Kamis, November 26, 2020

Pandemi bagi Kami, Pedagang Kecil

Cadar di Kampus, Dilarang atau Diizinkan?

Isu mengenai boleh tidaknya penggunaan cadar akhir-akhir ini kembali mencuat. Terlebih ketika salah satu perguruan tinggi Islam yang ada di Yogyakarta, yakni Universitas Islam...

Membunuh Logika Mahasiswa

Iklan sebuah produk belajar di web daring nasional menuliskan tajuk “Tak Ada Lagi Pelajaran Matematika di Negara Ini!”. Bagi masyarakat umum, matematika tidak lain...

Nyinyiran tentang Nasionalisme

Sebenarnya tulisan ini membuat penulis ragu untuk menjadikannya sebagai bahan pembicaraan. Akan tetapi, kalau ide tak dikeluarkan maka pada akhirnya akan hilang begitu saja....

Pincangnya Kaki Pendidikan Kita

Nampaknya attitude pelajar Indonesia tidak sedang baik-baik saja hari ini. Kondisi ini dibuktikan dengan beberapa perilaku mereka yang semakin lama semakin tidak beradab. Beberapa waktu...
Aribah Sofia Syah
Seorang mahasiswi

Virus corona, adalah dua kata yang terasa tak asing lagi bagi setiap indera manusia. Telinga yang selalu mendengar kabar yang tidak seimbang antara kematian dan harapan hidip, bibir dan lidah yang bersatu untuk terus berkabar dan berucap akan ganasnya virus Corona ini, Mata yang hanya haru melihat keadaan yang diluar nalar, dan sebagainya.

Sebagai manusia yang hakikatnya adalah makhluk sosial dan homoeconomicus, keadaan ini menjadi beban bagi sebagian lapisan masyarakat. Keadaam ini berangsur cukup lama dan berdampak di berbagai bidang kehidupan manusia terutama ekonomi.

Kebijakan physical distancing, dirumah saja, dan PSBB, ini sangat sekali menghawatirkan bagi setiap pedagang  terutama pasar tradisional. Miris sekali saat melihat beberapa pedagang ketika dagangannya jauh dari kata laku. Bagaimana nasib mereka yang mengambil laba tidak banyak dan hanya untuk menyambung hidup? Apa saja dampak yang dirasa oleh pedagang ketika dihimbau untuk Work From Home?

Menurunnya pemasukan 

Iimbauan physical distancing dan WFH terasa sangat meresahkan tidak hanya bagi pedagang. Bagaimana nasib mereka rakyat kecil yang harus bekerja di luar? Beberapa pedagang kecil termasuk di kota Jember mengalami pemasukan yang anjlok dikarenakan PSBB.

Dalam sehari bahkan mereka tidak mendapatkan penghasilan. Penurunan pengunjung terjadi di pasar tradisional setelah ada himbauan PSBB sangat terlihat. “Hari ini sepi sekali, padahal hari Minggu, mungkin orang-orang sedang takut dengan corona. Syukur jika saya bisa memberi makan keluarga,” saut Pak Rit, salah satu pedagang pindang di pasar tradisional kota Jember.

Bulan ramadhan menjadi bulan penuh harap bagi para pedagang. Biasanya para pedagang di pasar tradisional mendapatkan keuntungan dua kali lipat karena daya beli yang bertambah pada bulan suci ini. Namun tidak dengan sekarang, mereka berharap pandemi ini cepat berakhir dan dapat terus menyambung hidup dengan cara berjualan langsung tanpa adanya larangan berjarak.

Kesulitan bahan baku

Bagi pedagang kaki lima kekhawatiran terjadi ketika akan terjadi lonjakan harga sembako. Banyak toko bahan baku tutup karena takut tertular virus corona. Efek domino terjadi dalam rantai perekonomian. Banyak kegiatan ekonomi yang terhambat dalam memproduksi atau pun yang lain. Ketika biaya produksi tinggi karena susah dicari hal ini akan berdampak pada tingkat penjualan yang akan menurun.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan dan hal ini berdampak pada perekonomian negara yang semakin menurun.

