Kamis, Maret 4, 2021

Milestone Hari Santri & Peran Penting Panglima Santri

Selebriti di Langit

Belum lama ini, sambil chat di Whatsup dengan seorang teman yang lagi makan di angkringan, katanya sambil membayangkan suasana Jogja. Keajaiban teknologi memungkinkan kita...

Genderuwo, Perjalanan Sang Rupawan Menjadi Momok

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo menyindir lawan politiknya yang beliau tuduh sering menyebarkan perasaan takut dalam berkampanye dengan istilah “politik genderuwo”. Terlepas dari...

Jakarta dan Kerawanan Misleading Kebijakan Publik

Arah kebijakan publik Ibukota sekarang berbeda, setelah terjadi perubahan di era Jokowi yang diteruskan sesaat oleh Ahok, lagi-lagi arah besar Jakarta kembali berubah. Perubahan...

Denny Siregar dan Usaha Merobohkan Independensi KPK

Novel Baswedan memang “radikal”. Ia terlibat dalam pengungkapan berbagai kasus kakap. Intuisi lapangannya tajam di lapangan (yang berguna ketika operasi tangkap tangan), daya analitiknya...
Avatar
Billy Ariez
Kader Muda PKB

Bulan Oktober adalah bulan  santri.  Setiap  tanggal  22  Oktober, hampir  di seluruh pelosok Indonesia  Hari  Santri  Nasional  (HSN)  diperingati   dengan  meriah  dan  gegap gempita. Peringatan HSN ini selain dilaksanakan dengan  upacara  bendera juga  dilakukan “Napak Tilas” perjuangan kaum santri dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Tahun ini peringatan hari santri terasa istimewa karena telah disahkannya Undang-Undang Pesantren. Sebuah undang-undang yang sangat berarti dalam perjalanan santri di Indonesia. Tidak berlebihan jika dikatakan oleh Wakil Ketua DPR RI, A. Muhaimin Iskandar, “Belum tentu 30 tahun lagi ada undang-undang sebaik ini. Undang-undang ini merupakan penopang kemajuan pesantren sekaligus kemajuan bangsa”.

Gelora peringatan hari santri di lakukan disetiap pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan. Aneka perlombaan digelar untuk meningkatkan performa dan kualitas para santri. Peringatan HSN tidak hanya semarak di Jawa, namun juga menggema di luar Jawa.

Pada hari Minggu, 27 Oktober 2019, panglima santri sekaligus wakil ketua DPR RI, A. Muhaimin Iskandar membuka jalan sehat dan apel santri di Sulawesi Tengah. Ribuan orang mengikuti acara ini. Acara peringatan Hari Santri Nasional juga dilengkapi dengan penanaman   pohon dan santunan anak yatim. Dalam sambutannya, panglima santri mengatakan; “Hari santri kita peringati untuk memastikan bahwa kita semua memiliki masa depan yang jelas. Punya kesiapan yang matang menatap masa depan”.

Selain itu, di kabupaten Sorong, Papua Barat, Bupati memimpin peringatan Hari Santri Nasional dihadapkan ratusan masyarakat  yang  memadati  halaman pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah kelurahan Makbusus, distrik Mayamuk. Dalam sambutannya Bupati mengatakan: “Keberadaan pondok pesantren adalah laboratorium perdamaian, tempat menyemai ajaran islam yang ramah dan moderat. Sikap beragama seperti ini sangat penting dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat indonesia yang plural dan multikultural”.

Milestone Hari Santri

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa peran panglima santri, A. Muhaimin Iskandar, dalam kelahiran dan pengesahan Hari Santri Nasional amatlah penting. Berikut tonggak-tonggak penting perjalanan (milestone) hari santri:

Pertama; Peringatan peristiwa kirab resolusi jihad. Kegiatan ini merupakan tonggak penting dari lahirnya HSN. Peringatan kirab Resolusi Jihad dilakukan dengan long march dari Surabaya-Jawa Timur menuju Jakarta. Ketua umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar menginisiasi kegiatan ini pada tahun 2011. Kirab ini dimulai pada tanggal 20 November, dari monumen resolusi jihad kantor PCNU Surabaya, melewati 19 kota di Jawa Timur, Jawa tengah dan Jawa barat serta berakhir di Tugu Proklamasi Jakarta pada 25 November 2011.

