Sabtu, Januari 23, 2021

Pasca Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden DK PBB

Setya Novanto dan Wajah Hukum Indonesia

Baru-baru ini hari Jumat, tanggal 14 Juni 2019 pria yang akrab disapa Setnov ini tepergok lagi tengah pelesiran di sebuah toko bangunan di Padalarang,...

Penolakan Acara Muslim United dan Upaya Deradikalisasi

Tepat hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2019, Yogyakarta digemparkan dengan berita bahwa acara pengajian akbar tahunan ‘Muslim United’ harus dipindah lokasikan dikarenakan adanya mal-administrasi. Opini-opini...

Merehabilitasi dan Merekonstruksi Sisi Progresif Pancasila

Praktik perampasan ruang hidup yang semakin meluas dan masif, merengut banyak dari hak-hak masyarakat, baik kaum tani, kaum adat, buruh, kaum marjinal perkotaan dan...

Together We Remember and Act

Kesempatan semua kalangan bersatu dengan menyuarakan semangat No HIV/AIDS telah tiba. 1 Desember datang dan menggerakan para remaja bangsa menunjukkan kepedulian dan dukungan mereka...
Avatar
Firmanda Taufiq
Peneliti Islamic Studies, Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah. Alumni S2 Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Indonesia dinobatkan sebagai presiden Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada 1 Mei lalu untuk sebulan kedepan. Hal ini membuat ‘bargaining position’ Indonesia di kancah internasional semakin kuat.

Tidak hanya itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang selama ini menjadi garda depan dalam proses perdamaian dunia. Kali ini dipercaya menjadi partner perdamaian dalam organisasi besar negara-negara dunia tersebut.

Proses rekonsiliasi konflik dan perdamaian di beberapa negara konflik, seperti di Palestina, Suriah, Yaman, Lebanon dan negara lainnya, menjadi isu penting bagi Indonesia, dalam hal ini melalui Kementerian Luar Negeri, dan berbagai negara di dunia untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

Dalam sambutannya, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia merasa senang dan bangga atas terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB. Sebab, sebagai presiden DK PBB, Indonesia memiliki peran sentral dalam mengambil keputusan dan langkah taktis untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kaitannya dengan konflik di beberapa negara di dunia. Hal ini juga menunjukkan kepercayaan negara-negara dunia kepada Indonesia atas prestasinya mendukung terlaksananya perdamaian dunia.

Pasca terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB, beberapa kegiatan yang akan dieksekusi oleh Kemlu RI yakni melaksanakan presidensi yang bertemakan “peacekeeping” (misi pemeliharaan perdamaian).

Hal ini cukup beralasan, terkait track record Indonesia menjadi salah satu negara yang telah berkontribusi besar dalam perdamaian dunia seperti halnya kasus konflik di Lebanon dan beberapa kasus lainnya. Selain itu, tema tersebut akan mempengaruhi dalam kebijakan perdamaian internasional dan bagi para ‘peacekeepers’ dalam mendukung terciptanya perdamaian.

Tantangan dan Peluang

Terpilihnya Indonesia sebagai presiden DK PBB adalah prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Sebagai negara yang berdaulat dan merdeka, serta juga ikut serta berkontribusi dalam perdamaian dunia.

Indonesia memiliki pengalaman yang mumpuni untuk menjabat posisi tersebut. Tantangan demi tantangan bagi Indonesia kedepan akan lebih sulit, apalagi berbagai konflik dunia internasional tidak mampu hanya diselesaikan di meja perundingan semata. Tetapi, proses mediasi dan pendekatan yang berkelanjutan, sudah seharusnya dilakukan untuk menempuh jalan damai.

Kegiatan yang baru-baru tengah berlangsung yakni pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) yang bertemakan “Menabur Benih Perdamaian” yang dilaksanakan kemarin (7/5). Acara tersebut ditujukan untuk terus mendorong peningkatan kualitas kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dalam berbagai misi di belahan dunia. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.

Kita sebagai rakyat Indonesia tengah bangga dan bahagia atas pencapaian prestasi dan kinerja pemerintah Indonesia melalui Kemlu dengan terpilihnya sebagai Presiden DK PBB. Kita juga sedang menunggu gebrakan dan strategi taktis yang dipersiapkan Kemlu dalam menyelesaikan masalah dalam upaya perdamaian dunia.

Sehingga, target utama bagi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian mampu disebarkan kepada seluruh dunia untuk terus menyemai damai dan hidup yang harmonis.

Avatar
Firmanda Taufiq
Peneliti Islamic Studies, Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah. Alumni S2 Kajian Timur Tengah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.