Rabu, Oktober 21, 2020

Menjemput Kepingan Paris Van Java di Matur

Buzzer dan Geliat Oligarki

Tulisan ini lahir dari sebuah kegelisahan yang amat menyesak akibatnya manuver para buzzer politik akhir-akhir ini. Kehadiran mereka seperti bayang-bayang hampa, yang mendaraskan sejumlah...

70 Tahun GMKI dalam Pelayanan

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang lahir pada 9 Febuari 1950 yang mana sebelumnya cikal bakal dari organisasi yaitu atas peleburan dari CSV (Cristenlik...

Dilema Pendidikan Sebagai Formalitas atau Keharusan

Setiap 2 Mei 2019 bangsa Indonesia memperingati hari Pendidikan Nasional. Berbicara tentang hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tentu membawa kita kembali kepada masa-masa dimana para...

Tokoh Fiktif dalam Pusaran Politik Indonesia

Perhelatan pesta demokrasi di Indonesia memasuki babak baru. Bukan, bukan karena ada kejutan dari Partai Politik atau kedua kandidat pasangan calon presiden  dan wakil...
Tommy TRD
Camat Matur Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat

Jika Tuhan menciptakan Bumi Parahyangan saat sedang tersenyum, maka demikian pula halnya ketika Tuhan menciptakan Matur. Hamparan perbukitan dengan angin yang berhembus tenang, too good to be true.

Terletak di Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat, Matur terletak tepat di puncak kelok 44 nan legendaris yang sudah lama ada mendahului kelok sembilan yang sedang viral saat ini. Ingin tahu bagaimana menantangnya kelok ini?

Sahabat sekalian bisa bertanya kepada pembalap sepeda peserta Tour De Singkarak yang kerap angkat topi dengan tantangan yang disediakan oleh kelok ini. Terdiri dari tikungan demi tikungan yang dimulai dari danau Maninjau, kelok ini membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi, namun… sangat sepadan dengan indahnya pemandangan dan sejuknya udara yang disediakan oleh kawasan ini.

Memasuki kelok ke 19, maka sahabat sekalian telah resmi memasuki kawasan Matur, dan seketika itu pula sahabat sekalian akan merasakan hawa sejuk. Pada banyak kesempatan, kabut akan menambah kesejukan dan keeksotisan kawasan ini. Melepaskan pandangan ke arah bawah akan memberikan sensasi yang tidak akan bisa terpuaskan dengan sekejap.

Hamparan danau dan bukit-bukit yang hijau memberikan keteduhan dan ketenangan yang luar biasa. Lupakan dulu hiruk dan pikuknya perkotaan. Nikmatilah dulu hamparan alam yang luar biasa indah yang masih alami dan asri. Pemandangan yang ditawarkan di kelok 44 ini membuat cukup banyak pedagang yang membuka warung kopi dengan view menghadap danau. Secangkir kopi, gorengan panas, hamparan danau dan perbukitan di depan mata, apa yang bisa salah dari itu ?

Sedikit berbeda dengan kawasan perbukitan di Bandung yang sudah mulai dipenuhi gedung-gedung modern, Matur masih tetap lestari dengan adat dan budaya lokalnya, yang bisa terlihat dari kehidupan sosial kemasyarakatannya, ladang-ladang yang terhampar bahkan dari bentuk bangunan-bangunan rumah yang masih terjaga kelestariannya sejak zaman dulu. Tidak jarang kita akan menemukan rumah gadang (rumah adat Minangkabau) sepanjang jalan di kawasan Matur.

Masyarakatnya pun masih setia dengan kegiatan bertani, seolah tidak terpengaruh banyak dengan perkembangan dunia yang sudah semakin serba kilat, cepat dan digital. Masyarakat di sini masih setia dengan proses menanam padi, merawat sawah, hingga panen tiba. Saat pagi dan siang hari, hampir semua penduduk akan beramai-ramai menuju sawah dan ladang, memanggul cangkul, topi caping. Tidak satupun dari mereka yang berjalan sambil melihat smartphone.

Sesampainya di puncak kelok 44, berarti sahabat sekalian telah berada di kawasan Ambun Pagi. Terdapat resort berkelas di areal ini, Nuansa Maninjau Resort. Bagi sahabat yang baru saja menikah dan akan berbulan madu, tempat ini layak untuk dipertimbangkan. Siapkan sweater atau jaket tebal, karena hawanya sangat sejuk jika tidak bisa dikatakan dingin. Di resort yang sudah berpengalaman melayani ribuan tamu ini, sahabat sekalian akan mendapatkan semua fasilitas berkelas.

Cottage dengan 2 kamar di dalamnya, atau kamar dengan view menghadap kolam renang atau areal perbukitan. Suasana yang tenang memberikan relaksasi yang maksimal. Mengeluarkan keringat dengan berlari kecil di jogging track yang tersedia, dikelilingi taman bunga, atau sekedar bermain tenis pun bisa dilakukan.

Meneruskan perjalanan dari Ambun Pagi akan membawa anda tiba di alun-alun Matur. Setibanya di alun-alun Matur bukan berarti pemandangan indah telah usai. Lima menit berkendara lagi dengan hamparan sawah di kiri dan kanan akan membawa sahabat ke Kenagarian Lawang. Konon kabarnya wilayah perbukitan di nagari ini adalah tempat Paralayang nomor 2 terbaik di dunia setelah Selandia Baru.

Bersiap-siaplah menarik nafas panjang, karena masih begitu banyak pemandangan yang akan membuat terpana setibanya di sini. Langganan menjadi tuan rumah turnamen paralayang internasional, dengan angin yang berhembus dengan kadar yang tepat, dan pandangan yang akan terlalu sulit untuk dilupakan. Mengunjungi tempat ini bersama keluarga adalah pilihan yang terbaik. Karena terdapat cukup banyak pilihan lokasi untuk melakukan kegiatan outbond bersama keluarga atau kolega.

Saya akui, Matur menyediakan begitu banyak titik lokasi yang sejenak akan membuat anda betah dengan hanya bersandar pada sebuah pohon kayu, dan anda bisa memandangi pemandangan yang akan cukup sulit anda temukan persamaannya di tempat lain. Matur dengan semua keindahannya, budayanya dan orisinalitasnya, sekeping Paris Van Java di Sumatera.

Tommy TRD
Camat Matur Kabupaten Agam Propinsi Sumatera Barat
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.