Jumat, Desember 4, 2020

Menuju 100 Tahun Indonesia, Sudah Siap?

Evaluasi Urgensi Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang FDS

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 berencana menerapkan full day school / FDS (meskipun Kemendikbud berpendapat bahwa...

Meretas Perbedaan dengan Kesenian

Diskriminasi merupakan suatu pokok permasalahan yang selalu hadir dalam relung-relung sejarah, dan menjadi suatu bahasan yang seakan tidak pernah selesai hingga saat ini. Praktik diskriminasi...

Siapapun Menterinya, Kualitas Guru Kuncinya

Penunjukan dan pelantikan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju sontak menarik perhatian publik beberapa hari lalu. Pengusaha berusia 35...

Pekerja Korban Ledakan PT Panca Buan Cahyadi dan Matinya Nalar Kemanusiaan

Kamis pagi, para pekerja mulai masuk untuk menunaikan kewajibannya, demi menghidupi keluarga agar tetap bertahan hidup. Namun hari itu berbeda tanggal 26 Oktober 2017,...
Totoh Wildan
Pembelajar Hukum Lingkungan Hidup, Hak Asasi Manusia dan Tata Kelola Negara

Abad 21 merupakan abad persaingan. Kecepatan perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan peradaban umat manusia. Ketidakpastian menjadi suatu hal yang sering terjadi memasuki abad 21 ini.

Abad milenial ini secara langsung menjadi tantangan besar bagi perkembangan bangsa Indonesia. Memasuki abad yang penuh ketidakpastian, kepemimpinan yang tepat dan tahu arah kedepan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh bangsa besar ini.

Membicarakan tentang kepemimpinan, Indonesia adalah bangsa yang lahir dari pemimpin-pemimpin besar dengan pemikiran besar pula. Soekarno sang Proklamator, adalah pemimpin besar yang memiliki arah pemikiran tentang Marhaenis-nya.

Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama, merupakan tokoh bangsa yang memiliki pandangan maju berkaitan dengan ekonomi dan demokrasi. Selain itu, ada pula Tan Malaka, seorang Minangkabau, dengan pemikiran maju tentang Republik Indonesia, dikala orang Indonesia belum sampai memikirkan tentang kemerdekaan Indonesia sendiri.

Ketiga peminpin di atas hanyalah salah tiga dari tokoh-tokoh lain yang tak kalah hebatnya. Satu hal yang patut dibanggakan, bangsa Indonesia lahir karena memang didesain oleh orang-orang besar, agar dapat pula melahirkan bangsa besar pula. Kebanggaan ini seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh warganegara di Republik ini.

Optimisme para pendiri bangsa yang sudah dipupuk sejak awal kemerdekaan, harus diakui terus memudar ditengah kemunduran-kemunduran moral, etika dan intelektual disebagian besar masyarakat Indonesia.

Salah satu hal yang dapat diasumsikan atas kemunduran-kemunduran bangsa ini adalah terjadinya degradasi kualitas peminpin bangsa dari generasi ke generasi ini. Degradasi kepemimpinan ini secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.

Harus diakui atau tidak, pasca selesainya generasi Soekarno di tahun 1966, pergiliran kepemimpinan pasca Soekarno tidak memiliki pemikiran yang setara dengan generasi sebelumnya. Generasi Soeharto cs yang berbau militeristik telah mematikan inteletualitas era Soekarno. Kepemimpinan yang otoriter, koruptip dan anti demokrasi, memberikan sumbangan besar pada kemunduran-kemunduran pada generasi selanjutnya.

Tumbangnya Soeharto menjelang abad milenium, belum dapat mengembalikan intelektualitas seperti awal-awal kemerdekaan. Sisa-sisa Orde Baru yang berbau fasis, koruptip dan anti demokrasi, masih membekas pada perjalanan bangsa Indonesia di era milenium ini.

Merubah paradigma ala Orde Baru menjadi tantangan bagi generasi 1998 dalam upaya mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa besar pada tahun 2045 atau tepat 100 tahun berdirinya Republik Indonesia.

Ada banyak tantangan yang akan segera dan sedang terjadi. Ketidakpercayaan pada demokrasi, perpecahan antar anak bangsa, ketimpangan yang terus meningkat hingga kian maraknya budaya korupsi menjadi ancaman nyata yang sedang dihadapi. Selain itu, berpotensi juga munculnya krisis pangan, energi hingga yang paling berbahaya yaitu krisis air.

Indonesia 2045 adalah layaknya fiksi yang akan segera datang. Berkaca pada negara kebangsaan lain di dunia, periode memasuki umur 100 tahun adalah masa penuh uji bagi suatu bangsa. Banyak negara yang berhasil bertahan pasca umur 100 tahun, tapi banyak juga yang gagal.

Amerika Serikat dan Prancis adalah 2 negara besar yang berhasil melewati umur 100 tahun. Hanya saja, dalam catatan sejarah, memasuki umur 100 tahun menjadi masa yang paling berat bagi kedua negara tadi. Amerika Serikat menghadapi perang saudara pada tahun 1861-1865.

Perang saudara di Amerika baru sepenuhnya reda pada tahun 1870 atau 6 tahun sebelum Amerika Serikat memasuki umur 100 tahun. Keberhasilan melewati berat tadi, membawa Amerika menjadi bangsa Adidaya hingga saat ini.

Berbeda dengan Amerika Serikat, Uni Soviet menjadi salah satu negara besar yang gagal melewati masa berat saat memasuki umur 100 tahun. Krisis yang berkepanjangan pada periode akhir tahun 80-an, membuat negara ini gagal pada tahun 1991 atau berumur 87 tahun dan menjadi tinggal nama saja dalam catatan sejarah.

Berkaca pada pengalaman 2 negara besar tadi, Indonesia memiliki pilihan pada 2045 nanti. Apakah akan mencatatkan nama sebagai negara besar layaknya Amerika Serikat atau tinggal nama layaknya Uni Soviet? Ketepatan bangsa ini dalam memilih pemimpin yang tepat akan menjadi salah satu parameter dalam upaya melihat Indonesia pasca 2045. Siapkah untuk itu?

Totoh Wildan
Pembelajar Hukum Lingkungan Hidup, Hak Asasi Manusia dan Tata Kelola Negara
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.