Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Mewujudkan Kembali KTT AS-Korut

Bijak Memakai Kertas

Kertas atau paper adalah barang baru ciptaan manusia berwujud lembaran-lembaran tipis. Kertas sangat mudah dijumpai. Kertas jasanya bagi dunia pendidikan sangat besar. Kegunaan kertas...

Ketakutan Kita Wajar Adanya

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran internet mampu mempermudah kehidupan masyarakat. Apapun bisa dilakukan, mulai menyimpan data, terhubung secara visual dalam waktu dan jarak berbeda, hingga...

Mempertahankan Waduk Sepat Surabaya

Sabtu, 5 Mei 2018, Warga Sepat Lidah Kulon menggelar hajatan sedekah waduk yang rutin diperingati setiap setahun sekali, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah...

Menyuarakan Keberagaman dalam Mewujudkan Persatuan

Bicara Indonesia tidak lepas dari bicara soal kemajemukan bangsa. Indonesia yang sangat besar dan penduduknya relatif banyak akan memberikan rekor tersendiri bagi bangsanya. Indonesia lahir...
Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu

Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat internasional adalah terwujudnya Konferensi Tingkat-Tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un.

Namun, Trump pada Kamis 24 Mei 2018 secara tiba-tiba membatalkan KTT, yang dijadwalkan untuk 12 Juni di Singapura. Trump menyebutkan “Kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka” yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini membuat pertemuan bulan depan sulit terealisasi sehigga dia memilih untuk membatalkan itu.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa waktunya tidak tepat pada saat ini untuk mengadakan pertemuan yang telah direncanakan selama ini,” kata Trump dalam surat yang ditujukan langsung kepada Kim Jong-un.

Walaupun orang nomor 1 di negara Super Power itu secara langsung membatalkan pertemuan antara kedua orang tersebut, dari Pemerintah Korea Utara dan Pemerintah Amerika Serikat sendiri berusaha untuk mewujudkan kembali pertemuan antara Donald Trump dengan Kim Jong-Un.

Dari pemerintah Korea Utara sendiri, menyatakan bahwa Korea Utara masih terbuka untuk melakukan pembicaraan guna menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat terkait program senjata nuklirnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan mengatakan Pyongyang “terkejut” dengan pembatalan pertemuan tersebut. Dia menjelaskan bahwa sikap keras yang dilakukan oleh Korea Utara kepada Washington dalam beberapa pekan terakhir hanyalah sebuah bentuk “protes” terhadap retorika Amerika Serikat dan hal itu menunjukkan pentingnya pembicaraan antara kedua negara.

“Untuk mengumumkan KTT dibatalkan adalah kejutan bagi kami dan kami tidak merasa itu sangat disayangkan,” kata Kim sebagaimana dilansir Reuters, (25/5/2018).

Kim Kye Gwan menjelaskan bahwa tujuan dan keinginan Korea Utara adalah melakukan segalanya demi perdamaian dan stabilias yang ada di Semenanjung Korea serta umat manusia. Korea Utara pun selalu bersedia memberikan waktu dan kesempatan pada Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara.

Di kubu Amerika sendiri, tidak lama setelah pengumuman pembatalan, Trump kemudian mengutarakan bahwa rencana pertemuan itu “belum berubah” dan dirinya masih berharap pertemuan masih bisa digelar.

Perkembangan tersebut kemudian disusul dengan pertemuan mendadak antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada Sabtu (26/05). Pertemuan antara kedua pihak ini sesungguhnya dipelopori oleh Amerika Serikat sendiri.

Juru bicara Persiden Moon mengatakan bahwa kedua pemimpin menjalin dialog “terbuka” yang berlangsung sekitar dua jam. Langkah ini dilaporkan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali rencana pertemuan puncak pemimpin AS-Korea Utara.

Dikatakan, Kim Jong-un telah berterima kasih kepada Moon Jae-in karena “telah banyak berusaha” untuk mengatur pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat di Singapura.

Ditambahkannya bahwa pemimpin Korea Utara berkeinginan agar pertemuan dengan Presiden Trump tetap dapat terlaksana.

Dalam perkembangan lain juga, Gedung Putih mengukuhkan bahwa pihaknya mengirim tim aju ke Singapura akhir pekan ini, sesuai dengan jadwal semula, untuk menyiakan pertemuan puncak.

Konferensi Tingkat Tinggi antara Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diharapkan nantinya dapat meredakan masalah antara kedua negara tersebut. KTT ini juga nantinya akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan negara yang bersangkutan dan sistem internasional itu sendiri.

Fathin Nawwar Marhadi
Seorang pelajar yang ingin menjadi seorang yang bisa menulis sesuatu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Beberapa Khazanah dan Pemikir Islam

Abad ke-14 dunia Islam mengalami kelesuan, akan tetapi dari Tunisia lahirlah seorang pemikir besar yaitu Ibn Khaldun (Abdurrahman ibn Khaldun, w. 808 H/1406 M)...

Seharusnya Perempuan Merdeka Sejak Usia Dini

Gender memberikan dampak yang berarti sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Tetapi karena diskriminasi atas dasar jenis kelamin dalam awal kehidupan, konsep kesetaraan bahkan pengetahuannya...

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.