baik dalam praktiknya, maka setiap stokeholder harus memperhatikan dan berupaya melaksanakan beberapa hal dibawah ini :

  •  Memastikan ilmu pengetahuan yang diperoleh digabungkan dengan aspek pertanggungjawaban dan amanah.
  • Mendidik masyarakat supaya menyeimbangkan antara tuntutan keduniaan dan kerohanian secara serentak dan seimbang.
  • Memastikan ilmu yang diajar bermanfaat kepada pembangunan dan tranformasi umat serta masyarakat
  • Senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan sesuai dengan keperluan manusia
  • Mengambil faedah setiap ilmu yang diajar dan mendorong manusia untuk melakukan amal.

Negara yang damai, aman dan sejahtera menjadi tujuan setiap bangsa, ditengah perkembangan pendidikan dan teknologi diharapkan akan mampu mengurai krisis antar suku, adat, ras, dan agama  pada masyarakat atau golongan, namun hal ini tampaknya tak sejalan dengan kemajuan pendidikan dan teknologi, maka sebagai suatu jalan menuju kearah perbaikan itu, kesadaran melaksnakan aturan dan nilai-nilai agama yang baik (Islamic compliance) menjadi penentu atas semua persoalan yang ada yang dijalankan semua elemen masyarakat, tentunya kita mulai dari diri sendiri.

munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke...

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.