Minggu, Oktober 25, 2020

Pencemaran Nama Baik

Menanti Kabinet Jokowi Jilid Dua

Menjadi fakta bahwa dukungan berbagai partai politik kepada Joko Widodo pada Pilpres 2019 lalu lebih besar dibandingkan rivalnya. Itu terbukti dari porsi koalisi yang...

Ide Menulis Mentok, Tetap Paksa Menulis

“Ide mentok” begitulah keluhan yang sering saya dengar dari para penulis pemula. Biasanya, kata-kata tersebut akan terus didengungkan olehnya. Yang pasti, implikasinya ialah akan...

Menjadi Pembaca Pintar Masa Kini

Dalam salah satu Bab pada bukunya yang berjudul Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi (1991), Kuntowijoyo memaparkan tentang Serat Cebolek, sebuah dokumen yang ditulis pada...

Formalisasi Hukum Agama

Proses panjang Pilkada DKI yang menyita perhatian publik  telah selesai dilaksanakan, dan kini DKI telah mempunyai Gubernur baru. Namun  demikian ekses dari pilkada DKI...
Okky Vika Pratama
Mahasiswa Bina Nusantara Nim: 2201797973 Tempat tanggal lahir: Banjarmasin 1 Januari 2000 Alamat: Jl. A yani km 7,5 komp bunyamin residence kota banjarmasin

Di zaman sekarang, hampir semua orang menggunakan internet, salah satunya menggunakan internet untuk bersosial media, seperti instagram, line, whatsapp. Sebagai pengguna sosial media, tentunya kita harus berhati hati. Masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara yang baik dalam menggunakan sosial media, seringkali sosial media disalah gunakan

Salah satunya, sekarang di sosial media orang-orang gemar sekali mengomentari orang lain dengan cara mengejek, yang bahkan mereka tidak kenal sama sekali dengan orang yang di ejek, atau bahkan artis bisa jadi bahan bully-an oleh netizen. Perbuatan itu dapat dikatakan sebagai pencemaran nama baik

Pencemaran nama baik sendiri adalah suatu perbuatan untuk menyerang nama baik atau kehormatan seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal agar di ketahui secara umum. Kasus pencemaran nama baik ini tidak dapat di sepelekan karena dapat merugikan orang lain.

Pencemaran nama baik sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan melalui internet saja, pencemaran nama baik juga dapat di lakukan secara langsung, yang pasti harus bisa di kategorikan sebagai penghinaan dan di perluas di muka umum.

Pencemaran nama baik merupakan salah satu delik aduan, yang artinya pihak kepolisian hanya bisa memproses jika ada pengaduan dari korban, jadi tanpa adanya pengaduan maka pihak kepolisian tidak bisa melakukan penyidikkan

Pencemaran nama baik ini di atur di dalam undang undang, yaitu Pasal 310 KUH Pidana, yang berbunyi : (1) Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-“. (2).

Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukan pada umum atau ditempelkan, maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-.

Pasal 311 KUHP, yang berbunyi “Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”

Dan Pasal 315 KUHP, yang berbunyi “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Selain dalam KUHP, diatur juga dalam UUITE pasal 27 ayat (3), pasal 36, pasal 45 dan pasal 51 ayat (2)

Okky Vika Pratama
Mahasiswa Bina Nusantara Nim: 2201797973 Tempat tanggal lahir: Banjarmasin 1 Januari 2000 Alamat: Jl. A yani km 7,5 komp bunyamin residence kota banjarmasin
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.