Rabu, Januari 20, 2021

Mewaspadai Baby Boom Pasca-pandemi

Mencari Penerus Christiano Ronaldo

Pada tahun 2009 silam, ada seorang pemain Manchester United yang ingin menemui Florentino Perez untuk melamar pekerjaan sebagai pemain Real Madrid. Tujuan dia bermain...

Memaknai Kembali Politik dan Ilmu Politik

" Kepolitikan adalah sebuah kebersamaan yang didirikan demi kehidupan dan kehidupan yang baik orang-orang didalamnya" (Marcilus Padua)  Politik, mendengar kata ini langsung terlintaslah sekelumit...

Oktober Bulan Pemuda

Setelah 22 Oktober diperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang mayoritas para santri adalah kaum muda, kini pemuda Indonesia akan kembali menyambut salah satu sejarah...

Politik Islam, Aksi 212, dan Setya Novanto

Melebihi dugaan para reforman, krisis multidimensional yang mendera Indonesia berkepanjangan. Atau sebagaimana gambaran Karen Armstrong mengenai zaman jahiliyah, Indonesia kini penuh prahara, pertikaian, kedunguan,...
Hernanto Adwiluvito
Statistisi di Badan Pusat Statistik Kab. Gorontalo Utara

Virus corona (Covid-19) yang muncul sejak akhir tahun 2019 telah menginfeksi lebih dari 8 juta jiwa di seluruh dunia yang 43 ribu di antaranya terjadi di Indonesia (data 19 Juni 2020). Pandemi covid-19 yang menghantam Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat fokus pemerintah beralih pada upaya percepatan penanganan covid-19. Di sisi lain, pemerintah juga perlu mewaspadai potensi terjadinya ledakan penduduk (baby boom) akibat perubahan pola kehidupan masyarakat selama tiga bulan terakhir ini.

Sembilan bulan mendatang bisa saja terjadi suatu kejutan dengan meningkatnya jumlah kelahiran di waktu yang berdekatan. Tidak dapat dipungkiri pandemi covid-19 menyebabkan akses terhadap layanan kontrasepsi menjadi terhambat. Ditambah lagi dengan menurunnya kemampuan finansial masyarakat yang akan menahan mereka untuk menggunakan alat pencegah kehamilan berbayar.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mencatat pada selang waktu Maret hingga April 2020 setidaknya 10 persen pasangan usia subur tidak lagi menggunakan kontrasepsi. Penurunan akseptor KB ini juga telah terjadi sejak periode Februari-Maret sebagai imbas dari penyebaran covid-19. BKKBN bahkan memperkirakan sekitar 15 dari 100 pasangan yang putus kontrasepsi akan hamil.

Potensi kehamilan pada masa pandemi lebih besar terjadi pada pasangan yang menggunakan pil dan suntik KB yang membutuhkan layanan berulang. Sejak covid-19 menyebar di Indonesia, banyak masyarakat yang membatasi diri untuk keluar rumah ataupun berkunjung ke fasilitas kesehatan.

Ketika persediaan pil KB habis atau sudah memasuki jadwal suntik KB dan mereka khawatir untuk keluar rumah untuk mendapatkannya maka peluang hamil akan sangat tinggi. Selain itu, kondisi pandemi juga memengaruhi pelayanan alat kontrasepsi di sejumlah klinik yang berjalan tidak seperti biasanya

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan ada sekitar 64 persen wanita kawin 15-49 tahun yang memakai alat/cara KB. Mayoritas alat KB yang digunakan adalah suntik KB (29 persen) dan pil KB (12 persen). Sementara itu alat KB yang bersifat jangka panjang seperti spiral dan susuk KB jumlahnya masih tergolong kecil yaitu masing-masing 5 persen dari wanita kawin.

