Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Paris Saint-Germain, Ujian Sesungguhnya Setan Merah

Umat Muslim Menolak Dikibulin

Kaum muslim harus cerdas dan berkualitas, bagaimana caranya? Gampang kok. Caranya, umat muslim harus berani menolak dengan tegas siapapun, baik politisi parpol atau tokoh...

Literasi Merawat Kebersamaan, Pengalaman di Pulau Lombok

Kita hidup di sebuah ruang bersama yang, sayangnya, masih saja kurang terasa komitmen kebersamaannya. Mestinya, hidup bersama mensyaratkan adanya kesiapan untuk adil dalam akses-akses...

Sang Habib dan Kebebasan Kita

Skandal dugaan chat mesum yang melibatkan Habib Rizieq Shihab tengah jadi perbincangan hangat belakangan ini. Hal itu karena tidak hanya terkait siapa saja yang...

Sepenggal Alusi Sejarah Ngebel dalam Serat Centhini

Menurut Sri Margana dalam buku Pujangga Jawa dalam Bayang-bayang Kolonial (2004) Serat Centhini ditulis atas prakarsa KGPAA Hamengkunagara III (Sunan Pakubuwana V) dibantu oleh...
Raden Muhammad Wisnu Permana
Aku adalah aku. Tidak kurang dan tidak lebih

Sebelum pembahasan ini kita mulai, Marilah sejenak kita luangkan waktu kita untuk mengenang salah satu tragedi terbesar dalam dunia sepakbola. 6 Februari 51 tahun yang lalu, Tragedi Munich telah menewaskan 8 punggawa Manchester United yang dijuluki The Busy Babes.

The flower of Manchester, semoga mereka tenang di alam sana. Dan terimakasih kepada rival terbesar kita, Liverpool, yang saat itu meminjamkan sejumlah pemainnya agar Manchester United dapat meneruskan pertandingan yang dihadapinya. Respect!

Pada hari Rabu 13 Februari 2019 mendatang, Manchester United akan menghadapi Paris Saint-Germain di Stadion Old Trafford dalam perhelatan Liga Champions. Menghadapi Paris Saint-Germain, saya katakan adalah ujian sesungguhnya yang harus dihadapi oleh Solkjaer sebagai manajer Setan Merah.

Sejauh ini, Solkjaer telah berhasil tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan pertamanya. 10 diantaranya merupakan kemenangan. Memang sih, lawannya “hanyalah” Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, Reading, Brighton, West Ham United, Leicaster City dan Fulham. Mereka hanyalah “lawan biasa”, dimana ketika zaman keemasan Sir Alex Ferguson sangat mudah mereka kalahkan dengan angka kemenangan lebih dari satu gol.

Dengan segala hormat, Tottenham Hotspur dan Arsenal juga saya kategorikan sebagai “tim biasa”. Saat laga melawan Tottenham, saya yakin, jika kiper Setan Murah bukan David De Gea, niscaya Setan Merah akan kalah dengan selisih lebih dari lima gol. Sedangkan untuk Arsenal, mereka sedang dalam revolusi besar-besaran sepeninggal Arsene Wenger yang telah menahkodai mereka selama lebih dari dua dekade.

Jika Solkjaer dapat menghadapi Paris Saint-Germain dengan mempersembahkan sebuah kemenangan, bukan tidak mungkin kontrak Solkjaer akan diperpanjang, dan United akan kembali menjadi tim yang diperhitungkan tidak saja di Inggris, namun di pentas sepakbola Eropa.

Target “Empat Besar” Liga Primer Inggris

Semoga saja, Phil Jones dan Ander Herrera tidak melakukan blunder-blunder lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya. United tidak dapat mengandalkan De Gea untuk bermain seorang diri terus menerus bukan? Meskipun De Gea adalah salah satu kiper terbaik dunia saat ini.

Target cleansheet harus terus dikejar, meskipun jika kita analogikan dengan anime Captain Tsubasa, Gak apa-apa sih tidak tercapai clean sheet jugaBukan masalah. Mau kipernya Lord Morizaki yang dalam setiap match kebobolan 9 gol asalkan Ozora Tsubasa cetak 10 gol ya tidak apa-apa. Masalahnya tidak ada pemain dengan sosok yang mendekati Tsubasa Ozora di musim ini pada kubu Setan Merah.

