Kamis, Januari 21, 2021

Ocehan Fahri Hamzah Soal Aksi Teroris, Ngelantur!

Fatsoen Politik di Tahun Politik

Dinamika politik di Indonesia kian lama, kian menampakan wajah para pelakunya (politikus). Pasca deklarasi cawapres yang telah dilakukan oleh kedua poros terkuat Jokowi dan...

LGBT, Moral, dan Eksistensi Negara

Baru baru ini beredar tentang isu adanya larangan orang-orang yang memiliki disorientasi seksual (Leabian Gay Bisexsual Transgender) untuk mendaftar CPNS yang kemudian dianggap merupakan...

Butuh Berapa Banyak Lagi Korban Kekerasan Seksual di Indonesia? Katakan!

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2002, bulan Juli. Seorang gadis cilik berpakaian putih-merahnya pulang dari sekolah, senang karena besok tidak perlu bangun pagi alias...

Nasib Honorer Siapa yang Memperhatikan?

Pendaftaran CPNS sebentar lagi akan digelar baik tingkat daerah maupun tingkat pusat, bahkan formasi dan kuota CPNS pun telah diumumkan. Namun ada hal yang...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Keberadaan sosok Fahri Hamzah dan Fadli Zon, ‘bagai pinang dibelah dua’. Dua elit parpol yang berkantor di Senayan ini, gayanya sangat mirip dan sulit untuk dibedakan. Keduanya sama-sama ngomong ngelantur, terkait aksi teroris yang belum lama ini meledakkan bom di tiga gereja Surabaya.

Dua orang ini memang tidak kembar identik secara fisik, tetapi mereka selalu kompak mengeluarkan pernyataan-pernyataan nyeleneh yang membuat rakyat geram dan sakit hati. Fahri yang konon kabarnya sudah dipecat dari PKS, ogah hengkang dari Senayan dan tetap menunjukkan eksistensinya dengan berbagai komentar-komentar ngaco ketika mengeritik pemerintah. Elit parpol PKS yang uring-uringan melihat kelakuan Fahri, menemui jalan buntu untuk mendepak Fahri dari kursi DPR.

Dalam akun twitternya yang diunggah, Rabu 16 Mei 2018 lalu, Fahri merespon soal aksi teroris di Surabaya.

@Fahrihamzah: Musuh kita adalah pemerintah yang gagal membuat kita bersaudara sebab agama tidak ada yg mengajarkan kebencian…ajaran kebencian datang dari khotbah mereka yang gagal mengelola negara…perhatikanlah…

Dua hari sebelum Fahri ngoceh soal bom Surabaya, Fadli sudah menyatakan keberatan jika pemerintah menjadikan DPR sebagai ‘kambing hitam’ terkait regulasi terorisme.”Jangan seolah-olah karena gagal mengatasi (terorisme), undang-undang yang disalahkan. Yang salah jelas pemerintah dan aparat keamanan yang gagal mengamankan masyarakat,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Bukan sebuah kebetulan antara Fadli (Gerindra) dan Fahri (PKS) sama-sama berasal dari parpol oposisi dan substansi komentarnya soal aksi terorisme juga sama-sama menyalahkan pemerintah.

Nampaknya, antara Fahri dan Fadli ada semacam kesepakatan bersama untuk selalu duet dalam mengkritisi Pemerintah, walaupun hampir sebagian besar kritikannya tak bermutu dan menentang arus suara rakyat, terutama soal aksi bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya.

Keduanya sampai saat ini, masih nyaman-nyaman saja berkomentar. Padahal, setiap kali mereka berkomentar selalu memicu kemarahan rakyat. Sayangnya lagi, ratusan anggota DPR lainnya terkesan diam saja, cuek dan apatis terhadap tindak-tanduk Fahri dan Fadli yang dinilai rakyat sudah melampaui ambang batasnya sebagai wakil rakyat.

Elit politik Gerindra dan PKS juga sampai detik ini tidak pernah memberikan semacam teguran sedikitpun terhadap dua kadernya ini. Akibatnya, baik Fahri maupun Fadli seolah-olah merasa komentar mereka merupakan suara resmi parpolnya. Dengan kata lain, suara Fadli Zon adalah suara Gerindra dan suara Fahri Hamzah adalah suara PKS.

Saya berharap untuk masa-masa mendatang, rakyat harus lebih teliti lagi ketika memilih wakilnya untuk duduk di kursi DPR. Jangan sampai bangsa ini dipimpin oleh wakil-wakil rakyat yang bisa saja bersifat oportunis, rakus kekuasaan, bahkan sifatnya seperti sampah yang bau dan menjijikkan.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kedua politisi muda ini, rasa-rasanya Fahri dan Fadli diduga kuat sudah mulai kehilangan kendali diri dan melupakan sumpah jabatan sebagai wakil rakyat. Perhatiannya terhadap rakyat hilang ditelan hawa nafsu politik yang membabi buta.

Tak ada larangan anggota Dewan mengkritisi pemerintah karena memang itu salah satu fungsinya. Namun, kritik yang ngelantur dan ngawur justru bisa menjadi bom waktu yang akan merusak keutuhan bangsa. Kritik harus dilandasi etika dan sopan santun, fokus terhadap se buah kasus, mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan rakyat. Model kritik yang santun inilah yang tidak dimiliki Fahri dan Fadli. Seharusnya, Fahri dan Fadli memberikan contoh beradab dalam berkomentar maupun mengeritik, agar publik merasa nyaman secara psikologis maupun sosiologis.

Sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa fungsi DPR adalah sebagai lembaga kontrol terhadap Pemerintah. Namun, harus juga dipahami bahwa mengontrol dan mengeritik pemerintah, terkait aksi bom bunuh diri di Surabaya dengan memakai alat ukur kepentingan politik parpol dan hanya bertujuan untuk merebut kekuasaan adalah sebuah kesalahan besar yang tidak bisa ditolerir.

Kenapa begitu? Karena anggota DPR adalah wakil rakyat dan digaji oleh uang rakyat. Jadi, sangat tidak beradab kalau seorang politisi bicara hanya untuk parpolnya dan mengabaikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Terus, apakah Anda masih percaya dengan ocehan Fahri dan Fadli? Itu semua terserah Anda.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.