Selasa, Maret 2, 2021

Pasca Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden DK PBB

Genderuwo, Perjalanan Sang Rupawan Menjadi Momok

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo menyindir lawan politiknya yang beliau tuduh sering menyebarkan perasaan takut dalam berkampanye dengan istilah “politik genderuwo”. Terlepas dari...

Kiprah Lulusan Sosiologi Agama dalam Penanggulangan Pandemi

Pandemi belum usai, semuanya menderita. Itu derita bagi semua pihak. Seperti ribuan masyarakat kehilangan pekerjaan, banyaknya pengusaha gulung tingkar, ribuan investor gagal menanam modalnya,...

Inovasi Pemerintah Daerah dengan Cinta

Syahdan, para pujangga mengatakan bahwa cinta adalah sebuah variabel yang memiliki hubungan erat dengan semua variabel lain di luar dirinya. Sebuah peperangan besar bisa...

Peluk Cium Saat Puasa, Bagaimana Fikih Menjelaskan?

Berpelukan dan berciuman di siang hari bulan Ramadan ---saat melaksanakan ibadah puasa--- menjadi sebuah kajian fikih ibadah puasa. Pada dasarnya, berpelukan maupun berciuman antara...
Avatar
Firmanda Taufiq
Peneliti Islamic Studies, Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah. Alumni S2 Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Indonesia dinobatkan sebagai presiden Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada 1 Mei lalu untuk sebulan kedepan. Hal ini membuat ‘bargaining position’ Indonesia di kancah internasional semakin kuat.

Tidak hanya itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang selama ini menjadi garda depan dalam proses perdamaian dunia. Kali ini dipercaya menjadi partner perdamaian dalam organisasi besar negara-negara dunia tersebut.

Proses rekonsiliasi konflik dan perdamaian di beberapa negara konflik, seperti di Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon dan negara lainnya, menjadi isu penting bagi Indonesia, dalam hal ini melalui Kementerian Luar Negeri, dan berbagai negara di dunia untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

Dalam sambutannya, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia merasa senang dan bangga atas terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB. Sebab, sebagai presiden DK PBB, Indonesia memiliki peran sentral dalam mengambil keputusan dan langkah taktis untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kaitannya dengan konflik di beberapa negara di dunia. Hal ini juga menunjukkan kepercayaan negara-negara dunia kepada Indonesia atas prestasinya mendukung terlaksananya perdamaian dunia.

Pasca terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB, beberapa kegiatan yang akan dieksekusi oleh Kemlu RI yakni melaksanakan presidensi yang bertemakan “peacekeeping” (misi pemeliharaan perdamaian).

Hal ini cukup beralasan, terkait track record Indonesia menjadi salah satu negara yang telah berkontribusi besar dalam perdamaian dunia seperti halnya kasus konflik di Lebanon dan beberapa kasus lainnya. Selain itu, tema tersebut akan mempengaruhi dalam kebijakan perdamaian internasional dan bagi para ‘peacekeepers’ dalam mendukung terciptanya perdamaian.

Tantangan dan Peluang

Terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB adalah prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Sebagai negara yang berdaulat dan merdeka, serta juga ikut serta berkontribusi dalam perdamaian dunia.

Indonesia memiliki pengalaman yang mumpuni untuk menjabat posisi tersebut. Tantangan demi tantangan bagi Indonesia kedepan akan lebih sulit, apalagi berbagai konflik dunia internasional tidak mampu hanya diselesaikan di meja perundingan semata. Tetapi, proses mediasi dan pendekatan yang berkelanjutan, sudah seharusnya dilakukan untuk menempuh jalan damai.

Kegiatan yang baru-baru tengah berlangsung yakni pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) yang bertemakan “Menabur Benih Perdamaian” yang dilaksanakan kemarin (7/5). Acara tersebut ditujukan untuk terus mendorong peningkatan kualitas kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.

Kita sebagai rakyat Indonesia tengah bangga dan bahagia atas pencapaian prestasi dan kinerja pemerintah Indonesia melalui Kemlu dengan terpilihnya sebagai Presiden DK PBB. Kita juga sedang menunggu gebrakan dan strategi taktis yang dipersiapkan Kemlu dalam menyelesaikan masalah dalam upaya perdamaian dunia.

Sehingga, target utama bagi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian mampu disebarkan kepada seluruh dunia untuk terus menyemai damai dan hidup yang harmonis.

Avatar
Firmanda Taufiq
Peneliti Islamic Studies, Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah. Alumni S2 Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.