Seketika saya teringat United semasa rezim Sir Alex Ferguson saat melawan Spurs beberapa musim yang lalu, dimana United kebobolan 3 gol di babak pertama, dan di babak kedua, United membalasnya dengan 5 gol sekaligus sehingga skor akhir menjadi 5-3. Sangat menakjubkan sekali. Akankah drama-drama itu tersaji lagi di zaman Solkjaer?

Saya pikir, target paling realistis bagi Solkjaer saat adalah mengakhiri Liga Inggris dengan mengamankan posisi “empat besar” sekaligus mengamankan tiket Liga Champion musim depan.

Perburuan untuk mencapai juara Liga Primer Inggris sudah hampir mustahil, kecuali ada mukjizat ketika para pemuncak klasemen dapat terus terpeleset dan United bermain bagus dengan menang terus secara konsisten. Saya juga ingat, entah musim kapan, saat itu United tertinggal 12 poin dengan Arsenal, tapi kemudian United dapat menyusulnya karena Arsenal terpeleset dan United secara konsisten memenangkan sisa pertandingannya. Tidak ada yang mustahil dalam sepakbola.

Tanpa bermaksud menyebarkan kebencian, saya pikir bebas saja siapapun pemenang Liga Inggris musim ini, asal bukan Liverpool! Saya hanya mengitup perkataan Sir Alex Ferguson berikut ini, “My greatest challenge is not what’s happening at the moment. My greatest challenge was knocking Liverpool right off their fucking perch. And you can print that.

Salah satu tradisi United adalah bersaing ketat dengan Liverpool.  Liverpool yang kala itu mengoleksi torehan 18 kali juara Liga Inggris mampu Fergie susul sehingga torehan Setan Merah saat ini adalah 20 kali juara Liga Inggris. Meskipun, saya juga tidak rela jika “si tetangga berisik”, yaitu Manchester “the fastfood FC” City menjuarai Liga Inggris.

Target FA CUP

Saya agak kecewa dengan ronde keempat FA Cup 4th Round tahun ini karena langsung mempertemukan United dengan Arsenal. Setelah mengalahkan Arsenal, United harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam laga lamnjutan FA Cup. Saya berharap United bertemu dengan tim besar di laga semifinal paling tidak, agar United diberi kesempatan untuk merotasi pemain dan mencoba strategi baru. Dan sekaligus dapat memberikan kesempatan debut pertama bagi para pemain muda. Saat ini, Liga Primer Inggris sudah hampir mustahil diraih United. Hanya FA CUP saja target realistis bagi Solkjaer.

Jika United memenangkan FA CUP musim ini, maka torehan Arsenal sebagai pemegang juara terbanyak FA CUP akan disalip oleh Manchster United. Arsenal sejauh ini mengukuhkan 13 gelar juara FA CUP, dengan 7 posisi runner up. Sedangkan United mengukuhkan 12 gelar juara FA CUP, dengan 8 posisi runner up. Ini akan mengukuhkan Setan Merah sebagai tim paling banyak menjuarai kompetisi bergengsi di Liga Primer Inggris. Hanya terpaut dua gelar piala Liga Champions dari Liverpool saja yang telah memenangkannya sebanyak lima kali.

Nah, untuk Ole Gunnar Solkjaer, selamat berjuang! Demikianlah tulisan ini saya sampaikan sebagai salah satu fans dari Setan merah. Dan untuk fans tim lainnya, marilah kita bersaing secara sehat tanpa ada tindakan rasisme apalagi anarkis. Ingat, kita hanya fans layar kaca saja.

Raden Muhammad Wisnu Permana
Aku adalah aku. Tidak kurang dan tidak lebih
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pancasila dan Demokrasi Kita Hari Ini

Perjalanan demokrasi di Indonesia tidak selamanya sejalan dengan ideologi negara kita, Pancasila. Legitimasi Pancasila secara tegas tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan difungsikan sebagai...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Lebih Baik Dituduh PKI daripada PKS

Ini sebenarnya pilihan yang konyol. Tetapi, ketika harus memilih antara dituduh sebagai (kader, pendukung/simpatisan) Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.