Selasa, Januari 19, 2021

Mudik, Balik, dan Ilusi Urbanisasi

Modernisasi Sensus Penduduk

Satu dasawarsa telah berlalu. Tepat sepuluh tahun lalu, terakhir kali dilaksanakan Sensus Penduduk. Salah satu kegiatan pencatatan data-data kependudukan secara menyeluruh. Melalui sensus inilah,...

Bibliosida, Pendidikan, dan Konflik

Pemberangusan, pembakaran, pelarangan, penyensoran, dan penghancuran buku atau yang dikenal dengan istilah bibliosida telah terjadi sejak zaman Sumeria kuno pada 4100-3300 SM sebagaimana temuan...

Apa Kabar Politeknik dan Pergerakan Mahasiswanya?

Politeknik adalah salah satu sistem pendidikan nasional jenis perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Politeknik bergerak dalam jalur vokasi untuk menyelenggarakan pendidikan profesi dalam...

Melihat Tingkah Generasi Milenial dan Netizen di Media Sosial

Siang itu begitu terik, kopi di meja yang dipesan beberapa menit lalu sudah tidak lagi menarik perhatian, sebab kopi tersebut sudah dingin karena saya...
Alfian Fallahiyan
Penulis harian lepas, alumni pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Perpindahan masyarakat dari daerah ke perkotaan menjadi hal yang lumrah terjadi. Peristiwa yang diistilahkan dengan urbanisasi ini menjadi pilihan beberapa kalangan masyarakat setidaknya karena beberapa sebab.

Sebab tersebut diantaranya yaitu, keinginan masyarakat untuk merasakan keadaan kehidupan di perkotaan, baik itu untuk mencoba pertaruhan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak atau memang memiliki keinginan yang kuat untuk tinggal dan hidup di daerah perkotaan, dan mungkin juga ada hal lain yang menjadi alasan memilih menjadi kaum urban.

Masyarakat Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dalam pemilihan momen untuk melakukan urbanisasi. Meskipun kapan saja atau setiap waktu masyarakat bisa saja memilih meninggalkan desa atau kampung halaman untuk pindah ke kota, namun ada momen atau waktu tertentu masyarakat akan dengan sangat masif terlihat melakukan urbanisasi.

Syawal, ya momen lebaran idul fitri menjadi waktu yang seakan dianggap paling tepat untuk melakukan urbanisasi.  Salah satu alasan mengapa lebaran menjadi waktu yang dipilih adalah fenomena mudik dan balik lebaran.

Mudik, adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Fenomena tahunan ini menjadi hal yang seakan wajib dilakukan oleh sebagian masyarakat. Momen lebaran menjadi alasan terkuat masyarakat untuk berusaha sebisamungkin untuk mudik atau pulang kampung untuk berlebaran bertemu dangan sanak saudara menyambung silaturahmi.

Secara tidak langsung momen mudik ini menjadi momen para pemudik untuk menceritakan suka duka menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman. Di sinilah pemantik itu terjadi, tidak sedikit sanak keluarga yang akhirnya tertarik untuk melakukan urbanisasi. Para pemudik mengajak sanak keluarga, jiran tetangga untuk balik ikut ke kota, bahkan dengan ajakan sekedar untuk mengadu nasib.

Bayang-bayang indah, mimpi-mimpi manis mulai tersirat dalam benak.  Kehidupan ditengah kota yang seakan begitu indah, bayangan lowongan pekerjaan yang begitu menggiurkan ditambah dengan keadaan di kampung halaman yang begitu-begitu saja.  Hal ini lah yang akhirnya membulatkan tekad untuk berangkat meninggalkan kampung halaman menuju perkotaan.

Bayang-bayang yang sebenarnya bisa saja realitanya nanti akan berbalik.  Mimpi manis akan menjadi kenyataan pahit, bayang-bayang indah akan mengundang gundah.

Berdasarkan fakta yang ada, bagaimana penghidupan perkotaan yang begitu keras.  Daerah perkotaan yang sudah padat dengan datangnya masyarakat dari daerah semakin menambah padatnya penduduk.

Secara tidak langsung juga akan menambah semrawut kota, bertambahnya tempat tempat kumuh. Datang dengan bangga dan senang hati karena melihat kota dengan gedung-gedung tinggi, namun nantinya akan tersadar setelah melihat kenyataan dibalik megahnya gedung berderetnya pencakar langit ada tempat kumuh yang sangit.

Rumah bedek mungkin masih lebih baik daripada mereka yang tinggal di kolong-kolong jembatan, di trotoar jalanan, di emperan toko dan pasar, tuna wisma menjadi hal yang dengan mudah ditemukan.

Urbanisasi memang peristiwa yang lumrah terjadi.  Akan tetapi harus dengan modal, skill keahlian dan mental yang kuat untuk menaklukkan kehidupan kota yang keras. Tidak hanya karena sekedar ilusi, mengikuti keinginan dan nafsu karena tertarik oleh cerita dan dongeng manis dari sanak saudara, jika demikian maka sudah bisa ditebak keadaan yang akan dijalani akan begitu berat.

Hal ini juga menjadi bukti bagaimana pemerataan belum terjadi. Ruang-ruang atau lapangan pekerjaan yang tidak merata. Otonomi daerah belum mampu benar-benar mewujudkan pemerataan sesuai dengan yang di cita-citakan.

Alfian Fallahiyan
Penulis harian lepas, alumni pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.