Kegiatan ini merupakan tonggak penting perjalanan penetapan hari Santri, di mana spiritnya adalah peristiwa resolusi Jihad, sebuah fatwa yang mewajibkan seluruh umat Islam untuk berperang melawan agresi militer Belanda yang berpuncak pada peristiwa perang 10 November. Karenanya, tidak berlebihan jika dikatakan: “Tanpa peristiwa Resolusi Jihad, tidak akan pernah ada Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Setelah diawali oleh DPP PKB, kegiatan ini secara rutin dilakukan oleh PBNU dan wakil ayah wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Kedua: Pada tahun 2013, DPP PKB membeli hak siar dan hak panayangan Film Sang Kiai yang diproduksi Rapi Film sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan hadratus syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan kontribusi nyata kaum santri terhadap perjuangan kemerdekaan RI. Film ini kemudian diputar di seluruh jaringan XXI dan nobar di kampung-kampung. Melalaui karya Film ini, kontribusi santri  dapat  secara nyata diakui dan dilihat secara nyata oleh publik Indonesia.

Ketiga:  Presiden Rebublik  Indonesia,  Joko Widodo menetapkan  Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015 yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, hasil lobby pengurusan PBNU dan bagian dari kontrak politik Presiden dengan PKB sebagai pengusung.

Keempat: Pada tahun 2015, perayaan Hari Santri Nasional diperingati dengan menggelar Liga Santri Nasional oleh Menpora RI, Imam Nahrawi.

Kelima: Peringatan Kirab Resolusi Jihad dilakukan oleh PBNU menempuh 2000KM selama 10 hari dimulai dari Banyuwangi pada tanggal 13 Oktober 2016 dan sampai Jakarta tanggal 22 Oktober 2016. Dalam upacara peringatan kirab Resolusi Jihad ini, Panglima TNI mengakui perjuangan kaum santri. Peringatan hari santri ini berbarengan dengan peringatan 70 tahun resolusi jihad NU.

Keenam: Tanggal 10 Oktober 2016. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI mengusulkan Rancangan Undang-undanag Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren. Ketua Umum DPP PKB menyampaikan alasan digulirkannya RUU tersebut merupakan kehadiran negara terhadap pendidikan pesantren dan pondok pesantren tergolong sangat minim. Indikasinya terlihat dari ketimpangan anggaran dan prasarana.

Ketujuh:  Minggu, 5 November 2017 Cak Imin dinobatkan sebagai panglima santri di Jember dihadapkan ribuan santri dan kiai se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Cak Imin berjanji mendorong adanya Undang-undang Pesantren dan Madrasah.

Kedelapan: 24 September 2019 RUU Pesantren disahkan sebagai Undang-undang. Hal ini memberikan pengakuan dan independensi pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Tidak hanya itu, dengan disetujuinya UU Pesantren, lembaga pendidikan pesantren harus mengajarkan para siswanya menggunakan kurikulum kitab kuning. Hal ini sesuai dengan Pasal 1 ayat (2) dan (3) dalam UU Pesantren. UU Pesantren mengesahkan proses pembelajaran yang khas, yakni ijazah kelulusannya memiliki kesetaraan dengan lembaga formal lainnya dengan memenuhi jaminan mutu pendidikan.

Peran Sentral Panglima Santri

Peran sentral panglima santri, A. Muhaimin Iskandar, dalam kelahiran HSN tidak dapat kita pungkiri. Selama kurang lebih dari 10 tahun, panglima santri melakukan segala upaya dan usaha untuk mengangkat harkat dan martabat kaum santri. Tidak hanya melalui jalur politik, namun juga ditempuh dengan jalur kebudayaan, melalui pembelian hak siar film Sang Kiai dan juga kegiatan kirab Sesolusi Jihad.

Pemutaran film Sang Kiai menyuntikkan kesadaran massal di kalangan santri, umat Islam dan warga negara Indonesia akan peran penting peristiwa Resolusi Jihad dalam secara perjalanan bangsa Indonesia. Sesuatu yang tidak pernah mendapatkan perhatian dan pembahasan dalam kurikulum pendidikan kita. Melalui film Sang Kiai publik dapat mengerti dan menerima peran penting kaum santri dan peran sentral Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam menggerakkan para santri berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia melalui fatwa Resolusi Jihad. Ini adalah salah satu jasa terbaik panglima santri dalam memperjuangkan diakuinya hari santri dalam sejarah kebangsaan kita.

Selain itu, panglima santri juga menggelorakan dan menghadirkan life style kaum santri di tengah-tengah jantung ibu kota Jakarta. Melalui kegaitan jalan sehat panglima santri, momentum car free day menjadi sarana efektif memperkenalkan budaya sarungan di kalangan masyarakat ibukota.

Wallahualam bissowab.

Avatar
Billy Ariez
Kader Muda PKB
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.