Selasa, Desember 1, 2020

Ocehan Andi Arief Strategi Selamatkan Elektoral Demokrat?

Era Sepak Bola Indonesia Baru Dimulai

Indonesia harus tersingkir pada gelaran piala AFF U-19 di babak semifinal. Timnas U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia pada sampai babak adu penalti....

Tumbangnya Politik Emak-Emak di Pilpres 2019

Emak-emak menjadi idola baru di panggung politik kita dewasa ini. Ia yang selama ini nyaris tidak pernah diperhitungkan dalam konstelasi perpolitikan kita, kini ia...

Annual Meeting World Bank-IMF: Prospek Pembangunan Indonesia

Meskipun semua mata tertuju pada Asian Games 2018 yang tengah berlangsung di Jakarta dan Palembang, namun bukan hanya itu kegiatan bergengsi internasional yang akan...

Sengketa Pemahaman Sila Ketuhanan yang Maha Esa

Pancasila merupakan topik yang tak lekang masa, ia kerap mewarnai linimasa publik. Baru saja, kita diramaikan dengan mundurnya Yudi Latif dari jabatan kepala Badan...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Masa depan Partai Demokrat diujung tanduk. Untuk selamatkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini, tidak ada kata lain ikut berselancar dalam hiruk-pikuk Pilihan Presiden 2019 mendatang. Dipilihlah Andi Arief sebagai aktornya?

Tidak ada pilihan lain, cara itulah yang dilakukan Demokrat untuk mendongkrak elektoral mereka. Yang mendekati ambang batas 4 %. Sementara hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan September-Oktober 2018, Partai Demokrat hanya memperoleh 4,8 %.

Angka 4,8 % ini sangat tidak aman bagi partai mantan penguasa ini. Kemungkinan akan turun terus hingga pelaksanaan coblosan. Pasalnya, praktis Demokrat tidak terdengar setelah gagal menempatkan putra mahkota Agus Harimurti Yudhoyono dalam helatan Pilpres 2019 mendatang.

Setelah itu, Demokrat seakan lenyap dari peredaraan Pilpres. Bahkan nyaris tidak dihitung dalam hiruk-pikuk Pilpres. Dalam koalisi partai pendukung pasangan nomor urut 2. Yang nampak Gerindra, PKS, PAN dan Partai Berkarya.

Kondisi ini sangat tidak menguntungkan Demokrat. Tidak ada kata lain. Demokrat menampilkan Wakil Sekretarisnya Andi Arief untuk berselancar. Mula-mula, kasus konteiner 7 juta kertas suara yang dihembuskan. Kabar yang ternyata hoaks tersebut, mampu menarik perhatian publik.

Apakah Permintaan PSI Dikabulkan SBY?

Selanjutnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang jadi sasaran berselancarnya Andi Arief. Kali ini dia menuduh partai anak muda ini, dalang dibalik penyebaraan Tabloid Indonesia Barokah.

Tuduhan tersebut dibantah Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak benar. Karena PSI tidak pernah membicarakan soal Tabloid itu.

Raja Juli juga meminta kepada Susilo Bambang Yudhoyono Pendiri Partai Demokrat, menertibkan Andi Arief. Agar tidak serampangan. Lalu apakah permintaan PSI dikabulkan?

Apabila melihat rekam jejak Andi Arief selama pelaksanaan Pilpres ini. Permintaan tersebut sangat mustahil. Pertama, saat Prabowo memutuskan Sandiaga Uno sebagai Calon Wakil Presidennya. Padalah saat itu Demokrat menginginkan AHY yang mendampingi Prabowo.

Melihat putusan Prabowo tersebut,  Andi Arif mengeluarkan ocehan.  Isinya,  keputusan Prabowo memilih Sandi karena adanya mahar 500 Miliar untuk Partai pendukung.

Kubu Prabowo dan partai koalisipun kebakaran jengot. Mereka ramai-ramai membantah tuduhan Andi Arif. Tuduhan tersebut mengada-ada.

Lalu apa reaksi Partai Demokrat atau SBY dengan tindakan Andi Arief. Meskipun jelas-jelas Demokrat masuk dalam koalisi pendukung Prabowo ? Tidak ada teguran ataupun klarifikasi pengurus Demokrat dengan manuver Andi Arief tersebut.

Bercermin dengan kasus mahar 500 Miliar ini,  sangat mustahil permintaan PSI agar SBY menegur Andi Arief. Sebalinya terjadi pembiaraan apa yang dilakukan  Andi Arief.

Lalu pertanyaanya, apa yang dilakukan Andi Arief bagian dari strategi politik Partai Demokrat untuk menyelamatkan dari jurang degradasi pemilu 2019? Pertanyaan ini akan terjawab seiring dengan perjalanan kampanye. Apakah Andi Arief menjaga ocehannya. Atau bakal ada lagi ocehan yang dilemparkan Andi Arief.

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

Eksistensi dari Makna Ujaran Bahasa Gaul di Media Sosial

Bahasa Gaul kini menjadi tren anak muda dalam melakukan interaksi sosial di media sosialnya baik Instagram, facebook, whats app, twitter, line, game online dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.