Senin, Januari 18, 2021

‘Merevolusi’ Revolusi Hijau

Berlindung di Belakang Jargon Islam

Jargon-jargon anti Islam, kriminalisasi ulama, pembungkaman media Islam, pelemahan umat Islam dan lain sebagainya kian marak berkembang di Indonesia. Jargon tersebut akan semakin menguat...

Keistimewaan Sebuah Buku

Bagiku, buku adalah sesuatu yang istimewa. Terlebih buku tersebut memang bacaan yang aku sukai dan sebagai gizi isi kepala. Beberapa kali aku sering kalap...

Lingkaran Setan Mahar Politik

Secara hakikatnya partai politik muncul sebagai penanda transformasi sistem politik klasik ke metode berpolitik modern. Dari persprektif pembangunan politik, munculnya partai merupakan salah satu...

Generasi Putus Sekolah

Desa Sukawera merupakan salah satu desa di pinggir Kabupaten Majalengka yang dekat dengan perbatasan wilayah Indramayu Selatan. Sebagian besar masayarakat di desa ini bermata...
Tyas Arumsari
Penulis lepas yang memiliki minat di pertanian dan isu sosial. Alumni Magister Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata sawah? Hijau, becek, padi, petani, atau panen. Ya, betul sekali, sawah memang tidak jauh dari itu semua. Bahkan mungkin dekat dengan kata ‘miskin’, ‘jorok’, dan berbagai hal tidak menyenangkan lainnya. Padahal ingatkah kalian kalau Indonesia pernah swasembada beras di zaman Presiden Soeharto?

Walau hari ini kuota impor terus merangkak naik, tapi tak bisa dipungkiri bahwa kita pernah swasembada. Terus konsep apakah yang membuat Indonesia swasembada kala itu? Ternyata kala itu Indonesia menerapkan konsep Panca Usaha Tani yang merupakan bagian dari agenda Revolusi Hijau Dunia. Konsep baru dalam tata cara bertani yang meliputi pemakaian benih unggul, pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian gulma, dan pengendalian hama penyakit ternyata menaikkan produksi padi secara nyata.

Agenda Revolusi Hijau ini digulirkan karena dunia saat itu menghadapi krisis pangan besar-besaran, sehingga yang dipikirkan para ilmuwan dan pemangku kebijakan adalah menyelamatkan nyawa manusia sebanyak-banyaknya. Sekian tahun agenda ini berjalan, produksi memang semakin naik dengan adanya varietas unggul jenis baru dan budidaya intensif.

Namun ternyata, mulai muncul beberapa permasalahan lingkungan seperti menurunnya kesuburan tanah dan resistansi hama penyakit. Hal ini membuat beberapa pihak mengkritik Revolusi Hijau membawa bencana untuk keberlanjutan alam. Tapi nyatanya tidak bisa disalahkan sepenuhnya bukan? Niatnya dulu untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kalaupun sekarang ada dampak negatifnya, maka harusnya dihadapi bersama.

Oleh karena itu, muncullah konsep baru untuk ‘merevolusi’ Revolusi Hijau atau yang dikenal dengan Revolusi Hijau Lestari. Konsepnya bisa bermacam-macam mulai dari Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), Low Input Sustainable Agriculture (LISA), sampai konsep Pertanian Organik. Semuanya dilakukan untuk menebus dampak negatif Revolusi Hijau.

Terus bagaimana praktiknya di masyarakat? Ternyata peninggalan Revolusi Hijau ini masih mengakar di masyarakat. Konsep Panca Usaha Tani seakan sudah mendarah daging di kehidupan petani. Petani merasa tidak puas jika tidak memupuk dengan Urea atau bahkan merasa kurang yakin jika tidak menyemprot dengan pestisida. Tidak mudah memang merubah apa yang sudah terpatri di alam bawah sadar

. Berkali-kali diberikan penyuluhan pun tetap butuh waktu. Belum lagi padi ini adalah komoditas pemerintah yang cukup panjang rantai pasoknya dan harga pun diatur. Maka wajar jika sawah dekat dengan kata miskin dan kotor, kecuali bagi para tuan tanah. Alih-alih berpikir mengatasi kerusakan lingkungan, urusan kesejahteraan petani saja masih menjadi PR bersama.

Tyas Arumsari
Penulis lepas yang memiliki minat di pertanian dan isu sosial. Alumni Magister Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.