OUR NETWORK

Penabur Hoaks Ketakutan, Benarkah Ratna Sarumpaet Terancam?

Saking takutnya, Amien Rais dengan suara gemetar di hadapan publik mengancam akan membongkar kasus korupsi yang sudah lama mengendap di KPK

Nyanyian hoaks Ratna Sarumpaet sungguh membuat sejumlah tokoh nasional dan elit politik di negeri ini benar-benar mengalami rasa takut yang luar biasa. Contohnya politisi gaek sekelas Amien Rais yang dikenal selalu berapi-api dalam membuat pernyataan nyeleneh, tampak sangat takut dan gagap ketika mendapat surat panggilan Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saking takutnya, Amien Rais dengan suara gemetar di hadapan publik mengancam akan membongkar kasus korupsi yang sudah lama mengendap di KPK, sekaligus meminta Presiden Jokowi untuk segera mencopot Kapolri Jendral Tito Karnavian. Sayangnya, ancaman Amien Rais ini tidak disertai data dan fakta akurat. Walhasil, gertakan Amien Rais ‘dicuekin’ dan langsung menguap.

Di sisi lain, saat ini sederet oknum yang diduga turut andil menabur hoaks juga mengalami ketakutan yang sama dengan Amien Rais. Mereka itu diantaranya Fadli Zon, Fahri Hamzah, Mardani Ali Sera, Dahnil Anzar Simanjuntak, Inggrid Kansil, Rachel Maryam, Said Iqbal, Prabowo Subianto, Rizal Ramli, Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Sandiaga Uno, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, Plt Kepala Dinas Pariwisata DKI, Asiantoro, dokter Sidik Setiamihardja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Hanum Salsabiela Rais dan sejumlah nama lain yang sudah ter-listing oleh Polri.

Korban Hoaks Berjamaah

Dahsyatnya kasus hoaks Ratna Sarumpaet menjadi momentum penting bagi sejumlah kalangan elit politik di kubu pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka meminta Polri untuk segera menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

Bukan hal yang mustahil nama-nama yang disebutkan di atas, diduga kuat ikut terlibat dalam persekongkolan hoaks Ratna Sarumpaet. Pastinya, mereka semakin kalang kabut, ketika media massa mainstream dan sosial media terus-menerus memberitakan skandal kebohongan publik Ratna Sarumpaet.

Untuk menyelamatkan diri dari tekanan publik yang bertubi-tubi dan berusaha ‘mati-matian’ menghindari panggilan polisi, mereka pun kompak secara sistematis melakukan pembelaan diri secara berjamaah dengan mengatakan bahwa mereka justru menjadi korban hoaks Ratna Sarumpaet. Benarkah? Jawaban ini hanya polisi yang tahu.

Lantas, sekarang ini bagaimana situasi dan kondisi ‘si ratu’ hoaks Ratna Sarumpaet di tahanan Polda Metro Jaya? Jika dilihat dari kacamata politik, kasus ini tampaknya sangat terkait erat dengan momen pilpres 2019 mendatang. Dari hari ke hari, nama-nama yang disebutkan di atas, terus bergulir bagaikan bola salju yang semakin membesar dan pada akhirnya akan berujung menuju aktor intelektualnya.

Melihat situasi yang sangat krusial ini, Polri tak mau mengambil risiko tinggi. Polri pasti sudah melakukan pengawasan dan penjagaan ekstra ketat terhadap para tamu yang mengunjungi Ratna Sarumpaet, sekaligus memantau kesehatan aktivis wanita yang sudah berusia uzur ini.

Nyawa Ratna Terancam

Mungkinkah nyawa Ratna Sarumpaet terancam? Spekulasi politik bernada ‘warning’ inipun mulai berkembang di tengah-tengah masyarakat. Kemungkinan terancamnya nyawa Ratna Sarumpaet bisa saja terjadi, karena Ratna merupakan pelakon utama dalam drama hoaks yang dipentaskan di tahun politik.

Anda tentu masih ingat kasus tewasnya aktivis HAM Munir, aktivis buruh wanita Marsinah, dan sejumlah aktivis politik yang hilang tanpa jejak di era Orde Baru. Bukan tidak mungkin, gerombolan penabur hoaks akan melakukan cara dan pola yang sama dengan Orde Baru untuk ‘menghabisi’ nyawa Ratna Sarumpaet. Mereka takut perannya dalam drama hoaks kolosal terbongkar, berdasarkan dari keterangan atau informasi yang dibocorkan Ratna Sarumpaet kepada pihak Polri.

Adapun langkah pertama yang dilakukan gerombolan yang diduga kuat menabur hoaks ini ialah mereka secara beramai-ramai membantah dituding sebagai oknum atau kelompok yang ikut berkonspirasi dengan Ratna Sarumpaet. Bahkan, Ada salah satu oknum politisi menuduh bahwa Ratna adalah oknum penyusup di Badan Pemenangan Nasional di kubu Prabowo-Sandi. Lagi-lagi bantahan ini tidak disertai fakta dan data yang valid, sehingga Polri dengan tegas mengabaikan semua bantahan itu.

Untuk mengantisipasi adanya isu ancaman terhadap nyawa Ratna Sarumpaet, pihak Polri pasti tidak hanya sebatas melakukan pengawasan ekstra ketat saja. Tampaknya,Polri akan secepatnya memanggil saksi-saksi yang diduga ikut terlibat. Bila mereka yang dipanggil sebagai saksi itu terbukti terlibat, maka polri akan segera menangkapnya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Dalam kasus ini, Polri memang harus bertindak cepat dan tidak perlu takut terhadap tekanan massa, seperti ketika Amien Rais memenuhi panggilan polisi. Percayalah, publik terus mengikuti kasus ini dan mendukung Polri agar perjalanan pilpres di tahun 2019 mendatang, bisa membuat rakyat merasa lebih aman, nyaman, dan tentram. Semoga.

Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

TINGGALKAN KOMENTAR

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.