Sabtu, Januari 16, 2021

Nasib Bola di Masa Pandemi Corona

Membawa Ketakwaan Puasa Ramadhan di Luar Bulan Ramadhan

Baru saja umat Islam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Di mana, tingkat ketakwaan seseorang ketika beribadah puasa cukup tinggi. Berbagai macam ibadah dilaksanakan,...

Bursa Capres dan Cawapres 2019

Perhelatan Pilpres 2019 kini mulai semakin terasa, walaupun pelaksanaannya masih tahun depan. Semarak euforia bursa capres dan cawapres kini tengah menggema di bumi nusantara....

Pajak dan Jalan Rusak, Dari Siapa untuk Siapa?

Akses jalan di desa Canga'an rusak berat menghambat kelancaran arus kendaraan yang melewati jalan tersebut. Ditandai dengan lubang yang menghiasi jalan selama berbulan-bulan. Diketahui...

Mengingkari Sumpah Pemuda

Empat tahun silam tepatnya musim kampanye pilihan presiden (pilpres) tahun 2014, puluhan orang yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Pilpres Berkulitas mendesak KPU untuk...
Tegar Santoso
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD

Dalam beberapa bulan terakhir dunia berduka disebabkan adanya wabah virus Korona (Covid-19). Virus tersebut membuat seluruh warga dunia merasa terancam dan bahkan mengganggu aktivitas yang dilakukan para warga sekitar karena kehadirannya pandemi ini. Salah satunya yaitu juga mengancam sepak bola seluruh dunia yang harus ditunda, dan ada juga yang harus dibatalkan sampai hari yang tidak ditentukan, hal ini sangat disayangkan karena menimbulkan banyak kerugian.

Beberapa daftar liga yang ditunda atau dibatalkan karena adanya Covid-19 adalah sebagai berikut, pertama ada Liga Inggris. Liga ini masa liburnya kembali diperpanjang dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Sebelumnya sudah dua kali Premier League memberikan rehat saat ditengah pandemi ini sampai ditanggal 3 April kemarin, namun keputasan itu kembali diubahnya sampai tanggal 30 April, karena melihat dari kondisi saat ini yang semakin tidak membaik dan tidak aman. Liga Inggris harus menyesuaikan keadaan sampai semuanya pulih kembali. Pembatalan liga yang terjadi saat ini membuat gaji para klub-klub Premie League juga ikut terancam, yaitu dengan adanya pemotongan gaji hingga 30 persen.

Kedua, bukan hanya Liga Inggris saja, Liga Champions Asia pun juga harus ditunda. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus memikirkan berbagai cara untuk menghadapi persoalan tersebut. Covid-19 menjadi acaman keras bagi klub sepak bola,  hal ini yang mengakibatkan sebagian dari klub Tiongkok melakukan absen di bulan April kemarin.

Keberadaan virus Covid-19 juga merugikan berbagai pihak, seperti halnya pertemuan yang seharusnya dilakukan oleh kawasan timur dalam melakukan pertemuannya di Kuala Lumpur pada tanggal 2 maret silam, bahkan tidak hanya itu saja, pertandingan ini juga melibatkan beberapa klub Tiongkok yang harus diubah.

Ketiga, juga datang dari Liga Champions Asia Tenggara. Federasi sepak bola ASEAN menunda penyelenggaraan Piala AFF U-16 dan U-19 yang akan digelarkan di tahun 2020 ini di tanah air menanti, namun karena adanya Covid-19 ini, menjadikan adanya penundaan kegitan tersebut. Tak hanya itu saja AFF juga harus menunda penyelenggaraan ASEAN Club Champions (ACC) yang sudah sangat dinanti-natikan di tahun ini, penundaan penyelenggaraan ASEAN Club tersebut resmi ditunda sampai 2021 mendatang.

Semakin meluasnya wabah Covid-19, membuat nasib pertandingan sepak bola harus dibatalkan dan bahkan harus diberhentikan sampai semuanya pulih kembali. Selain itu klub-klub sepak bola pun juga ikut terancam dengan mengalami banyak kerugian yang harus ditanggung karena penyebab pandemi ini.

Adanya masalah karena Covid-19 tersebut juga mengakibatkan semua elemen yang tergabung dalam klub sepak bola tahun ini harus memutar otak untuk mencari jalan keluar agar bisa merealisasikan yang sudah tertunda, walaupun dengan banyak kerugian yang mereka sudah alami.

Namun, para suporter tak patah semangat dan mendoakan yang terbaik terkait persoalan yang melanda dunia sepak bola yaitu dengan harapan dapat terselesaikan dengan baik, dan bisa pulih kembali, sehingga kompetisi sepak bola pun juga bisa kembali berjalan seperti sediakala.

Tegar Santoso
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.