Kamis, November 26, 2020

Pemilu Ditengah Kewarasan Publik

Indonesia Bukan Negara Assassin (1)

Tulisan ini adalah tulisan pertama. Tulisa kedua bisa klik di sini. Mei 2018, Indonesia diramaikan dengan berbagai aksi terorisme. Setidaknya ada 5 kejadian, yaitu...

Ma’ruf Amin: Antara Sikap Politik dan Hujatan Netizen

Belum terlepas dari suasana haru dan duka atas terjadinya tsunami di selat Sunda yang menimpa daerah Banten dan Lampung Selatan hingga menelan korban sebanyak...

Kala Anggota ISIS Minta Pulang

Sekujur tubuh perempuan itu tertutup rapat dibalut kain hitam. Hanya tatapan matanya yang sayu terlihat jelas akibat diterpa nasib tak menentu. Meski nada bicaranya...

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...
Bahrur Rosi
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Jayabaya Jakarta

Riuh gemuruh menuju perhelatan pesta demokrasi sudah mulai terasa dan begitu membahana di ruang publik. Pemilu 2019 yang dilaksanan secara serentak untuk memilih Anggota DPR, DPD, dan DPRD serta memilih Presiden dan Wakil Presiden pertama kali akan terlaksana. Penyelenggara Pemilu sudah bersiap siaga untuk memastikan bahwa Pemilu terlaksana sesuai amanah konstitusi, dan peserta Pemilu sudah mulai memanaskan mesin politik untuk merebut kemenangan dalam ajang kontestasi.

Sejak awal, ide sederhana demokrasi sebenarnya merupakan sarana penghormatan terhadap martabat kemanusiaan (human dignity). Indikasi paling nampak dalam sebuah masyarakat demokratis adalah digelarnya sebuah pemilihan umum (pemilu) yang jujur, bersih, adil, terbuka, dan berkeadaban. Penyelenggaraan pemilu yang demokratis menjadi prasyarat penting dalam rangka mendapat legitimasi kekuasaan yang hakiki di mata rakyat.

Sejatinya, pemilu merupakan rangkaian empiris dari partisipasi politik publik secara lebih luas. Sejatinya pula, pemilu menjadi penanda penting apakah sebuah negara mampu dijalankan secara demokratis atau tidak. Pemilu merupakan takdir bagi institusionalisasi hak-hak rakyat secara konstitusional. Bahwa pemilu adalah bagian dari dinamika politik berorientasi kekuasaan, hal tersebut tidak lantas menjadikan pemilu hanya menjadi alat demi kekuasaan.

Penyelenggaraan Pemilu 2019 harus dilaksanakan secara sehat dan waras, pemilu tidak boleh hanya dijadikan sebagai jalan untuk mendapat kuasa dengan menghalalkan segala cara. Politik uang, politisasi sara, dan hoaks harus dijauhkan dari ruang publik dalam setiap ajang demokrasi, karena publik harus dicerdaskan dengan hal politik yang beradab yang tidak merusak demokrasi.

Kematangan Berpolitik

Esensi berdemokrasi adalah penghargaan dan penghormatan tehadap hak pilih orang lain. Bukan hanya ajang memenangkan persaingan meraih kekuasaan dengan membeli suara rakyat dengan uang, bukan ajang provokasi, menghujat, menghinakan, dan menjatuhkan sesama. Namun bagaimana memenangkan persaingan dengan cara yang elegan, santun dan bermartabat.

Untuk itu dituntut itikad baik dan konsistensi dari seluruh peserta dan pemilih dalam pemilu 2019 yang bersaing dalam untuk menjaga etika dan norma dalam berpolitik. Peserta pemilu harus bekerja keras atas dasar keinginan yang sama untuk memajukan bangsa dalam setiap momentum penyelenggaraan pemilu yang dituangkan dalam visi dan misi yang membangun untuk kebaikan negeri. Bukan mencari cela lawan politik dan menjatuhkan dengan berbagai serangan yang tak beretika.

