Minggu, Januari 17, 2021

Mewujudkan Kembali KTT AS-Korut

Kartu Kuning Mahasiswa dan Kuatnya Figur Jokowi

Aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI) Zaadit Taqwa yang berani atau nekat mengacungkan “kartu kuning” terhadap Jokowi beberapa hari kemarin ramai diperbincangkan...

Kebijakan Pseudo Populis Ala Anies-Sandi

Kebijakan Pemda DKI Jakarta menjadikan jalan di depan stasiun Tanah Abang sebagai lokasi berjualan bagi pedagang kali lima (PKL) menuai pro dan kontra. Bagi yang...

Heutagogi dan Arah Pendidikan 4.0 Kita

Dunia pendidikan sepertinya tidak bisa terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi, jika kita tidak ingin menyebut revolusi industri. Perkembangan informasi dan komunikasi teknologi yang semakin...

Politik Genderuwo?

Politik dengan menebar ketakutan, atau belakangan ini populer disebut sebagai politik genderuwo, memang salah satu cara yang cukup efektif untuk mendapat dukungan dan simpati...
Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu

Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat internasional adalah terwujudnya Konferensi Tingkat-Tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un.

Namun, Trump pada Kamis 24 Mei 2018 secara tiba-tiba membatalkan KTT, yang dijadwalkan untuk 12 Juni di Singapura. Trump menyebutkan “Kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka” yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini membuat pertemuan bulan depan sulit terealisasi sehigga dia memilih untuk membatalkan itu.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa waktunya tidak tepat pada saat ini untuk mengadakan pertemuan yang telah direncanakan selama ini,” kata Trump dalam surat yang ditujukan langsung kepada Kim Jong-un.

Walaupun orang nomor 1 di negara Super Power itu secara langsung membatalkan pertemuan antara kedua orang tersebut, dari Pemerintah Korea Utara dan Pemerintah Amerika Serikat sendiri berusaha untuk mewujudkan kembali pertemuan antara Donald Trump dengan Kim Jong-Un.

Dari pemerintah Korea Utara sendiri, menyatakan bahwa Korea Utara masih terbuka untuk melakukan pembicaraan guna menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat terkait program senjata nuklirnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan mengatakan Pyongyang “terkejut” dengan pembatalan pertemuan tersebut. Dia menjelaskan bahwa sikap keras yang dilakukan oleh Korea Utara kepada Washington dalam beberapa pekan terakhir hanyalah sebuah bentuk “protes” terhadap retorika Amerika Serikat dan hal itu menunjukkan pentingnya pembicaraan antara kedua negara.

“Untuk mengumumkan KTT dibatalkan adalah kejutan bagi kami dan kami tidak merasa itu sangat disayangkan,” kata Kim sebagaimana dilansir Reuters, (25/5/2018).

Kim Kye Gwan menjelaskan bahwa tujuan dan keinginan Korea Utara adalah melakukan segalanya demi perdamaian dan stabilias yang ada di Semenanjung Korea serta umat manusia. Korea Utara pun selalu bersedia memberikan waktu dan kesempatan pada Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara.

Di kubu Amerika sendiri, tidak lama setelah pengumuman pembatalan, Trump kemudian mengutarakan bahwa rencana pertemuan itu “belum berubah” dan dirinya masih berharap pertemuan masih bisa digelar.

Perkembangan tersebut kemudian disusul dengan pertemuan mendadak antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada Sabtu (26/05). Pertemuan antara kedua pihak ini sesungguhnya dipelopori oleh Amerika Serikat sendiri.

Juru bicara Persiden Moon mengatakan bahwa kedua pemimpin menjalin dialog “terbuka” yang berlangsung sekitar dua jam. Langkah ini dilaporkan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali rencana pertemuan puncak pemimpin AS-Korea Utara.

Dikatakan, Kim Jong-un telah berterima kasih kepada Moon Jae-in karena “telah banyak berusaha” untuk mengatur pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat di Singapura.

Ditambahkannya bahwa pemimpin Korea Utara berkeinginan agar pertemuan dengan Presiden Trump tetap dapat terlaksana.

Dalam perkembangan lain juga, Gedung Putih mengukuhkan bahwa pihaknya mengirim tim aju ke Singapura akhir pekan ini, sesuai dengan jadwal semula, untuk menyiakan pertemuan puncak.

Konferensi Tingkat Tinggi antara Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diharapkan nantinya dapat meredakan masalah antara kedua negara tersebut. KTT ini juga nantinya akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan negara yang bersangkutan dan sistem internasional itu sendiri.

Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.