Rabu, Maret 3, 2021

Mimpi Mencerdaskan Tunas Bangsa

Renungan Idul Adha 1441 Hijriah

Allahuakbar Allahuakbar Wa Lillahilaham Gema takbir meraimaikan langit-langit bumi, sebuah tanda akan perayaan akbar Idul Adha 1441 Hijriah. Tepat pada tanggal 31 Agustus 2020 umat...

Jangan tambah beban korban perkosaan Pak Jendral!

Surat Terbuka Untuk Kepala Kepolisian RIJendral Tito Karnavian : Jangan tambah beban korban perkosaan!19 Oktober 2017, BBC Indonesia memuat wawancaranya dengan Bapak Tito Karnavian....

Melawan Upaya Delegitimasi Hasil Pemilu

Proses pemilihan umum (Pemilu) 2019 menjadi perhatian penuh bangsa ini. Semua pihak yang terlibat, baik penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, dan masyarakat, sedang menunggu proses...

Seni Budaya dari Religio Magis Menjadi Komersil

Seni merajah tubuh atau tato mengalami evolusi makna dari waktu ke waktu seiring pengaruh ilmu pengetahuan manusia. Di Indonesia, tato berasal dari kebudayaan masyarakat...
Yopi Makdori
Pengagum orang-orang yang berilmu | Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman | Lingkar Cendekia

Dalam setiap bangsa, anak-anak maupun pemuda adalah penopang utama dari keberlanjutan bangsa tersebut. Mereka bagaikan tunas-tunas muda pada sebuah pohon yang akan meneruskan berkembangnya pohon tersebut. Jika tunas-tunas ini rusak karena dimakan ulat atau ada yang sengaja merusaknya, maka sudah dipastikan tumbuh kembang dari pohon tersebut akan terganggu dan memiliki potensi yang begitu besar untuk mengalami kematian.

Demikian juga dengan sebuah bangsa, sedigdaya apapun suatu bangsa jika generasi mudanya ‘rusak’, maka sama seperti pohon yang kehilangan tunasnya, yakni akan mati karena tidak bisa berkembang dengan sempurna. Kalaupun hidup, keadaanya akan sangat memperihatinkan.

Tunas bangsa yang rusak dalam pengertian di sini ialah generasi yang secara moral dan intelektual tidak mencerminkan manusia seutuhnya. Atau mereka yang rusak ialah mereka yang secara moral bertentangan dengan nilai-nilai agama dan secara intelektual tidak mengalami pencerahan (lawan dari kebodohan).

Pendidikan lagi-lagi menjadi isu yang sangat penting dalam setiap membicarakan generasi bangsa. Cukup tingginya anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan ternyata tidak berbanding lurus dengan membaiknya kualitas dan terciptanya inklusivitas pendidikan. Jika keadaan seperti ini terus menerus berlangsung, maka tidak bisa tidak negeri ini akan menghadapi titik nadirnya.

Dukuh Asih Institut dan Komitmen Perbaikan

Dukuh Asih Institut (DAI) adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dimotor oleh Kang Asep untuk menciptakan pendidikan yang bisa mencerahkan bukan hanya sebatas formalitas belaka. Terletak di Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, DAI berdiri yang bermarkas di sebuah masjid piggir sawah yang begitu luas.

Tidak main-main DAI telah berdiri sejak tahun 2012 diawali dari keperihatinan Kang Asep yang melihat bahwa anak-anak di sekitar wilayah Desa Sukawera yang secara pendidikan maupun moral masih juah dari kata ideal.

Memang saat ini banyak remaja maupun anak-anak yang diracuni dari berbagai sisi, baik melalui tontonan, pergaulan, dan makanan. Memang belum ada data resmi yang menunjukan kerusakan tersebut namun setiap orang yang tinggal di wilayah tiga Cirebon (Ciayumajakuning–Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) pastia secara sadar ataupun tidak mereka akan merasakan degradasi yang dialami oleh generasi muda bangsa saat ini.

Oleh karenanya, hadirnya DAI merupakan manifestasi nyata untuk ikut berpartisipasi aktif dalam misi penyelamatan generasi bangsa, terutama dalam sekala mikro di wilayah Desa Sukawera. Program-program yang dijalankan oleh DAI begitu variatif, maulai dari yang bersifat keagmaan sampai dengan hal-hal yang bersifat praktikal.

Misalnya saja di dalam DAI anak-anak diajari berbagai kemampuan teknis keagamaan, sperti sholat, kutbah, cerama, public speaking, bahasa arab, seni baca tulis Al Qur’an, dan lain sebagainya. Sedangkan keahlian yang diajari oleh Kang Asep dan kawan-kawan dalam tataran praktis ialah broadcasting, bertani pertanian modern (seperti hidroponik), bahasa inggris, berternak, komputer, menulis, editing, dan lain sebagainya.

Berbagai keahlian tersebut diajarkan di DAI buakan tanpa alasan, Kang Asep sebagai founder DAI menginginkan bahwa anak-anak bukan hanya baik secara moral, melainkan juga baik secara ekonomi.

Kawan-kawan di DAI percaya bahwa antara kerusakan generasi bangsa dan ekonomi keduanya saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, pekerjaan rumah bagi mereka yang menegaskan bahwa dirinya lawan dari kebodohan akan juga berpikir untuk berpartisipasi aktif memberbaiki ekonomi masyarakat. Itulah state of the art dari berdirinya DAI.

Mimpi Besar Dukuh Asih Institut

Kang Asep dan kawan-kawan punya mimpi besar, menjadikan DAI lebih besar lagi. Lebih besar dari sekedar penyelengaraan pendidikan non-formal. DAI bermimpi bahwa tahun depan bisa diresmikan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berbasisi keahlian riil dan juga perbaikan moral dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan.

Mimpi itu akan berat untuk terwujud, namun dengan persiapan yang matang tidak ada kata tidak bahwa DAI akan bisa mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang mengedepankan inklusivitas dan perbaikan moral.

Inklusivitas yang dimaksud adalah semua anak dari berbagai tingkatan bisa bersekolah di sini tanpa perlu membayar sepeser pun. Tentu saja dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki oleh DAI dan komitmen yang tinggi dari tim di dalamnya akan mengantarkan DAI meraih mempi besarnya.

Yopi Makdori
Pengagum orang-orang yang berilmu | Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman | Lingkar Cendekia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.