Sabtu, Januari 16, 2021

Pemimpin yang Memimpin

Perubahan Iklim, Kolonisasi Mars, dan Hikmah Berpuasa

Ramadan selalu datang dan pergi setiap tahun. Iklim juga terus menerus berubah. Lantas hikmah apa yang bisa kita pelajari dari puasa sebulan penuh di...

Setelah Nonton Film Sexy Killer, Haruskah Golput?

Sexy Killers adalah sebuah film dokumenter yang sedang banyak diputar di beberapa kota di Indonesia. Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan digarap bersama...

Mencari Tokoh Transformatif, Refleksi Pemikiran dan Gerakan IMM

Normalisasi kehidupan kampus, masifnya budaya hedonis, matinya nalar kritis dan hilangnya budaya dialektika reflektif merupakan kegelisahan tersendiri bagi penulis. Hal itu lantaran, menurut penulis,...

Rekonsiliasi ’65: Dimulai dari Diri Sendiri

Pertama kali saya bertemu Momo, begitu beliau biasa disapa, pada akhir tahun lalu di acara pameran bertajuk Street Dealin. Perhelatan tahunan yang diadakan Garduhouse,...
dhany wahab
Penulis; Komisioner KPU Kabupaten Bekasi

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara terkenal dengan filosofinya; Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang artinya Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan.

Falsafah pendidikan tersebut sangat relevan untuk mendiskusikan tentang makna pemimpin dan kepemimpinan ditengah masyarakat. Publik senantiasa berharap kepada seorang pemimpin mampu membawa perubahan yang lebih baik.

Dalam setiap organisasai, institusi dan lembaga kita menjumpai tipe pemimpin yang beraneka rupa. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi semua orang sepakat merindukan pemimpin yang menjadi problem solver bukan sebagai trouble maker.

Sosok pemimpin yang sempurna memang tak mudah ditemukan karena setiap orang memiliki kemampuan dan kompetensi yang berbeda-beda. Bagi siapapun yang ditakdirkan menjadi pemimpin maka laksanakan amanah kepemimpinan dengan kejujuran dan penuh tanggungjawab.

Kemampuan memimpin akan tercermin dari aktifitas yang dijalani dalam keseharian. Banyak orang terpilih menjadi pimpinan namun belum mampu menghadirkan karakter pemimpin (leader) dan menjalankan kepemimpinannya (leadership) dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan.

Kualitas implementasi dalam menjalankan roda organisasi atau memimpin institusi hendaknya diawali dengan selarasnya perkataan dengan perbuatan (walk the talk). Maka seyogyanya seorang pemimpin itu mampu menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

Pemimpin itu adalah panutan. Menjadi teladan bagi semua pengikutnya (follower), tanggung jawab yang besar untuk memberi contoh kebaikan dalam kata dan sikap. Ing ngarso sung tulodo. Kunci keteladanan terletak pada kedisiplinan dan tanggungjawab yang mampu mempengaruhi seluruh anggota tim kerja (teamwork). Teladan kebaikan dari pemimpin akan menumbuhkan optimisme secara kolektif di dalam organisasi atau lembaga.

Pemimpin itu perintis jalan. Kemampuan untuk melakukan terobosan untuk meraih tujuan bersama. Daya inovasi dan kreativitas seorang pemimpin dibutuhkan sebagai pembuka jalan. Keberanian untuk mencoba dan mengambil resiko (risk taker) menjadi tantangan dan peluang bagi seorang pemimpin. Menjadi pelopor dan pionir bisa dilakukan seorang pemimpin jika memahami permasalahan dari hal yang mikro sampai dengan yang makro.

Pemimpin adalah penyelaras. Dinamika yang terjadi di internal organisasi atau lembaga kadangkala menimbulkan friksi antar personal. Ego sektoral yang muncul menuntut peran pemimpin agar mampu menyelaraskan setiap komponen yang ada. Kemampuan komunikasi dan kolaborasi sangat diperlukan agar seorang pemimpin mampu menyerap aspirasi yang ada di setiap bagian. Pemahaman yang komprehensif akan memudahkan seorang pemimpin bertindak proporsional dan profesional.