Memahami arti bersyukur

Covid19 membawa perubahan diberbagai sektor kehidupan. namun, dibalik pandemi ini banyak sekali hal positif yang bisa kita ambil hikmahnya. Tidak hanya hal negatif, tidak ada salahnya ketika kita memandang dari sudut pandang yang berbeda. Bersyukur atas semua karunia yang diberi Tuhan. Terkadang beberapa orang berfikir bahwa para pedagang kecil bersusah payah demi untung yang sedikit. Mereka tak banyak mengambil keuntungan, karena mereka bersyukur ketika telah bisa menyambung hidup.

Hal ini menjadi bahan koreksi bagi mereka yang berkecukupan. Janganlah mengeluh karena dalam hidup kita selalu ada saja mereka yang lebih susah. Hal ini dapat menjadi bahan motivasi serta rasa syukur. Jangan mengeluh akan adanya corona apalagi selalu menyalahkan tanpa berpikir sisi baik dari corona. Tetaplah berpositif thinking akan apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya, nikmati dan bersyukur.

Memahami arti saling gotong royong 

Melihat situasi saat pandemi ini, banyak dari komponen masyarakat yang bergerak. Hal itu membuat semua sadar bahwa peran pemerintah tak bisa berjuang sendirian. Masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan oleh peran pemerintah dalam upaya mengatasi pandemi ini.

Namun, mengkritik kekurangan peran pemerintah pun tak akan membuat pandemi ini cepat teratasi. Karena itu, banyak aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang dilandasi kepekaan kepedulian dengan sesama. Dengan cara berdonasi uang, membagikan masker, dan juga APD. Kepekaan atas rasa kemanusiaan diuji di sini. Seluruh masyarakat diuji hatinya apakah mereka akan luruh atau malah apatis?

Semua ini terjadi diluar ekspektasi. Banyak sekali pedagang kecil dengan modal yang menyusut. Usahanya terancam bangkrut dan banyak yang merasa hidup terasa hanya menurut dan sulit untuk menuntut. Keseimbangan hidup tercipta ketika komponen masyakarat bekerja sama memerangi virus ini.

Sebagai seorang masyarakat seharusnya bijak dengan apapun reaksi tentang kabar mengenai corona. Tidak selalu harus menyalahkan corona, hidup bijak dengan memahami hikmah dibalik pandemi Covid ini.

Aribah Sofia Syah
Seorang mahasiswi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Diego Maradona Abadi, Karena Karya Seni Tak Pernah Mati

Satu kata dalam bahasa Indonesia yang paling menyebalkan buat saya adalah “andai”. Ia hadir dengan dua konsekuensi: (1) memberikan harapan, sekaligus (2) penegasan bahwa...

Fenomena Pernikahan Dini di Tengah Pandemi

Maraknya pernikahan dini menjadi fenomena baru di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, teradapat sebanyak 34.000 permohonan dispensasi perkawinan yang...

Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Saat Pandemi COVID-19

Beberapa kantor di Indonesia sudah menerapkan sistem kerja work from home, di mana karyawan bekerja di rumah tanpa perlu ke kantor. Namun, tidak sedikit...

Dampak Video Asusila yang Beredar bagi Remaja

Peristiwa penyebaran video asusila di media sosial masih seringkali terjadi, pemeran dalam video tersebut tidak hanya orang dewasa saja bahkan dikalangan remaja juga banyak...

How Democracies Die, Sebuah Telaah Akademis

Buku How Democracies Die? terbitan 2018 ini, mendadak menjadi perbincangan setelah Anies Baswedan mengunggah sebuah foto di Twitter dan Facebook sembari membaca buku tersebut. Bagi saya,...

ARTIKEL TERPOPULER

Hari Guru Nasional dan Perhatian Pemerintah

Masyarakat Indonesia sedang merayakan hari guru nasional 2019 yang jatuh tepat pada hari senin, tanggal 25 November 2019. Banyak cara untuk merayakan hari guru...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Nyesal, Makan Sop Kambing di Rumah Habib

Hadist-hadist yang mengistimewakan habaib atau dzuriyat (keturunan Nabi Muhammad) itu diyakini kebenarannya oleh sebagian umat Islam. Sebagian orang NU percaya tanpa reserve terhadap hadist...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.