OUR NETWORK

Pancasila Generasi Milenial

Pancasila sebagai dasar falsafah negara republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945

Setiap tanggal 2 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disebut dengan HARDIKNAS. Tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara alias Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang merupakan tokoh pelopor pendidikan yang biasa disebut dengan bapak pendidikan nasional di Indonesia.

Beliau diberi nama sebagai bapak pendidikan nasional karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan pemerintahan Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mendapatkan pendidikan yang layak di Indonesia.

Karena kritikan yang dilontarkan kepada pemerintahan kolonial tersebut membuat bapak pendidikan nasional diasingkan ke Belanda. Setelah pulang kembali ke Indonesia Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan dengan nama Taman Siswa yang memberikan kesempatan kepada masyarakat pribumi jelata agar bisa memperoleh hak pendidikan seperti para orang kaya dan orang Belanda. Setelah kemerdekaan beliau dipercaya menjadi menteri pendidikan pada masa presiden Soekarno.

Dan salah satu pendidikan yang sangat penting adalah pendidikan Pancasila karena Pancasila sebagai dasar falsafah negara republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Pancasila diawali saat sidang BPUPKI pertama yang membahas dasar negara, dalam sidang ini ada 3 pembicara yang mengusulkan yaitu Mr. Muhammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir Soekarno. Pancasila di Indonesia memiliki kedudukan sebagai dasar negara,pandangan hidup bangsa, ideologi negara, dan kepribadian bangsa.

Bagaimana pemahaman masyarakat sekitar tentang Pancasila ?

Menurut salah satu pengawas sekolah di dinas pendidikan kabupaten Sidoarjo “Pada saat ini berkurang bahkan bisa dikatakan sudah luntur,  padahal Pancasila itu sebagai dasar negara serta pandangan hidup bangsa Indonesia,yang merupakan nilai nilai luhur kepribadian bangsa Indonesia. Untuk pemahaman, penghayatan dan pengamalannya  bagi diri sendiri maupun dimasyarakat sosial makin menurun”.

Masyarakat pada umumnya sebenarnya mengetahui apa itu Pancasila. Namun mereka hanya sebatas tahu belum memahaminya. Kurang-pahamnya masyarakat atas Pancasila diakibatkan karena mereka belum mengerti bahwa Pancasila sangatlah berpengaruh pada kelangsungan kehidupan.

Pendidikan Pancasila sangatlah penting karena pendidikan Pancasila merupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yang harus ditanamkan dan diajarkan kepada seluruh warga negara Indonesia khususnya generasi muda agar mengetahui, mengerti , dan menghayati serta mengamalkan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Generasi muda saat ini atau yang biasa disebut dengan generasi milenial adalah kunci untuk memperbaiki pemahaman Pancasila, akan tetapi banyak anak muda sekarang lebih condong meniru budaya kebaratan dan meninggal identitas dari bangsa kita sendiri. Mereka lebih memilih dan bangga menggunakan produk luar negeri daripada produk dalam negeri yang bisa saja mempunyai kwalitas yang sama, akan tetapi generasi milenial lebih memilih produk luar negeri karena label atau brand yang lebih terkenal dan eksis.

Ketidak-pahaman atas Pancasila ini sebenarnya disebabkan dari kurangnya kesadaran generasi milenial akan pentingnya Pancasila yang digunakan sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Para pengagas Pancasila telah mimikirkan dasar negara yang sesuai dengan bangsa Indonesia dengan cara menggali kedalam negeri Indonesia sendiri bukan melihat ataupun mengikuti negara lain. Pancasila sendiri cocok digunakan oleh negara Indonesia untuk kehidupan sehari-hari karena Indonesia terdiri dari macam-macam suku, agama, dan budaya. Pancasila sendiri mempunyai arti inti yaitu gotong royong.

Pendidikan Pancasila di Indonesia diajarkan disetiap tingkat sekolah mulai dari SD,SMP,SMA, dan perguruan tinggi dengan sistem yang menyusaikan tingkatannya. Tetapi banyak dari peserta didik yang hanya mempelajarinya tanpa menghayati sehinggga hanya sekedar mengetahui tanpa memahaminya.

Bagaimana bisa mengamalkanya apabila tidak memahaminya? Maka dari itu sebagai generasi muda penerus bangsa kita harus memahaminya. Kita tidak bisa memaksa generasi muda untuk memahaminya tapi kita bisa mengajarkan sejarah Pancasila, nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila, fungsi Pancasila dan pentingnya Pancasila di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari agar generasi milenial berniat memahaminya.

Bangsa Indonesia saat ini sudah merdeka, kita sudah tidak perlu lagi melawan penjajah dari bangsa lain. Untuk menghargai jasa para pendahulu kita, kita bisa mengikuti jejak pendahulu kita yang berjuang dahulu salah satunya dengan mengamalkan dasar negara dan pandangan hidup bangsa kita, bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Karena para pendahulu kita berharap agar bangsa ini menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Saat ini tujuan para pendahulu kita ini sudah mulai luntur dan tidak sesuai yang diharapkan. Dengan keadaan yang seperti ini kita bisa memulai perbaikan dengan cara memahamkan masyarakat Indonesia terutama generasi milenial sebagai penerus bangsa akan pentingnya Pancasila dalam kehidupan di Indonesia. Jika kita menghayati Pancasila kita bisa memahaminya dan bisa mengamalkannya. Kita bisa memulainya dari diri kita sendiri dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkannya kepada orang lain.

Jika nilai nilai Pancasila telah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari maka Indonesia akan menjadi negara dengan identitas nasional yang dikenal di seluruh dunia sehingga bisa memajukan perekonomian bangsa kita tercinta , Indonesia.

Mahasiswa PLN PENS 2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

    Processing files…