OUR NETWORK

Merambah Bisnis Ekonomi Kreatif di Tengah Tren Digitalisasi

Ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional.

Tahun 2018 merupakan tren era industri kreatif berpeluang besar dalam menciptakan  lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Indonesia. Adanya big data dan mobile internet, membuat dunia digital di Indonesia sudah semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Tren masa kini sudah bergeser dan menciptakan sistem yang baru di era digital dengan hadirnya intenet membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi sebagai moda penggerak kesejahteraan bangsa. Kehadiran internet pula memacu era perkembangan teknologi digital dan sebagai salah satu solusi dari jawaban permasalahan ekonomi saat ini.

Dalam konsep ekonomi kreatif, industri kreatif salah satu yang tidak bisa dilepaskan dari ekonomi kreatif. Hal ini merupakan aset kekreatifitasan yang berpotensi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dari hasil survey Badan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik yang memuat informasi hasil Survey Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) tahun 2016. Salah satu informasi SKEK yaitu mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2015 PDB ekonomi kreatif tumbuh sebesar 4,38 persen dengan angka sebesar 853 Triliun. Sedangkan pada tahun 2014 PDB yang dicapai oleh Bekraf sebesar 784,82 Triliun.

Ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional. Tentunya besar perbandingan ini, industri kreatif sudah memberikan kontribusi bagi ekonomi Indonesia. Industri kreatif merambah berbagai sektor, mulai dari bidang kuliner, fashion, kriya, arsitektur, aplikasi dan game developer, periklanan, musik, design produk hingga design Komunikasi Visual berpotensi tumbuh dengan sangat cepat.

Ekonomi kreatif merambah pasar industri, dengan pelaku usaha kreatif. Pemasaran industri ekonomi kreatif tidak hanya di menjual produk dengan bertatap muka saja, media sosial menjadi lapak bagi pelaku usaha. Jejaring media sosial yang efektif dan efisien untuk pemasaran industri dapat menjangkau konsumen dari wilayah manapun baik dalam wilayah domestik maupun mancanegara.

Melihat gencarnya tren ekonomi kreatif saat ini, tahun lalu perusahan riset TrendWatching yang berpusat di London memprediksikan tren 2018, salah satunya tentang tren bisnis e-commerce dan m-commerce. Pertumbuhan pada sektor perdagangan elektronik bisa dikatakan cukup baik, melihat kemudahan-kemudahan yang diperoleh menjadi ukuran pangsa pasar untuk menarik konsumen.

Menurut laporan McKinsey, proses digitalisasi dapat meningkatkan perekonomian Indonesia hingga 10 persen terhadap PDB dan membuka 3,7 juta lapangan pekerjaan baru sebelum tahun 2025. Data yang didapat dari CEIC Data Co. Ltd; McKinsey and Company (2016) and Statista, Indonesia’s Digital Landscape yang semakin meningkat dengan adanya beberapa penggunaan big data pada tahun 2014-2015 mengalami kenaikan sebesar 60 persen, penggunaan mobile internet bertambah sebanyak 13 juta pengguna pada rentan waktu 2015-2017. Transaksi digital pun tumbuh dengan cepat, seperti E-commerce pada tahun 2016-2017 bertumbuh menjadi 22 persen.

Perkembangan teknologi digital tentunya dapat mendorong terciptanya ide yang lebih fresh dan lebih inovatif. Perkembangan pada era ekonomi digital tentunya terdapat tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi. Berinovasi tidak hanya dilakukan oleh penggiat bisnis startup saja, tentunya dukungan pemerintah juga menjadi hal yang selaras dengan perkembangan digital di era ekonomi kreatif.

Saat ini pemerintah mengajak pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) merambah ke ranah digital. Mengembangkan bisnis UMKM ditengah tren digitalisasi merupakan tantangan sendiri bagi pemerintah. Selain SDM pelaku UMKM yang menjadi tantangan, meneropong pangsa pasar juga menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan. Edukasi dengan mengajak masyarakat juga pelaku bisnis UMKM dan menggandeng pegiat bisnis e-commerce berpotensi meningkatkan pemasaran UMKM melalui platform digital.

Adanya edukasi dan kerjasama UMKM dengan pelaku bisnis e-commerce seperti Bukalapak ataupun Go-Jek dapat meningkatkan produktivitas dan memajukan bisnis UMKM ditengah persaingan era pasar global saat ini. Menjaring mitra dapat dengan mudah mengakses layanan e-commerce. Platform digital yang mudah diakses dapat lebih mempermudah pelaku UMKM yang mempunyai toko offline yang bertransformasi ke toko online.

Peluang ini harus dibaca sebagai pasar yang menjanjikan ditengah tren digitalisasi. Daya saing dan tuntutan pasar semakin beragam menjadikan tantangan untuk sekaligus peluang dalam memulai usaha lebih mudah.

Pemanfaatan dalam era digital seperti pembuatan aplikasi yang dapat menjangkau seluruh negeri, peran media sosialpun berdampak bagi perkembangan bisnis ekonomi kreatif ini. Dengan potensi yang terlihat dalam dunia digital, beberapa tren bisnis yang masih menjadi favorit masyarakat saat ini yaitu e-commerce dibidang logistik seperti pengadaan barang masih diminati masyarakat dalam berbelanja online. Situs jual beli online atau yang lebih dikenal dengan marketplace dengan kemudahannya sehingga dapat menghilangkan jarak antara pembeli dan penjual.

Untuk mengembangkan ekonomi kratif di era digital membutuhkan strategi dan pengembangan bisnis untuk merambah ke pasar global. Ekonomi kreatif berpotensi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, ide yang tercipta dapat melahirkan sesuatu yang kreatif sehingga dapat bernilai ekonomi baik dalam bidang jasa maupun barang.

Tak dapat dipungkiri adanya digitalisasi mendukung munculnya para pelaku ekonomi kreatif yang semakin tumbuh ditengah arus pasar global. Ide kreatif yang muncul dalam dunia bisnis merupakan modal manusia yang dibutuhkan untuk mendukung perekonomian dalam tren digitalisasi industri kreatif. Ekonomi kreatif dirasa potensial dalam menggerakan roda perekonomian. Pemanfaatan teknologi dalam tren digitalisasi semakin membuat ekonomi kreatif lebih baik dan dapat berdaya saing di tengah arus pasar global.

ASN di P3KDOD LAN RI (Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara RI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…