OUR NETWORK

Novel Anak Okky Madasari

Lebih lanjut, penamaan tokoh Matara atau Mata dalam cerita-cerita Okky di novel anak yang ditulisnya terinspirasi langsung dari nama anak perempuannya, Mata Diraya.

Okky Madasari akhirnya memutus panjangnya mata rantai keringnya literasi tentang anak-anak lewat novelnya berjudul; “Mata dan Rahasia Pulau Gapi” yang dirilisnya pada 19 November 2018 yang lalu. Buku itu merupakan seri kedua dari novel anak yang dirilisnya tahun ini, setelah pada januari 2018 yang lalu, Okky merilis novel anak pertamanya yang berjudul “Mata di Tanah Melus” sebagai bagian dari tetralogi dari perjalanan seorang anak bernama Matara yang menjalahi pelbagai wilayah di Nusantara.

Lebih lanjut, penamaan tokoh Matara atau Mata dalam cerita-cerita Okky di novel anak yang ditulisnya terinspirasi langsung dari nama anak perempuannya, Mata Diraya.

Okky Madasari yang selama ini kita kenal lewat ragam esai dan novel-novelnya yang syarat dengan kritik sosial, seperti; Entrok (2010), 86 (2011), Maryam (2012), Pasung Jiwa (2013), Kerumunan Terakhir (2016) dan Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2017) memilih melakukan inovasi dan kreasi dalam menyampaikan pengetahuan tidak hanya untuk orang dewasa tapi juga merangsang minat baca untuk anak-anak.

Secara esensial, apa yang dilakukan Okky merupakan upaya dalam menjawab ragam pertanyaan yang kerap muncul tak terduga dari setiap anak-anak. Sebab, pertanyaan terkait “siapa, apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana” atau yang kita kenal dengan akronim 5W1H yang ditekuni setiap pewarta berita dalam menyampaikan informasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertanyaan anak-anak dalam proses kebaruan pengetahuannya.

Bedanya penyampaian informasi untuk anak-anak dikemas dalam bentuk cerita yang imajinatif menyesuaikan konten yang disesuaikan dengan kapasitas pengetahuan yang mampu dicerna oleh otak mereka. Apakah itu dalam konteks pengetahuan yang dikemas dalam bentuk dongeng, komik atau visualisasi media berupa kartun atau animasi.

Namun, secara substansi karya yang ditulis Okky mengambil posisi berbeda dengan novel anak yang jamak kita temukan di toko-toko. Ia justru menulis cerita anak berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang dipadukan dengan mitos peradaban di wilayah Timur Indonesia yaitu Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Ternate, Provinsi Maluku Utara. Artinya, ada kebaruan ilmu yang disampaikan Okky  dalam mengembangkan literasi anak terkait sejarah, sosiologi, geografi dan antropologi.

Verstehen

Tantangan utama menulis karya fiksi adalah pembaca harus merasakan setiap emosi, afeksi dan intuisi si penulis cerita. Artinya setiap bagian yang diceritakan harus memunculkan sensasi yang mengaduk-aduk perasaan pembacanya.

Terserah itu sedih, senang, haru ataupun marah, yang terpenting setiap penulis berhasil mengajak pembaca masuk kedalam dunianya. Ini pula yang membedakan karya fiksi dan karya ilmiah. Pada karya ilmiah, kesuksesan penulis atau peneliti diukur dari kemampuannya membuktikan teori atau menemukan teori baru.

Pada titik ini, Okky sukses menghidupkan sosok Matara lewat dua novel anak yang ia tulis dengan langsung menyelami konstruksi berfikir anak-anak. Berangkat dari asumsi yang ditulis Okky, mengatakan; “setiap anak selalu percaya tak ada cerita yang tak nyata”, ia berdiri pada paradigma konstruktivis  melalui penafsiran (hermeneutik) serta pemahaman (interpretive understanding) dengan memusatkan perhatiannya terhadap relasi individu dengan lingkungannya.

Okky seakan menghidupkan sosok Matara lewat konsep verstehen-nya Max Weber yang diinterpetasikan tidak terpisah dari kehidupan sosial sejarah peradaban lokasi cerita. Pada bahasa yang lebih sederhana verstehen berarti pemahaman interpetatif sebuah fenomena sosial dengan menyelami permasalahan dengan sistematis, berbasis fakta dan mendalam tanpa meninggalkan hubungan sebab-akibat (kausalitas) dalam memahami simbol dan teks.

Hal ini yang terlihat dalam dua novel anak yang ia tulis tentang fakta yang benar-benar dicari, dirangkum dan ditemukan sebagai penguat cerita. Meskipun harus diakui, Okky menyisipkan hal-hal yang sifatnya fiksi dalam ceritanya, seperti; manusia separuh buaya, ratu kupu-kupu, laba-laba penjaga benteng pusaka dan kucing hitam yang bisa berbicara.

Akan tetapi jika kita telusuri lebih jauh, tokoh-tokoh imajinatif itu hanyalah media Okky dalam menyampaikan fakta agar anak-anak tertarik membaca. Tentu ini bukan soal baik atau buruknya cerita, tapi ini tentang cara pandang yang berbeda dalam menyampaikan fakta sembari menerangkan konteks pengetahuan, dan atau memancing minat baca anak.

Keberanian 

Pada lanskap yang berbeda terkait bacaan anak, kita tentu tidak bisa melepaskan peran orang dewasa. Sebab, pengetahuan awal anak-anak selalu didapatkannya dari keluarga dan lingkungan ia menjalani hidup sehari-hari.

Disadari atau tidak, saat ini, kita hidup di era pasca-kebenaran (post-truth) yang mana orang lebih suka mengaitkan cerita yang mengkombinasikan perasaan dan keyakinan dengan mengabaikan fakta dan kebenaran.

Artinya Okky terbilang berani menulis novel anak dengan gendre seperti ini jika ukurannya sekadar permintaan pasar. Sebab, jenis novel ini bertolak belakang dengan cerita yang banyak digemari orang-orang penganut post-truth yang korespondensi kebenarannya harus didukung oleh corak ilmu pengetahuan positivistik yang harus ada fakta empiris dan bisa diakses panca indera.

Pun pada bagian yang berbeda terkait pengambilan setting cerita di Ternate dan Belu menunjukkan sikap kritis Okky terhadap permasalahan sosial yang kerap terlewatkan dari diskusi kampus, pemberitaan media dan pembahasan elit pemangku kebijakan.

Mengingat kedua lokasi itu merupakan bagian dari wilayah Indonesia Timur yang tertinggal jauh soal literasi karena tingginya angka buta huruf. Artinya mengkonstruksikan kembali peradaban Indonesia Timur dalam bentuk cerita anak semakin menunjukkan kontribusinya dalam menumbuhkan budaya literasi. Pun metode ini bagian dari upaya dari Okky Madasari dalam memperkenalkan pengetahuan sejak dini pada anak-anak.

Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Politik UNPAD. Dosen dan peminum kopi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…