Senin, Januari 18, 2021

Paris Saint-Germain, Ujian Sesungguhnya Setan Merah

Gerakan Pemberontakan Para Guru

Apa yang ada dalam bayang Neill, kegagalan dalam mendorong munculnya perubahan secara radikal di sekolah karena keberadaan guru-guru yang berpikirian progresif makin minim. Para...

Matematika, Bahasa, dan Sastra

Pretensi yang acap kali hadir dari seseorang ketika berhadapan dengan matematika adalah perasaan rumit dan menjengkelkan. Tak terkecuali bagi para mahasiswa yang berasal dari...

Dua Dekade Politik HAM Di Era Reformasi

Menjelang dua dekade Reformasi, belum juga kita melihat hilal perubahan yang berarti bagi penegekan HAM dan perkara kesejahteraan di Indonesia. Bagaimana tidak, kasus pelanggaran...

Saya, Azwar Anas, dan Rasa Curiga

Sehari setelah tulisan saya yang pertama tentang Azwar Anas dan Paha Putih terbit di sebuah media online di Jawa Timur. Telepon genggam saya menerima...
Raden Muhammad Wisnu Permana
Aku adalah aku. Tidak kurang dan tidak lebih

Sebelum pembahasan ini kita mulai, Marilah sejenak kita luangkan waktu kita untuk mengenang salah satu tragedi terbesar dalam dunia sepakbola. 6 Februari 51 tahun yang lalu, Tragedi Munich telah menewaskan 8 punggawa Manchester United yang dijuluki The Busy Babes.

The flower of Manchester, semoga mereka tenang di alam sana. Dan terimakasih kepada rival terbesar kita, Liverpool, yang saat itu meminjamkan sejumlah pemainnya agar Manchester United dapat meneruskan pertandingan yang dihadapinya. Respect!

Pada hari Rabu 13 Februari 2019 mendatang, Manchester United akan menghadapi Paris Saint-Germain di Stadion Old Trafford dalam perhelatan Liga Champions. Menghadapi Paris Saint-Germain, saya katakan adalah ujian sesungguhnya yang harus dihadapi oleh Solkjaer sebagai manajer Setan Merah.

Sejauh ini, Solkjaer telah berhasil tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan pertamanya. 10 diantaranya merupakan kemenangan. Memang sih, lawannya “hanyalah” Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, Reading, Brighton, West Ham United, Leicaster City dan Fulham. Mereka hanyalah “lawan biasa”, dimana ketika zaman keemasan Sir Alex Ferguson sangat mudah mereka kalahkan dengan angka kemenangan lebih dari satu gol.

Dengan segala hormat, Tottenham Hotspur dan Arsenal juga saya kategorikan sebagai “tim biasa”. Saat laga melawan Tottenham, saya yakin, jika kiper Setan Murah bukan David De Gea, niscaya Setan Merah akan kalah dengan selisih lebih dari lima gol. Sedangkan untuk Arsenal, mereka sedang dalam revolusi besar-besaran sepeninggal Arsene Wenger yang telah menahkodai mereka selama lebih dari dua dekade.

Jika Solkjaer dapat menghadapi Paris Saint-Germain dengan mempersembahkan sebuah kemenangan, bukan tidak mungkin kontrak Solkjaer akan diperpanjang, dan United akan kembali menjadi tim yang diperhitungkan tidak saja di Inggris, namun di pentas sepakbola Eropa.

Target “Empat Besar” Liga Primer Inggris

Semoga saja, Phil Jones dan Ander Herrera tidak melakukan blunder-blunder lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya. United tidak dapat mengandalkan De Gea untuk bermain seorang diri terus menerus bukan? Meskipun De Gea adalah salah satu kiper terbaik dunia saat ini.

