Jumat, Februari 26, 2021

Negara Sontoloyo dan Revolusi Mental

Berfilsafat Politik Bareng Semar?

Dalam pewayangan tentu kita tak asing dengan tokoh punakawan “Semar”. Karena merupakan tokoh asli ciptaan pujangga Jawa, maka nama Semar tidak akan ditemukan dalam...

Teknologi dan Janji Pemerataan Pendidikan

logan di atas gencar dipromosikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui sebuah situs belajar bernama Rumah Belajar, guru dan siswa dapat mengakses berbagai macam materi...

PAN, Kursi Terbang dan Kemunduran Kader

Partai Amanat Nasional (PAN) pada hari Selasa, 11 Februari 2020 menyelenggarakan kegiatan kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan momentum untuk melihat kembali...

Menitipkan NKRI Kepada Santri

MENITIPKAN NKRI KEPADA SANTRIOleh: Rosidi Bahri, Santri Asli SumenepKunjungan Presiden Joko Widodo ke berbagai Pondok Pesantren di Indonesia yang dikemas dengan beragam acara, membuktikan...
Indah Haryani
A traveler of life

“Ini saya kira bukan jamannya lagi menggunakan kampanye politik adu domba, politik pecah belah, politik kebencian. Jaman sekarang sudah politik adu program, kontestasi program, adu gagasan, adu ide, adu prestasi, adu rekam jejak. Kalau masih pakai cara-cara lama, itu namanya politik sontoloyo” ujar Jokowi dalam wawancara media seusai membuka Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Pernyataan Presiden tersebut memang sangat menarik untuk disimak dan dicermati, khususnya terkait dengan pesan moral yang ingin disampaikan. Fenomena yang terjadi dalam dunia perpolitikan saat ini memang seringkali mengarah kepada isu-isu non fundamental, seperti perilaku nyinyir, penggunaan isu SARA, serta penyebaran fitnah dan hoax, mulai dari rumah kardus hingga muka plastik.

Ungkapan “politik sontoloyo” yang terucap dari Presiden Jokowi merupakan suatu reaksi yang spontan akibat perkembangan perpolitikan di Indonesia yang cenderung semakin kurang kondusif. Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh permasalahan krisis karakter di masyarakat  sehingga mudah untuk diprovokasi.

Atas dasar itulah, Jokowi mengingatkan kita semua agar tidak larut dalam perseteruan atau konflik yang tidak produktif dan tidak memiliki manfaat sama sekali bagi kehidupan berbangsa. Perilaku politik kita seharusnya lebih menyentuh isu fundamental dan lebih produktif atau bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Berikan program kebijakan apa yang paling efektif untuk mengatasi isu kemiskinan atau bombardir program-program ketimpangan ekonomi. Hal seperti ini yang seharusnya dibiasakan oleh para politisi kita untuk diperdebatkan dan didiskusikan, sehingga akan melahirkan sebuah ide dan gagasan yang lebih genuine dan terukur untuk mengatasi permasalahan yang sering muncul di Indonesia.

Mengarahkan dan membawa suatu negara dengan menanamkan karakter dalam kemajemukan pada masyarakatnya sepertinya memang sangat penting, sehingga diharapkan dapat menekan perpecahan yang sangat rentan terjadi.

Harus diakui bahwa negara ini sedang berproses untuk menorehkan capaian positif pada perubahan cara pikir dan cara kerja yang alurnya akan membawa perubahan pada cara hidup berbangsa. Perhelatan Asian Games dan Asian Para Games contohnya, yang kemudian kita rayakan bersama dengan rasa bangga.

Terasa betul bagaimana kemudian ajang olahraga itu menyatukan perbedaan, etnis, umur, bahkan pandangan politik. Di sini kita bisa lihat ada pilar-pilar integritas, etos kerja, dan gotong royong, semangat kebersamaan untuk menorehkan prestasi. Hal-hal inilah yang kemudian digunakan sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.

Ajang olahraga internasional yang dihadiri oleh negara-negara di Kawasan Asia tersebut telah menghasilkan triliunan rupiah bagi ekonomi. Capaian yang nyata dan terukur seperti ini perlu terus menjadi standar keberhasilan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu negara.

Tapi yang kemudian tak disadari oleh masyarakat adalah wujud kesatuan dan berkembangnya nilai moralitas publik. Nilai-nilai rasa yang merupakan produk dari budaya dengan sistem nilai yang berlaku dan terbangun sejak lama sehingga dapat diterima lingkungan masyarakat dan akhirnya terimplementasikan. Bagaimanapun juga, arahnya tentu saja agar dapat memberi pengaruh pada potensi konflik dan prasangka antar kelompok masyarakat semakin berkurang, dan tak kalah penting mencegah radikalisme tentunya.

Lalu yang juga bisa secara bersama kita rasakan adalah perubahan-perubahan dalam proses birokrasi, inovasi pelayanan publik, gerakan bersih sanitasi publik, gerakan masyarakat sehat, gerakan sekolah bersih dan bebas intimidasi, pengurangan sampah plastik, serta peningkatan rasio kewirausahaan.

Terkait dengan tingkat rasio kewirausahaan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari sebesar 1,65 persen di tahun 2014, meningkat 2 kali lipat (3,1 persen) di tahun 2016. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga 5 persen di akhir tahun 2018. Hal ini memberikan sinyal positif bagi berkembangnya jiwa kewirausahaan masyarakat di tengah upaya pemerintah dalam mendorong sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kondisi ini telah menjadi bukti nyata sekaligus sebagai tonggak dimulainya suatu perubahan ke arah yang lebih baik dalam fondasi revolusi mental.

Proses penyembuhan luka dalam krisis karakter negara ini sesungguhnya mulai menunjukkan perkembangan ke arah perbaikan. Meskipun masih ada luka-luka di beberapa tempat yang belum tertangani, itu hanya masalah waktu.

Karena pada akhirnya, masyarakat kita sudah mulai memahami tujuan bersama dan mampu menghasilkan generasi unggul untuk menuju Indonesia maju dengan gerakan perubahan dan mental-mental yang ter-revolusi. Jadi, pesan bagi para politikus yang sedang sangat ingin menjadi wali masyarakat dalam kemajuan bangsa,  keluarkan narasi dan program-program membangun untuk negaramu dan buang kesontoloyoanmu!

Indah Haryani
A traveler of life
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.