Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

NU yang “Nothing To Lose” di Jawa Timur

Di Balik Bebasnya Abu Bakar Ba’asyir, Kemanusiaan atau Strategi?

Masyarakat kita mungkin saja masih larut dalam euforia dan riuh-riuh debat pilpres beberapa waktu yang lalu, terutama sekali kalangan netizen maha benar yang jarinya...

Tangisan Perempuan, Tanggung Jawab Bersama

Negara yang selama ini masuk nominasi sebagai negara yang aman bagi perempuan harus menerima kenyataan yang pahit. Pada 21 Juli 2018 penduduk Belanda dan Indonesia...

Kriminal dalam Dunia Digital

Hampir setiap saat kejahatan terjadi dan menghantui bumi pertiwi. Para presenter di layar televisi pun tak pernah lelah memberi informasi dari berbagai penjuru negeri....

Himbauan MUI Jatim tentang Salam Lintas Agama

Belakangan ini, masyarakat Indonesia terutama di Jawa Timur ramai membicarakan isi surat edaran Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur (selanjutnya: MUI Jatim) mengenai himbauan agar...
Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)

Tidak terasa Pakde Karwo dan Gus Ipul sudah dipenghujung kepengurusan. Setelah ini akan terjadi pegantian gubernur beserta wakil gubernur untuk provinsi Jawa Timur. Yang menjadi menarik ialah akan ada kepala daerah baru, karena Pakde Karwo sudah dua kali menjabat. Nama yang sudah rilis dari KPU Jawa Timur secara resmi merupakan pasangan Gus Ipul-Puti dan Khofifah-Emil Dardak. Dari dua nama mulai muncul keseruan baru dalam pilgub Jatim ini.

Sebuah perhelatan semacam ini memang tidak pernah terlepas dari peran partai politik yang sangat kuat sebagai media penggalang suara. Namun beda halnya dengan Jawa Timur, dimana parpol sejatinya tidak terlalu ngefek. Jawa Timur ini merupakan basis dari organisasi masyarakat bercorak Islam yang bernama Nahdlatul Ulama.

NU disini adalah motor penggerak masyarakat. Organisasi keislaman yang sekarang masih diketuai oleh KH. Said Aqil Siroj ini tergolong sangat masif di Jawa Timur, terutama di daerah tapal kuda seperti Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Pasuruan dan Bondowoso.

Lalu kenapa NU? Pastinya karena kedua calon ternyata merupakan kader NU, jadi posisi NU sekarang benar-benar nothing to lose. Siapapun yang menang, tetap kader NU yang akan memenangkannya. Terlepas dari seperti apapun perhelatan di Jawa Timur, pusat sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak condong kepada siapapun. Benarkah?

Dengan PKB mendekat kepada Gus Ipul memperkuat sketsa bahwa NU masih agak berat sebelah di Gus Ipul dan seperti menganaktirikan Khofifah. Kenapa demikian? Karena berbagai partai Islam yang ada di Indonesia, PKB lah yang sama-sama Aswaja’ seperti NU. Namun tidak begitu mudah memaknai seperti itu, Khofifah pun merupakan alumni PMII yang notabene juga dekat dengan NU, terlepas adapun organisasi kemahasiswaan bernamakan KMNU sebagai tempat silaturahmi mahasiswa yang berasal dari keluarga Nahdliyin.

Sekarang mari kita lihat komposisi partai pendukung. Gus Ipul-Puti dicalonkan oleh PKB, PDIP dan Gerindra, sedangkan Khofifah-Emil diusung oleh Partai Demokrat (dimana sekarang Pakde Karwo menjadi juru kampanye dari musuh dua periodenya), Golkar, Hanura dan PPP.

Dari komposisi partai, sebenarnya di wilayah-wilayah bisa terlihat bahwa kepala daerah tingkat kabupaten-kota sejatinya didominasi oleh Gus Ipul dan Puti, sedangkan yang mengusung Khofifah dan Emil hanyalah partai minoritas. Akan tetapi, faktor partai tidaklah begitu menentukan, kembali lagi, bahwa penentu ada di NU. Tapi penentuan tersebut mayoritas berada di daerah tapal kuda.

Selain tapal kuda, ada wilayah lain dimana juga menjadi bagian penentu, yakni wilayah mataraman, wilayah arek dan madura (ada pula yang menyebutkan bahwa madura masuk tapal kuda). Mataraman hingga sekarang masih lah abu-abu, belum terlihat gelagatnya ikut kemana.

Begitupula wilayah arek seperti Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Menariknya, Gus Ipul-Puti sudah ancang-ancang untuk menarik wilayah arek dengan menggandeng Via Vallen dan Nella Kharisma masuk kedalam tim sukses mereka berdua. Sedangkan gelagat dari Khofifah-Emil belum terlihat sampai detik ini untuk menarik simpati penduduk di wilayah arek. Mungkin mereka mengincar daerah mataraman.

Kembali lagi ke awal judul dan juga menjadi kesimpulan dari opini ini. Siapapun yang berhasil menjadi Gubernur Jawa Timur untuk lima tahun kedepan setelah Pilgub Jatim 2018 ini, tetaplah kader NU yang akan menduduki Jawa Timur, NU akan jaya dan tidak akan merugi (nothing to lose).

Memang, penentu nasib merupakan mayoritas dalam demokrasi, dan mayoritas di provinsi Jawa Timur merupakan keluarga nahdliyin. Harusnya dan pastinya pasca pilgub Jatim mereka berdua akan rukun lagi, karena sama-sama kader NU. Inilah Jawa Timur, tenang dan menengangkan.

 

Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.