Target cleansheet harus terus dikejar, meskipun jika kita analogikan dengan anime Captain Tsubasa, Gak apa-apa sih tidak tercapai clean sheet jugaBukan masalah. Mau kipernya Lord Morizaki yang dalam setiap match kebobolan 9 gol asalkan Ozora Tsubasa cetak 10 gol ya tidak apa-apa. Masalahnya tidak ada pemain dengan sosok yang mendekati Tsubasa Ozora di musim ini pada kubu Setan Merah.

Seketika saya teringat United semasa rezim Sir Alex Ferguson saat melawan Spurs beberapa musim yang lalu, dimana United kebobolan 3 gol di babak pertama, dan di babak kedua, United membalasnya dengan 5 gol sekaligus sehingga skor akhir menjadi 5-3. Sangat menakjubkan sekali. Akankah drama-drama itu tersaji lagi di zaman Solkjaer?

Saya pikir, target paling realistis bagi Solkjaer saat adalah mengakhiri Liga Inggris dengan mengamankan posisi “empat besar” sekaligus mengamankan tiket Liga Champion musim depan.

Perburuan untuk mencapai juara Liga Primer Inggris sudah hampir mustahil, kecuali ada mukjizat ketika para pemuncak klasemen dapat terus terpeleset dan United bermain bagus dengan menang terus secara konsisten. Saya juga ingat, entah musim kapan, saat itu United tertinggal 12 poin dengan Arsenal, tapi kemudian United dapat menyusulnya karena Arsenal terpeleset dan United secara konsisten memenangkan sisa pertandingannya. Tidak ada yang mustahil dalam sepakbola.

Tanpa bermaksud menyebarkan kebencian, saya pikir bebas saja siapapun pemenang Liga Inggris musim ini, asal bukan Liverpool! Saya hanya mengitup perkataan Sir Alex Ferguson berikut ini, “My greatest challenge is not what’s happening at the moment. My greatest challenge was knocking Liverpool right off their fucking perch. And you can print that.

Salah satu tradisi United adalah bersaing ketat dengan Liverpool.  Liverpool yang kala itu mengoleksi torehan 18 kali juara Liga Inggris mampu Fergie susul sehingga torehan Setan Merah saat ini adalah 20 kali juara Liga Inggris. Meskipun, saya juga tidak rela jika “si tetangga berisik”, yaitu Manchester “the fastfood FC” City menjuarai Liga Inggris.

Target FA CUP

Saya agak kecewa dengan ronde keempat FA Cup 4th Round tahun ini karena langsung mempertemukan United dengan Arsenal. Setelah mengalahkan Arsenal, United harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam laga lamnjutan FA Cup. Saya berharap United bertemu dengan tim besar di laga semifinal paling tidak, agar United diberi kesempatan untuk merotasi pemain dan mencoba strategi baru. Dan sekaligus dapat memberikan kesempatan debut pertama bagi para pemain muda. Saat ini, Liga Primer Inggris sudah hampir mustahil diraih United. Hanya FA CUP saja target realistis bagi Solkjaer.

Jika United memenangkan FA CUP musim ini, maka torehan Arsenal sebagai pemegang juara terbanyak FA CUP akan disalip oleh Manchster United. Arsenal sejauh ini mengukuhkan 13 gelar juara FA CUP, dengan 7 posisi runner up. Sedangkan United mengukuhkan 12 gelar juara FA CUP, dengan 8 posisi runner up. Ini akan mengukuhkan Setan Merah sebagai tim paling banyak menjuarai kompetisi bergengsi di Liga Primer Inggris. Hanya terpaut dua gelar piala Liga Champions dari Liverpool saja yang telah memenangkannya sebanyak lima kali.

Nah, untuk Ole Gunnar Solkjaer, selamat berjuang! Demikianlah tulisan ini saya sampaikan sebagai salah satu fans dari Setan merah. Dan untuk fans tim lainnya, marilah kita bersaing secara sehat tanpa ada tindakan rasisme apalagi anarkis. Ingat, kita hanya fans layar kaca saja.

Raden Muhammad Wisnu Permana
Aku adalah aku. Tidak kurang dan tidak lebih
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.