OUR NETWORK

Nasib Manusia Indonesia dalam Perbedaan

“Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, lumpur-lumpur kotor. Tetapi suatu saat di mana kita tak dapat menghindari diri lagi maka terjunlah” Soe Hok Gie

Dalam kehidupan di masyarakat memang perbedaan tak bisa dihindari, baik itu perbedaan dalam pendapat, kepercayaan, atau hal lainnya. Dalam lingkup kecil seperti RW, RT, atau keluarga sudah dapat terjadi sebuah perbedaan apalagi dalam lingkup besar seperti negara.

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar dan memiliki keanekaragaman yang mencolok, mulai dari beberapa agama yang ada di Indonesia, kebudayaan, bahasa yang begitu banyaknya membuat manusia Indonesia harus menerima nasib dalam perbedaan ini.

Dalam hal politik pun tidak luput pula dari perbedaan. Ada yang berkata bahwa perbedaan pilihan dalam politik menyebabkan persaudaraan retak, saudara menjadi musuh, serta melakukan aksi saling jegal dan tendang.

Tahun politik pun mulai terasa auranya. Calon-calon pun wajahnya sudah rajin terpampang di baliho-baliho sepanjang jalan dan di bawah foto ada embel-embel yang sudah lama kita ketahui.

Berbicara politik memang tidak ada habisnya dan rampungnya. Salah seorang aktivis yang bernama Soe Hok Gie pernah berkata “Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, lumpur-lumpur kotor. Tetapi suatu saat di mana kita tak dapat menghindari diri lagi maka terjunlah”.

Ketika orang yang menganggap dirinya baik tidak hadir dalam pergolakan politik maka dunia politik akan diisi oleh orang-orang yang licik dan mementingkan kelompoknya, sehingga akan menghasilkan perjalanan roda pemerintahan menjadi oleng dan rakyat memutuskan untuk tidak percaya kepada wakil-wakilnya karena juga disebabkan beberapa hal, salah satunya wakil-wakil tidak ingin dikritik.

Bagaimana jika memilih pemimpin yang seiman sedangkan ada pemimpin yang berbeda kepercayaan? Lagi-lagi hal ini menimbulkan perbedaan dalam pilihan politik dan masih kita ingat bagaimana ramainya pemilihan beberapa waktu lalu, sehingga timbul  kesan pilgub rasa pilpres.

Perang melalui media sosial pun terjadi, kritik dan salin serang pun ramai di timeline. Semua dilakukan hanya untuk mendukung calon yang mereka pilih. Indonesia memang kaya dalam hal perbedaan, termasuk politik.

Konsen masyarakat sekarang sudah mulai dalam pembahasan tentang calon presiden. Siapa pun nanti yang terpilih itu adalah hasil dari perjuangan yang berbeda-beda, agar kehidupan politik yang kotor menurut Soe Hok Gie menjadi lebih lumayan bersih maka sebagai masyarakat harus mendukung sang pilihan, dan yang dipilih diharapkan menerima dengan lapang dada jika dikritik. Apa gunanya demokrasi jika kritik dibungkam sehingga menimbulkan ricuh dan demo di mana-mana.

Penulis mencoba menggambarkan kehidupan Indonesia adalah jalan hidupnya Bis antar kota yang di dalamnya banyak penumpang dengan sifat, tujuan, jabatan berbeda. Namun, mereka memilik satu tujuan untuk sampai tujuan yang dipimpin oleh seorang presiden yang bernama sopir dan wakil presiden yang bernama kondektur.

Penjahat negara yang digambarkan sebagai copet kadang ada dan meresahkan, mengambil apa yang bukan haknya, serta tidak peduli dengan nasib orang lain. Sebenarnya kita sudah diajarkan untuk hidup dalam perbedaan. Namun, mengapa begitu sulit menerima perbedaan dalam hal politik?

Memang kursi itu sangat nyaman untuk diduduki, dan kursi yang nyaman juga kadang dipengaruhi oleh harga dan kemampuan pembeli. Adanya perbedaan memang membuat kehidupan menjadi berwarna dan pastilah menjadi kehidupan yang muram jika kehidupan hanya diisi oleh satu aspek saja.

Adakah perbedaan yang indah? Adakah perbedaan politik yang indah? Semua pertanyaan tersebut bisa dijawab jika kita mau melebur. Perbedaan yang indah dan sederhana semisal dalam kehidupan beragama adalah mengucapkan selamat hari raya kepada teman berbeda agama meskipun ada yang melarang karena dianggap menggoyahkan akidah walaupun itu adalah hanya sebuah ucapan.

Lantas jika ada pelarangan tersebut bagaimana nasib seorang pemimpin di wilayah Indonesia yang jelas-jelas beraneka agama ini? Apakah ada hukum lain? Tidak, kita sudah ditugaskan Tuhan untuk hidup dalam perbedaan, dan kunci untuk menjaga keutuhan itu agar tetap damai dan indah adalah dengan toleransi.

Toleransi adalah teman-teman tidak merusuh kegiatan teman-teman lain yang berbeda hal dan keyakinan, asal hal dan keyakinan itu dalam kebaikan. Sebagai manusia yang dinobatkan sebagai makhluk sosial serta saling membutuhkan orang lain, dan kita tahu sendiri jika kita hidup dalam perbedaan dengan orang banyak, jika kita tidak bertoleransi dan tidak kunjung berdamai dengan kelompok yang berbeda pandangan, lantas siapa yang paling baik? Kelompokmu atau kelompok mereka?

Kita yang paling baik jika kita bisa bersatu dan menyongsong kedamaian dalam perbedaan meskipun dalam hal politik juga. Mendukunglah sesuai dengan hatimu. Namun, terima sajalah dan dukunglah siapa nantinya yang akan terpilih. Sadar atau tidak bahwa seringkali kerusuhan dan ricuhnya negeri ini dengan alasan perbedaan disebabkan oleh masyarakatnya sendiri, dan yang bisa mendamaikan adalah masyarakatnya sendiri. Kapan kita menjalankan jalan perpolitikan yang damai dan adil serta wakilnya mau dikritik?

Lalu agamanya siapa yang paling menghargai perbedaan? Semua agama memiliki misi dan perintah untuk melakukan kebaikan. Bagiku seluruh agama menghargai perbedaan. Ketika hari raya satu agama maka agama lain pun menghormati, lima kali sehari adzan pun agama lain tidak protes, hari raya nyepi pun syahdu tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan memang dilahirkan di tubuh Indonesia sebagai sebuah karunia dan menunjukkan jika Indonesia itu besar dan harus damai. Dan yang bisa mendamaikan negara ini adalah kita, manusia Indonesia.

Penulis lepas - Tim Redaksi Visionergroup.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…