Pemimpin adalah pemberdaya. Seluruh potensi yang ada di dalam organisasi harus mampu dikembangkan guna mendukung tercapainya hasil yang maksimal. Memberdayakan seluruh stakeholder agar aktif berpartisipasi dan berkontribusi bagi kinerja organisasi yang lebih baik. Ing madyo mangun karso. Pemimpin yang selalu mengobarkan semangat dan gairah positif sehingga memicu dan memacu semua personel mengeluarkan potensi terbaiknya. Memberi panduan dengan jelas dan gamblang arah organisasi sehingga semua sumberdaya bisa dikelola dengan maksimal.

Pemimpin itu penjaga pertumbuhan. Kondisi setiap organisasi dan lembaga tidak terlepas dari fluktuasi sesuai situasi dan keadaan yang terjadi. Setiap momentum harus mampu dioptimalkan untuk menjaga pertumbuhan. Siklus yang terjadi dalam kehidupan memang mengalami pasang surut, kemampuan untuk menjaga pertumbuhan pada saat kondisi normal dapat menyimpan energi cadangan untuk mengantisipasi ketika situasi tertekan. Pertumbuhan (growth) yang terjaga akan menciptakan daya tahan organisasi atau institusi pada saat krisis. Tut wuri handayani. Kesediaan untuk bersama mendorong personil dalam organisasi agar tidak mengalami degradasi dan demotivasi.

Berbagai tipe pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Tipe leader otokratis sebagai penguasa tertinggi mempunyai otoritas atau kekuasaan dalam mengambil ke putusan tanpa adanya kritik yang mempengaruhi. Pemimpin dengan tipe otokratis mempunyai kelebihan seperti pengambilan ke putusan yang cepat. Sigap dalam menilai kesalahan bawahannya dan organisasi atau proses kerja akan lebih mudah diawasi. Kelemahannya menimbulkan rasa tidak nyaman pada bawahan karena otoriterian.

Tipe militeristik menerapkan sistem militer pada saat menjadi pemimpin dengan tuntutan kedisiplinan yang tinggi. Tipe peternalistis yaitu pemimpin yang punya kadar kebapakan tinggi. Biasanya pemimpin yang seperti ini akan memperlakukan bawahan seperti orang yang tidak tahu apa-apa, tidak membiarkan bawahannya mengambil keputusan sendiri, tidak memberi kesempatan bawahan untuk berkreasi.

Tipe kharismatik mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga tanpa diminta bawahannya akan memberikan penghormatan. Para ahli belum mampu menyimpulkan mengapa orang bisa dikatakan sebagai pemimpin yang berkharismatik.

Tipe Laissez Faire yakni pemimpin yang membebaskan bawahannya melakukan hal sesuka hati nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai. Pemimpin berpikir para anggota sudah tahu apa yang menjadi tujuan organisasi, apa yang ingin dicapai dan sudah mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya masing-masing.

Tipe demokratis yang memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, serta mengembangkan bakat dan mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan kepada bawahannya.

Kewajiban dan tanggungjawab seorang pemimpin tidak ringan, tuntutan untuk melindungi dan membahagiakan setiap anggotanya mesti diperhatikan. Banyak orang berlomba-lomba meraih jabatan tapi belum tentu mampu menampilkan karakter kepemimpinan. Hakikat pemimpin tak ubahnya pelayan yang rela berkerja keras dan berkorban untuk mengayomi masyarakat yang telah memberi kepercayaan.

Khalifah Umar Bin Khatab pernah berkata, “Lebih baik saya mengganti gubernur setiap hari daripada dia memimpin tapi membuat rakyat sengsara.” Inilah ketegasan seorang pemimpin dalam Islam, tidak perlu mempertahankan kejelekan selagi kita bisa berbuat kebaikan.

Singkatnya pemimpin yang ideal adalah yang tidak kenal lelah untuk memberikan perlindungan dan pelayanan secara adil dan merata. Kepemimpinannya mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat. Sungguh anugerah terindah jika kita bisa mendapati sosok pemimpin yang selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Rasulullah SAW menegaskan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pemimpin negara yang berkuasa atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki/suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Wanita/istri adalah pemimpin terhadap keluarga suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

dhany wahab
Penulis; Komisioner KPU Kabupaten Bekasi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.