Jumat, Februari 26, 2021

Nasib Bola di Masa Pandemi Corona

Sengketa Perbatasan Era Pandemi

Konflik Tiongkok-India beberapa waktu terakhir menelan korban jiwa pada kedua belah pihak. Konflik militer ini menegaskan empat dekade problem perbatasan yang membayangi kedua belah...

Demokrasi Transaksional

Legitimasi yuridis demokrasi dalam sistem hukum nasional Indonesia memang baru diakui sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945) pada tanggal...

Menanyakan Kembali Fenomena Gantung Diri di Gunungkidul?

Tingginya angka bunuh diri di Indonesia menjadi masalah universal. Prevalensi angka bunuh diri di sini terus meningkat setiap tahunnya. Data terakhir pada tahun 2016,...

Wajib Pajak di Era Digital

Revolusi industri 4.0 nampaknya sudah tak terbendung lagi keberadaannya di depan mata. Perkembangan teknologi dan informasi memang tidak dapat dipungkiri akan sangat lekat dalam...
Tegar Santoso
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD

Dalam beberapa bulan terakhir dunia berduka disebabkan adanya wabah virus Korona (Covid-19). Virus tersebut membuat seluruh warga dunia merasa terancam dan bahkan mengganggu aktivitas yang dilakukan para warga sekitar karena kehadirannya pandemi ini. Salah satunya yaitu juga mengancam sepak bola seluruh dunia yang harus ditunda, dan ada juga yang harus dibatalkan sampai hari yang tidak ditentukan, hal ini sangat disayangkan karena menimbulkan banyak kerugian.

Beberapa daftar liga yang ditunda atau dibatalkan karena adanya Covid-19 adalah sebagai berikut, pertama ada Liga Inggris. Liga ini masa liburnya kembali diperpanjang dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Sebelumnya sudah dua kali Premier League memberikan rehat saat ditengah pandemi ini sampai ditanggal 3 April kemarin, namun keputasan itu kembali diubahnya sampai tanggal 30 April, karena melihat dari kondisi saat ini yang semakin tidak membaik dan tidak aman. Liga Inggris harus menyesuaikan keadaan sampai semuanya pulih kembali. Pembatalan liga yang terjadi saat ini membuat gaji para klub-klub Premie League juga ikut terancam, yaitu dengan adanya pemotongan gaji hingga 30 persen.

Kedua, bukan hanya Liga Inggris saja, Liga Champions Asia pun juga harus ditunda. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus memikirkan berbagai cara untuk menghadapi persoalan tersebut. Covid-19 menjadi acaman keras bagi klub sepak bola,  hal ini yang mengakibatkan sebagian dari klub Tiongkok melakukan absen di bulan April kemarin.

Keberadaan virus Covid-19 juga merugikan berbagai pihak, seperti halnya pertemuan yang seharusnya dilakukan oleh kawasan timur dalam melakukan pertemuannya di Kuala Lumpur pada tanggal 2 maret silam, bahkan tidak hanya itu saja, pertandingan ini juga melibatkan beberapa klub Tiongkok yang harus diubah.

Ketiga, juga datang dari Liga Champions Asia Tenggara. Federasi sepak bola ASEAN menunda penyelenggaraan Piala AFF U-16 dan U-19 yang akan digelarkan di tahun 2020 ini di tanah air menanti, namun karena adanya Covid-19 ini, menjadikan adanya penundaan kegitan tersebut. Tak hanya itu saja AFF juga harus menunda penyelenggaraan ASEAN Club Champions (ACC) yang sudah sangat dinanti-natikan di tahun ini, penundaan penyelenggaraan ASEAN Club tersebut resmi ditunda sampai 2021 mendatang.

Semakin meluasnya wabah Covid-19, membuat nasib pertandingan sepak bola harus dibatalkan dan bahkan harus diberhentikan sampai semuanya pulih kembali. Selain itu klub-klub sepak bola pun juga ikut terancam dengan mengalami banyak kerugian yang harus ditanggung karena penyebab pandemi ini.

Adanya masalah karena Covid-19 tersebut juga mengakibatkan semua elemen yang tergabung dalam klub sepak bola tahun ini harus memutar otak untuk mencari jalan keluar agar bisa merealisasikan yang sudah tertunda, walaupun dengan banyak kerugian yang mereka sudah alami.

Namun, para suporter tak patah semangat dan mendoakan yang terbaik terkait persoalan yang melanda dunia sepak bola yaitu dengan harapan dapat terselesaikan dengan baik, dan bisa pulih kembali, sehingga kompetisi sepak bola pun juga bisa kembali berjalan seperti sediakala.

Tegar Santoso
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.