Anjuran pemerintah untuk masyarakat tetap berada di rumah serta kebijakan Work From Home dapat mendorong terjadinya peningkatan frekuensi hubungan seksual. Apabila hal ini tidak dilindungi dengan alat KB, maka potensi kehamilan yang tidak diinginkan menjadi lebih besar.

Upaya menekan kematian ibu dan neonatal di Indonesia yang sebelumnya juga cukup sulit harus menemui tantangan baru dengan munculnya pandemi covid-19. Kehamilan di masa pandemi covid-19 tentunya juga memberikan tantangan selama masa kehamilan. Akan ada kekhawatiran khusus untuk memikirkan kesehatan dua nyawa yaitu ibu dan calon bayi terutama dari risiko terinfeksi covid-19.

Ibu hamil tetap harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kehamilannya berjalan baik. Sehingga mau tidak mau ibu hamil tetap harus mengunjungi fasilitas kesehatan. Apabila fasilitas kesehatan tidak siap dengan sarana prasarana seperti alat pelindung diri, maka tentunya ini dapat meningkatkan potensi penularan covid-19.

Hingga saat ini, WHO menyebutkan belum ada bukti yang menunjukkan ibu hamil lebih berisiko dibandingkan yang lain. Namun, mengingat imunitas ibu hamil yang lebih rentan maka penting bagi ibu hamil untuk tetap melakukan tindakan preventif sehingga terlindung dari covid-19. Selain itu, penularan covid-19 dari ibu hamil ke calon bayi juga belum dapat diketahui. Penularan saat menyusui juga belum terbukti karena sampai saat ini belum ditemukan virus pada sampel cairan ketuban dan ASI.

Kementerian Kesehatan telah merilis pedoman bagi ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir di era pandemi covid-19. Pedoman inilah yang harus dipegang dan diterapkan selama covid-19 belum hilang. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi tenaga kesehatan, ibu hamil, ibu akan melahirkan dan yang baru melahirkan memahami prinsip-prinsip pencegahan covid-19.

Ledakan penduduk di Indonesia sebelumnya terjadi pada tahun 1960 hingga 1970. Apabila terjadi baby boom dalam waktu dekat, maka diperkirakan ledakan penduduk yang terjadi nanti bisa lebih besar dibandingkan tahun 1960an karena jumlah penduduk muda saat ini jauh lebih banyak dibandingkan 60 tahun yang lalu.

Permasalahan baby boom akan memengaruhi komposisi penduduk di masa mendatang sehingga kebutuhan fasilitas pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya dipastikan meningkat lebih cepat. Kemudian, pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi dengan peningkatan ekonomi maka akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Terlebih di masa pandemi saat ini yang pertumbuhan ekonomi berbagai negara mengalami perlambatan cukup dalam seperti Indonesia yang mengalami perkeonomiannya tumbuh melambat sebesar 2,97 persen di kuartal pertama 2020.

Melihat pandemi yang belum berakhir dalam waktu dekat maka sudah menjadi kewajiban pihak terkait untuk terus berperan aktif menjemput bola memastikan akseptor KB tidak terputus kontrasepsinya.

Hal ini untuk mengantisipasi dampak baby boom berkelanjutan yang lebih berbahaya pascapandemi, Berkaca dari masih rendahnya pengguna kontrasepsi jangka panjang seperti spiral dan susuk KB, maka pasangan usia subur dapat didorong untuk lebih memilih metode kontrasepsi jangka panjang tersebut sehingga tidak membutuhkan layanan ulang dalam waktu yang relatif dekat. Tentunya semua dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hernanto Adwiluvito
Statistisi di Badan Pusat Statistik Kab. Gorontalo Utara
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Apa Itu Tasalsul? Mengapa Tasalsul Mustahil?

Berbeda halnya dengan para teolog (al-Mutakallimun) yang bersandar pada dalil al-Huduts (dalam kebaruan alam), para filsuf Muslim pada umumnya menggunakan dalil al-Imkan (dalil kemungkinan...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.