Kamis, Desember 3, 2020

Pandemi Covid-19 dan Ruang Baru Masyarakat Digital

Agnez Mo dan Fenomena FOMO

Media sosial Indonesia kembali diramaikan oleh suatu isu yang sejatinya tidak bermutu namun memantik jiwa nasionalisme. Isu ini bermula dari statement seorang Agnez Mo yang...

Bangkit Membangun Bangsa

Pada 8 dan 9 Mei 2018 terjadi tragedi peledakan bom di Jawa Timur. Baik peristiwa peledakan di Surabaya, Wonocolo, dan Sidoarjo, memiliki sebuah benang...

Apa kabar Ibu Kota Negara Baru

Sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, belum pernah mendirikan kota sebagai ibu kota negara atau ibu kota...

Trotoar dan Kemalasan kita

Selain sebagai kelengkapan jalan raya, jalur pedestrian sejatinya merupakan ruang vital di kota, pasalnya tempat tersebut menjadi tempat sosialisasi antar warga sehingga dapat meningkatkan...
Made Bryan Pasek Mahararta
Indonesia Controlling Community

Belum ada tanda pandemi global akan berakhir. Pandemi Corona virus disease (covid-19) telah tersebar keseluruh penjuru negeri. Sampai saat ini telah ditemukan sebanyak 2.572.776 kasus yang terkonfirmasi secara global, 184.386 pasien meninggal dunia dan 723.874 dinyatakan sembuh. Setidaknya, pandemi ini akan terus berkembang selama vaksin covid-19 belum ditemukan. Selama itu pula, niscaya akan terbentuk peradaban baru manusia.

Persebaran Covid-19 yang begitu cepat, bukan saja menjadikan masyarakat untuk menahan diri diam di rumah (stay at home) namun juga kebijakan pembatasan sosial (social distancing) menjadikan titik awal ruang baru masyarakat memasuki era digitalisasi secara menyeluruh. Sejak diberlakukannya social distancing, semua bentuk perilaku dan cara berkomunikasi masyarakat berubah. Perubahan inilah yang menjadikan digitalisasi menjadi ruang baru masyarakat dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

Meskipun demikian, seluruh instansi baik pemerintahan maupun swasta, terutama sekolah dan pembelanjaan mau tidak mau mengharuskan ruang digital sebagai media komunikasi yang digunakan berupa sistem dalam jaringan (online).

Komunikasi Digital

Selama masa pandemi, jejak komunikasi digital yang terjadi belakangan ini telah meningkat lebih dari 40% melampaui kebiasaan sebelumnya. Perubahan ini tanpa disadari telah membentuk aktivitas baru semenjak berlakunya kebijakan Pemerintah seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah.

Para pekerja kantoran, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah dirumahkan dan mulai bekerja secara virtual. Kini, mereka cukup melaksanakan pekerjaan dari rumah (Work From Home). Begitu juga para pelajar mulai dari tingkat bawah sampai Pendidikan Tinggi memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan media pembelajaran online.

Memasuki era Revolusi Industri 4.0 sudah dapat diprediksi akan terjadinya digitalisasi dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama komunikasi. Definisi komunikasi menurut Webster New Collogiate Dictionary yaitu suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.

Komunikasi itu sendiri berasal dari Bahasa Latin, Communicatus yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian, komunikasi dapat diartikan sebagai suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Maka, komunikasi dalam menyampaikan informasi ditengah situasi seperti saat ini sangatlah penting. Sehingga, banyak masyarakat beralih dari komunikasi tatap muka menjadi komunikasi virtual yang berbasis sistem media dalam jaringan (online).

Sistem media dalam jaringan (online) bukanlah barang baru. Seluruh perangkat industri juga sudah mengharuskan untuk melakukan banyak perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. Teknologi komunikasi digital semacam smartphone adalah salah satu bentuk nyata bagaimana benda tersebut dengan mudah dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat. Akses internet juga telah memudahkan masyarakat untuk menjalani aktivitasnya seharian.

Tentunya, tidak lepas bagaimana pola komunikasi masyarakat dalam melakukan interaksi sosial juga turut mengalami perubahan. Sementara itu, konsep komunikasi digital seperti kemudahan akses internet maupun layanan virtual sangat memungkinkan akibat globalisasi menyebabkan beberapa informasi di seluruh dunia dapat terkoneksi tanpa batas antar negara.

Perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat yang kian berkembang tidak mengenal tempat dan waktu menyebabkan digitalisasi mudah diterima masyarakat dunia. Kemudahan akses internet terbukti memudahkan masyarakat melakukan apapun, dimanapun dan kapanpun.

Mereka dapat berkomunikasi dengan mudah tanpa batas jarak dan waktu. Selain itu, sebagai salah satu bentuk komunikasi digital, internet dapat dijangkau melalui perangkat menjadi lebih praktis dengan berbagai perangkat yang berbasiskan teknologi seperti smartphone.

Mengoptimalkan Digitalisasi Layanan

Seperti halnya kebijakan Social Distancing, Pandemi Covid-19 telah menyebabkan beberapa dampak lainnya. Dalam aspek ekonomi, terjadi penurunan saham diberbagai negara atas munculnya ketidakpastian dunia usaha dan lesunya daya beli masyarakat di masa awal pandemi.

Kepanikan masyarakat untuk mengharuskan berdiam diri telah membuat usaha semacam industri pariwisata turut merugi. Banyak juga pekerja seni yang harus membatalkan kegiatan entertainnya. Para pengamat ekonomi memprediksi pandemi ini akan terus membayangi seluruh negara mengalami krisis ekonomi.

Dampak lain berikutnya adalah aspek sosial. Kepanikan masyarakat dapat membuat situasi dan kondisi suatu negara menjadi gaduh. Selain kesimpang-siuran informasi tentang pandemi, banyak masyarakat kelas menengah ke atas akan memborong barang-barang sehingga menyebabkan ketidakmerataan masyarakat memperoleh stok barang untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Untuk itu, pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan oleh Pemerintah perlu dipikirkan secara matang. Selain penyediaan informasi yang valid dan akurat, Pemerintah sebaiknya segera membuat sistem satu data terpadu khususnya dalam hal ini adalah sebagai pencegahan dan penanganan korban virus korona.

Mengingat pandemi ini telah ditetapkan sebagai bencana nasional sehingga sistem satu data terpadu tersebut sangatlah penting. Sehingga, digitalisasi layanan akan menjadi kunci utama dalam Pemerintah dan masyarakat untuk bergotong-royong menghadapi masa pandemi. Misal bagaimana setiap warga bisa memberikan informasi riwayat kesehatannya untuk kemudian dapat dilakukan pencegahan dini pihak yang berkewajiban, dan juga masyarakat lain bisa memperoleh informasi tersebut secara tepat.

Kondisi darurat demikian memang membutuhkan pelayanan yang terpadu, mudah diakses dan tepat sasaran. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat untuk jujur memberikan informasi juga sangat diperlukan sebagai kesadaran kolektif yang dapat memberikan manfaat dan memudahkan petugas Kesehatan segera menangani calon pasien. Sehingga, diharapkan nantinya dapat memutus rantai persebaran virus korona.

Teknologi komunikasi digital inilah yang sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan digitalisasi layanan. Manakala literasi digital masyarakat tentang penerapan bentuk ruang baru yang dapat membuat pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan sudah mulai bisa diterapkan.

Made Bryan Pasek Mahararta
Indonesia Controlling Community
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.