Kedewasaan berpolitik merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat, baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu, masyarakat yang cerdas. Mereka harus bergandengan tangan serta bergotong-royong menciptakan pemilu yang sehat, cerdas dan bermartabat.

Kewarasan Pemilu

Tentu dengan berbagai latar belakang yang berbeda, karakter, model dan cara berdemokrasi antar masyarakat dengan yang lain tidaklah sama. Persepsi masyarakat tentang kebebasan untuk menentukan pilihan pun diwujudkan dengan wajah yang berbeda pula.

Ini yang akan memunculkan intrik-intrik politik dan terkadang menjurus pada konflik horizontal antar kelompok masyarakat. Dengan cara pandang dan cara aktualisasi demokrasi yang tak sama, tentu akan mengahasilkan output yang berbeda. Maka tak heran, banyak di lapangan dijumpai kampanye negatif, provokatif, intimidasi, yang tak jarang memicu kericuhan kecil di tengah masyarakat.

Dalam penyelenggaraannya, pemilu harus dijauhkan dari praktek politik uang, politisasi sara dan hoaks. Pemilu yang berjalan setiap lima tahun sekali harus terus bergerak dewasa dan terus diperbaiki kualitas pelaksanaannya.

Pemilu harus dijaga dan dirawat kewarasannya dengan menjauhkan dari praktek yang dapat menciderai demokrasi dan kedaulatan rakyat. Rakyat harus dicerdaskan dalam berdemokrasi, elit politik harus memberi contoh bagaimana wajah demokrasi yang baik. Para elit politik tidak boleh memberikan contoh buruk dalam menjalankan roda demokrasi yang bisa ditiru di akar rumput dan rentan memunculkan konflik horizontal.

Pada akhirnya, semua komponen dalam kontestasi pemilu baik penyelenggara, peserta dan pemilih pemilu harus bersikap dewasa dan bersama-sama menjaga kewarasan pemilu, pemilu yang beradab, dan demokrasi yang sehat. Setiap orang harus punya kebebasan dalam pilihan dan harus saling menghargai, setiap orang juga boleh meninggikan pilihannya tapi bukan harus dengan merendahkan pilihan orang lain.

Bahrur Rosi
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Jayabaya Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Diego Maradona Abadi, Karena Karya Seni Tak Pernah Mati

Satu kata dalam bahasa Indonesia yang paling menyebalkan buat saya adalah “andai”. Ia hadir dengan dua konsekuensi: (1) memberikan harapan, sekaligus (2) penegasan bahwa...

Fenomena Pernikahan Dini di Tengah Pandemi

Maraknya pernikahan dini menjadi fenomena baru di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, teradapat sebanyak 34.000 permohonan dispensasi perkawinan yang...

Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Saat Pandemi COVID-19

Beberapa kantor di Indonesia sudah menerapkan sistem kerja work from home, di mana karyawan bekerja di rumah tanpa perlu ke kantor. Namun, tidak sedikit...

Dampak Video Asusila yang Beredar bagi Remaja

Peristiwa penyebaran video asusila di media sosial masih seringkali terjadi, pemeran dalam video tersebut tidak hanya orang dewasa saja bahkan dikalangan remaja juga banyak...

How Democracies Die, Sebuah Telaah Akademis

Buku How Democracies Die? terbitan 2018 ini, mendadak menjadi perbincangan setelah Anies Baswedan mengunggah sebuah foto di Twitter dan Facebook sembari membaca buku tersebut. Bagi saya,...

ARTIKEL TERPOPULER

Hari Guru Nasional dan Perhatian Pemerintah

Masyarakat Indonesia sedang merayakan hari guru nasional 2019 yang jatuh tepat pada hari senin, tanggal 25 November 2019. Banyak cara untuk merayakan hari guru...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Nyesal, Makan Sop Kambing di Rumah Habib

Hadist-hadist yang mengistimewakan habaib atau dzuriyat (keturunan Nabi Muhammad) itu diyakini kebenarannya oleh sebagian umat Islam. Sebagian orang NU percaya tanpa reserve terhadap hadist...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.