OUR NETWORK

Menyoal Agama dan Pancasila Dari Mata DN Aidit, Bagian #3

Artikel ini adalah artikel bagian ke-tiga dari artikel Menyoal Agama dan Pancasila Dari Mata DN Aidit. Baca juga bagian pertama-nya disini dan bagian ke-dua disini.

Berbedakah pembangunan masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan Pancasila dengan ajaran-ajaran Marxisme?

Kita sekarang berada dalam tahap pertama revolusi, yaitu tahap nasional-demokratis, belum dalam tahap kedua, yaitu tahap sosialis. Apakah berbeda atau tidak pembangunan masyarakat sosialis Indonesia berdasarkan Pancasila dengan yang berdasarkan Marxisme-Leninisme, hal ini akan kita ketahui kalau kita sudah sampai pada tahap kedua nanti. Tetapi karena pembangunan masyarakat sosialis berdasarkan Pancasila adalah pembangunan masyarakat tanpa exploitation de l’homme par l’homme, masyarakat adil dan makmur, maka sejak sekarang bisa saya katakan bahwa pembangunan masyarakat demikian sesuai dengan tujuan Marxisme.

Bagaimana pendapat Saudara mengenai agama Islam, apakah ajaran-ajarannya progresif revolusioner ataukah sudah out of date? Organisasi-organisasi Islam manakah yang progresif revolusioner?

Out of date atau tidak, hal ini tergantung pada revolusionerkah atau tidak. Jika tidak revolusioner, maka ia adalah out of date. Juga partai komunis, seandainya ia tidak revolusioner, maka ia juga out of date, yang berarti pada hakekatnya ia bukan partai komunis sekalipun namanya partai komunis. Mengenai organisasi Islam mana yang progresif revolusioner, saya tidak bisa menjadi hakim dan memutuskannya. Hal ini tergantung pada tindak-tanduk organisasi-organisasi Islam itu sendiri[1].

 

Dari petikan wawancara di atas perlu kita pahami konteks politik di satu sisi  dan bagaimana aktualisasi politik Aidit di sisi lain, agar tidak terjebak dalam kubangan frasa yang telah di ‘rujak’ oleh lawan politik dan menemukan pandangan objektif dari sikap Aidit terhadap Agama dan Pancasila.

 

Kini kita menyaksikan bagaimana populisme Islam politik telah dan akan terus didompleng oleh oligarki partai politik, juga militer yang mulai mencari panggung di beberapa momentum penting. Istilah komunis yang demikian mengerikan dan kadang lucu di mata rakyat dunia maya musti ditarik simpul kacaunya, agar proses pembangunan wacana kiri tidak digoreng bersamaan dengan isyu ini. Kita punya agenda besar perihal land reform, penegakan HAM, perjuangan menentukan nasib sendiri bagi 1,8 juta rakyat Papua Barat dan lain-lainya yang ditengarai oleh sistem ekonomi-politik liberal yang demikian represif.

 

Kesempatan kaum kiri dalam pertarungan wacana “komunisme” tak boleh mengalami blunder sehingga peristiwa yang telah kita alami di acara Belokkiri Fest maupun Penyergapan seminar 65 di LBH oleh ormas dengan reputasi anti-intelektual ini dimanfaatkan oleh media borjuis yang  berafiliasi dengan partai politik.

 

Diperlukan semacam garis besar yang mampu merajut beragam isu akar rumput dan mendobrak isolasi hukum parsial yang berimbas pada fragmentasi gerakan, setidaknya apa yang ditawarkan oleh Muhamad Ridha dua tahun lalu dalam artikelnya soal Program Minum di indoprogress secepetnya didiskusikan secara serius sampai pada level konsolidasi gerakan terukur dan memiliki signifikansi yang berarti. Tampaknya kita tak lagi bisa berharap pada mereka yang dianggap melakukan infiltrasi kedalam lemaga-lemaga Negara, ada harapan, namun kecil , yang terlihat adalah disintegrasi diantara aktivis gerakan kiri dan mereka yang mengaku membagi tugas di dalam piranti kekuasaan, ditamah lagi penulis merasa miris melihat terkaparnya kekuatan organisi buruh yang tergantikan dengan ormas-ormas fasis religius.

Baca juga bagian pertama dan bagian ke-2 dari artikel Menyoal Agama dan Pancasila Dari Mata DN Aidit.

http://historia.id/modern/wawancara-dn-aidit-pki-menentang-pemretelan-terhadap-pancasila Diunduh pada 02 Oktober 2017, Pukul 18:00.

Penulis yang belajar teori dan praksis di FISIP UIN Jakarta, Lingkar Studi Tangsel, Forum Islam Progresif, Sarekat Student Demokratik & PMII KOMFISIP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.