Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Menyoal Nama Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA)

Memisahkan Kebutuhan dari Selubung Keinginan yang Menyamar

Harbolnas (Hari Belanja Online) 2018 telah usai. Hari-hari yang cukup berat, bagi mereka para pelaku belanja online. Berat di ongkos, berat di data, karena...

Reformulasi Nalar Paradigmatik dan Transformasi Gerakan PMII

Mengingat eksistensi mahasiswa pada saat itu yang dikenal sebagai sosok yang sangat membahayakan bagi keberadaan para penjajah di Nusantara, karena kaum inilah yang memiliki...

Harapan untuk Staf Khusus Milenial

Pemuda merupakan agen katalisator perubahan bahkan Bung Karno dengan kutipannya yang terkenal “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Mungkin kata-kata itulah yang...

Utak-Atik Aturan Pemilu

Kurang dari satu tahun lagi kita akan menghadapi pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih Presiden-Wakil Presiden beserta para wakil rakyat di parlemen. Seperti kebiasaan yang...
Arif Nurul Imam
Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting

Foto : bandara.id

Bandara baru New Yogyakarta International Airport(NYIA) yang akan menggantikan bandara Adi Sutjipto Yogyakarta saat ini dalam proses pembangunan. Bandara yang diperkirakan akan beroperasional pada 2020 ini, terletak di ujung Barat Kota Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo.

Secara umum, penulis sepakat dengan rencana pembangunan bandara bertaraf internasional tersebut, selain karena bandara Adisucipto sudah cukup padat, namun juga diharapkan bakal memberi dampak ganda terhadap perekonomian DIY, khususnya warga sekitar bandara.

Kering Makna dan Spirit

Namun demikian, ada yang mengganjal dalam benak penulis, yaitu soal pilihan nama yang kurang relevan dan terkesan hanya untuk gagah-gagahan. Hal tersebut karena  nama NYIA tidak mencerminkan identitas dan spirit kearifan lokal provinsi DIY. Pendek kata, nama tersebut tak ada kesan “istimewa” sebagaimana Yogyakarta yang dikenal istimewa.

Pilihan nama dengan bahasa internasional, tepatnya bahasa inggris, hanya mengesankan bahwa bandara baru ini bertaraf internasional yang terletak di Yogyakarta. Namun secara makna dan spirit terasa kering makna dan tak memiliki nilai spirit.

Jika kita menoleh nama bandara di berbagai kota di Indonesia, pilihan nama sebagian besar merupakan nama pahlawan yang berjasa terhadap republik ini atau mencerminkan kekayaan local wisdom. Misal saja, bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, bandara Juanda di Surabaya, bandara Minangkabau International Airport di Padang, dll.

Asmo Kinaryo Jopo

Dalam budaya Jawa, ada ungkapan populer yang saya kira relevan terkait bagaimana membuat sebuah nama. Sebab dalam tradisi Jawa ada ungkapan “asmo kinaryo jopo” atau nama adalah sebuah doa; kiranya bisa menjadi pengingat para pemangku kepentingan dalam memilih nama bandara yang rencananya berada di hamparan seluas 587 hektar tersebut.

Artinya, membuat sebuah nama tak boleh sembarangan atau sembrono, melainkan mesti dipikir secara masak-masak, sehingga memiliki makna, spirit atau harapan terkait pilihan nama. Tak terkecuali dalam membuat nama bandara yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa ini.

Karena belum diresmikan, hemat saya persoalan pilihan nama ini perlu dipikirkan ulang. Ada banyak alternatif yang bisa ditawarkan, baik dilihat dari sisi kekayaan budaya atau para pejuang yang berasal dari Yogyakarta. Dengan demikian, nama bandara baru tersebut memiliki makna dan spirit yang sebangun dengan konteks masyarakat Yogyakarta.

Setidaknya, ada dua hal yang mesti menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan nama bandara baru tersebut. Pertama, konteks kearifan lokal, kedua konteks spirit atau makna dibalik nama yang dipilih.

Konteks kearifan lokal diperlukan karena Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang kerap dijuluki istimewa lantaran kekayaan budaya. Sedang terkait konteks spirit atau makna diperlukan agar nama tersebut memiliki ghirrah sebagai sumber motivasi dan inspirasi.

Karena itu, paling tidak ada dua pilihan yang bisa dilakukan. Pertama dengan menggunakan nama yang berakar dari kearifan lokal, bisa bahasanya, atau unsur khas lainnya. Kedua, dengan menggunakan nama-nama pejuang yang berasal dari Yogyakarta sehingga dapat menjadi mata air keteladanan serta sumber inspirasi.

Sekedar contoh, untuk pilihan nama yang berakar dari kearifan lokal, bisa saja dengan menggunakan sesuatu yang khas Yogyakarta. Seperti misalnya, Bandara Internasional Ngayojokarto atau nama lainnya yang senafas dengan budaya lokal.

Untuk pilihan nama pejuang, tidak kurang sosok tokoh yang bisa di gunakan. Misal saja, Pangeran Diponegoro, Nyi Ageng Serang, Ki Hajar Dewantoro, Ki Bagoes Hadikusumo, Wahidin Sudirohusodo, Sultan Agung dll. Menggunakan nama pahlawan tentu memiliki makna dan spirit sebagai bentuk penghormatan di satu sisi, serta di sisi lain memberi pembelajaran bagi generasi muda untuk meneladani spirit perjuangannya.

Ini hemat penulis, lebih relevan dan mengandung makna serta spirit yang boleh jadi menjadi “penanda” provinsi DIY yang dikenal “istimewa”. Selain itu, juga akan kian menguatkan kearifan lokal sebagai kekayaan yang selama ini menjadi modal sosial yang berharga. Jika masih menggunakan nama NYIA artinya, tak menambah penanda sebagai daerah yang istimewa.

Tentu ini tidak mudah, sebab proyek bandara ini merupakan megaproyek dibawah Kementerian Perhubungan. Meski demikian, usulan perubahan nama belum bisa dikatakan telat, sebelum diresmikan sehingga masih memungkinkan berubah sesuai spirit dan karakter Yogyakarta. Wallohualam.

Arif Nurul Imam
Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pancasila dan Demokrasi Kita Hari Ini

Perjalanan demokrasi di Indonesia tidak selamanya sejalan dengan ideologi negara kita, Pancasila. Legitimasi Pancasila secara tegas tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan difungsikan sebagai...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Lebih Baik Dituduh PKI daripada PKS

Ini sebenarnya pilihan yang konyol. Tetapi, ketika harus memilih antara dituduh sebagai (kader, pendukung/simpatisan) Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.