Jumat, Oktober 30, 2020

Nusron Wahid, Sebabkan Kegaduhan Golkar Jabar?

Peluang Usaha dengan Menggunakan Tekstil

Seperti yang tertera pada peta jalan making Indonesia 4.0, Indonesia menargetkan diri untuk masuk kedalam 5 besar dunia dalam memprodusen tekstil dan produk tekstil...

Hal Kontroversi Dilakukan Trump?

Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang terpilih pada (9/11/2016) silam, cukup menarik perhatian masyarakat luar maupun dalam negeri. Trump berhasil mengakhiri dominasi masa...

Intense Conflict "Agone" Roma 8 : 14

INTENSE CONFLICT "AGONE" - ROMA 8: 14 "semua orang yang dipimpin ROH ALLAH adalah anak ALLAH Kata Dipimpin berasal dari bahasa Gerika (Bahasa PB)...

COVID-19 dan Bukti Kegagalan Pendidikan di Indonesia

Umuk menjadi hobi masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Umuk biasa dilakukan di warung kopi, pos ronda, warung sayur dan tempat berkumpul lainnya. Bahkan media sosial....
gilangTP
Masyarakat biasa yang bekerja seperti manusia kebanyakan

https://www.google.co.id/search?q=nusron+wahid&rlz=1C9BKJA_enID686ID686&hl=id&prmd=niv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiKn935kebVAhWLpI8KHY0GCTsQ_AUICigC&biw=768&bih=909#imgrc=nZO6wrmc2SVG6M:

Siapa yang tidak kenal Nusron Wahid, semua orang pasti mengenalnya apalagi di Pilkada DKI Jakarta, tim pemenangan Partai Golkar Jawa – Sumatera ini sempat menjadi ketua tim pemenangan Ahok – Djarot. Akan tetapi entah kenapa dirinya dilengserkan atau memang mengundurkan diri entah statment di media yang sering kali dahsyat.

Ternyata lengsernya Nusron bukan hanya soal statementnya saja yang terkadang seperti komedi akan tetapi dirinya rangkap jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) terlebih sebagai orang yang digaji dari Negara. Bahkan ketika banyak sindirian entah karet latex yang meral dirinya membela diri bahwa jadi ketua tim pemenangan apalagi di Pilkada dirinya tidak melanggar undang – undang, padahal dalam UU Pemilu ada dalam pasal 71 ayat 1 UU Pilkada.

Bukan hanya itu saja celotehan Nusron pun ketika disebuah acara televisi ILC, mempertontonkan humor segar bahkan dari yang segar menjadi panas, kalau dalam bahasa sunda disebut dengan Hareudang. Bahkan dalam 8 menit berbicara Nusron tampak mangundang simpati umat muslim hingga ratusan link berita menempatkannya bahkan dari 8 menit tersebut setiap 1 menitnya menampilkan decak kagum, sehingga banyak portal berita membagu setiap menitnya dengan pernyataan yang membuat hareudang.

Bahkan decak kagum nusron sendiri sehingga sang calon gubernur DKI Ahok pun sempat mentasbihkan kalau dirinya itu bukan ketua tim pemenangan, padahal dia sendiri mengakui dialah ketua tim pemenangan, Padahal Ahok sendiri tidak mengakuinya malah hanya disebut kordinator.

Bukan sekali dua kali pernyataan Nusron yang membuat tawa, terbaru kali pernyataannya yang membuat sakit perut adalah ketika dirinya mengatakan bahwa dalam pilkada Jabar Golkar masih membuka peluang untuk orang non kader bahkan langsung dijadikan Gubernur, padahal Golkar sudah mengusung Dedi Mulyadi ditambah pernyataannya bahwa dirinya sudah menyiapkan wakil untuk orang tersebut diantaranya Bupati Bekasi Neneng Khasanah, Walikota Bekasi Rahmat Effendi hingga anak dari istana kerajaan Indramayu yang hari ini menjabat sebagai anggota DPR RI Daniel Muttaqien. Menurut saya yang awam ini pernyataan Nusron bukanlah pernyataan resmi partai tapi pernyataan pribadi yang memang memilik humor sangat tinggi.

Terlebih dirinya ini salah satu tim pemenangan, seharusnya dirinya bisa menganalisa bagaimana akar rumput di Golkar sendiri yang sudah mantap mencalonkan Dedi Mulyadi, terlebih Dedi sendiri berhasil mengangkat Golkar menjadi nomor satu secara survey beda tipis dengan PDIP. Lalu Nusron dengan gagah bahwa Golkar masih membuka pintu untuk salah satu calon padahal Golkar sedang taaruf dengan PDIP di Jawa Barat.

Nusron seharusnya sadar bahwa Jawa Barat merupakan startegis secara politik, ketika Golkar dengan gagahnya mendukung Jokowi seharusnya dirinya tidak untuk berhumor ria yang membuat kader partai golkar Jawa Barat meradang. Padahal peta politik Jawa Barat itu sangat susah ditebak, apa yang dilakukan Dedi Mulyadi dengan bertaaruf dengan PDIP harus diapresiasi bahkan target koalisi yang permanen tersebut memenangkan 14 dari 16, apakah seorang nusron sudah terpikirkan ke araha sana? Apa hanya memikirkan sesuatu yang memang bukan kehendak partai golkar termasuk kader golkar Jawa Barat. Atau secara pribadi karena ada apa – apanya entahlah yang jelas Nusron Wahid memang jago berhumor ria yang membuat penonton berdecak kagum membuat geram Kader Golkar Se Jabar.

Kegeraman kader Golkar hari ini sudah bermunculan dimulai dari Majelengka, Garut bahkan hampir seluruh Jawa Barat mempertanyakan statemen canda nusron. Bahkan Bupati Bekasi dan Wali Kota Bekasi dengan jelas menolak pernyataan Nusron bahkan mereka mendukung penuh Dedi Mulyadi. Candaan Nusron apalagi labelnya sebagai tim pemenangan Golkar Sumatera – Jawa harus disadarinya besarnya partai bukan oleh kaum elit. Tapi arus bawah yang merupakan mesin utama partai, ketika mekanik partai membuat settingan carut marut maka mesin tersebut tidak akan jalan, terlebih Golkar Partai besar yang memiliki pengalaman sudah lama dalam peta perpolitikan, maka label sebagai tim pemenangan Jawa Sumatera harus dipertanyakan?.

Itu merujuk pada pilkada DKI dimana Nusron yang mengakui sebagai ketua tim pemenangan dirinya malah tidak diakui dan itu bukti bahwa celoteh Nusron sangatlah menghibur minimal oleh pembaca berita baik di media online ataupun dimedsos.

gilangTP
Masyarakat biasa yang bekerja seperti manusia kebanyakan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.