OUR NETWORK

Pemikiran Filsuf Islam dan Aplikasi Kini

Oleh karenanya Islam bukan sebagai agama yang mengatur tentang akidah, teologi, ketuhanan semata

Ibnu Thufail tergolong filosof dalam masa skolastik Islam. Pemikiran kefilsafatannya cukup luas termasuk metafisika. Dalam pencapaian ma’rifatullah Ibnu Thufail menempatkan sejajar antara akal dan syari’at.

Pemikiran tersebut sebenarnya merupakan upaya yang tidak pada tempatnya, sebab syari’at sumbernya adalah wahyu (yakni: dari Tuhan), sedangkan akal merupakan aktifitas manusiawi. Akal manusia sebenarnya hanyalah dampak mencari alasan rasional bagi syari’at mengenai dalil-dalil adanya Tuhan.

Hari ini rasio dan kalbu masih terus mencari kebenaran tentang syari’at mengenai dalil-dalil adanya tuhan. Sebenarnya kedua hal ini akan terus berdampingan mengingat rasio merupakan transportasi menuju keyakinan kepada tuhan, masih banyak manusia saat ini beragama tetapi tidak melaksanakan perintah-perintah agama bahkan sering ditinggalkan, apakah ada yang cacat disalah satunya?

Aplikasi terhadap pemikiran filsuf ini bisa kita lakukan mulai dari diri sendiri.Salah satunya syari’at Allah mengenai shalat, ketika kita melaksanakan shalat qalbu merasakan ketenangan yang sangat luar biasa, disamping itu ternyata shalat memberikan efek kepada diri kita sendiri dan sudah terbukti secara medis.

Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard University , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

Jadi sudah jelas bahwa rasio manusia mendapatkan dampak dengan sendirinya ketika mengerjakan suatu syari’at dari Allah karena apa yang sudah diberikan dalil-dalil ternyata untuk kebaikan manusia itu sendiri bukan untuk Allah semata-mata. Sudah terbukti secara Akal dan Wahyu yang notabennya kita sepatutnya meyakini bahwa kekuasaan Allah tidak merugikan manusia justru manusia sendiri yang merasakan manfaatnya.

Pada hari ini pun seiring meningkatnya aktivitas dan rutinitas manusia membuat mereka lupa dengan berolahraga yang substansinya untuk kesehatan tubuh. Shalat jika dilaksanakan dengan benar dan khusyuk maka sama saja dengan berolahraga besar seperti lari, push Up, Shit Up.

Oleh karenanya Islam bukan sebagai agama yang mengatur tentang akidah, teologi, ketuhanan semata, tetapi Islam memperhatikan keseluruhan konteks kehidupan manusia, karena itu Islam menjadi agama dan ajaran yang sempurna tidak ada kecacatan sedikitpun dalam Islam.

Sumber:http://bangka.tribunnews.com/amp/2016/07/25/ini-10-manfaat-gerakan-sholat-bagi-kesehatan-kita?page=4

https://celotehfilsafat.com/2017/10/16/filosof-muslim-dan-filsafatnya/

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah di FKIP UHAMKA dan Filsuf

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…