Sabtu, Februari 27, 2021

Mengurai Benang Kusut Kemacetan di Hari Raya

Membawa Ketakwaan Puasa Ramadhan di Luar Bulan Ramadhan

Baru saja umat Islam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Di mana, tingkat ketakwaan seseorang ketika beribadah puasa cukup tinggi. Berbagai macam ibadah dilaksanakan,...

Reformasi Tata Kelola Keuangan Parpol

           Wacana kenaikan bantuan keuangan negara untuk parpol menjadi sebesar Rp 1000 per suara sah melalui revisi PP No.5 Tahun...

Peran Media di Era Millenial

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi menjadi suatu hal pokok sekarang ini. Menjadikan media, baik cetak maupun daring semakin berlomba dalam menyajikan konten beritanya....

Jaringan Intelektual Berkemajuan: Ekonomi Kreatif yg Berkepribadian dalam Kebudayaan

Jakarta - Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas. Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB)...
Moh Abd Raufhttp://raufsharing.wordpress.com
Penulis adalah Koordinator Cabang Jawa Timur Himpunan Komunitas Peradilan Semu Indonesia (HKPSI) dan Founder Unity of Writer (UNITER)

Jika akhir-akhir ini beberapa diskursus publik sering melayangkan kalimat “Pancasila sudah final” tetapi tulisan perdana saya ini di geotimes.co.id ingin juga melayangkan kalimat “Macet belum final”.


Mudik tahun ini akan menjadi bulan-bulanan kembali masyarakat urban untuk pulang bertemu keluarga di kampung halaman. Bagaimana tidak? Mudik yang seharusnya menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersilturahim dan melepas rindu dengan keluarga di kampung masih banyak menuai hambatan.


Tidak bisa dipungkiri kembali bahwa lancarnya perjalanan pemudik hanya menjadi impian. Dari tahun ke tahun walaupun diterapkan problem solving untuk menyelesaikan masalah tersebut belum berbuah hasil maksimal. Hal ini seharusnya menjadi PR besar bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kembali sarana dan prasarana jalan raya.
Jika mindset masyarakat mengucapkan “macet lagi, macet lagi” jarang terdengar dapat disimpulkan bahwa pemerintah berhasil mengejawantahkan program-program yang telah direncanakan di awal khususnya dalam lalu lintas. Momentum mudik sebenarnya menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk membuktikan kerja yang nyata dalam melayani masyarakat. Akan tetapi pemerintah masih belum dapat hadir dalam melihat dan memberantas masalah itu dengan objektif.


Beberapa prediksi mucul bahwa potensi macet pada mudik 2017 ini dianggap lebih parah daripada tahun sebelumnya karena owner transportasi pribadi meningkat drastis. Secara rasional jika transportasi meningkat maka bisa dispekulasikan bahwa potensi kemacetan tahun ini lebih overload.


Momentum mudik 2016


Flashback pada arus mudik tahun lalu menuai tragedi yang disebut “Macet Horor” di Brebes Jawa Tengah, tidak bisa diharapkan kembali tragedi tersebut akan terjadi pada tahun ini. Sekitar 18 korban yang meninggal pada tragedi tersebut menimbulkan banyak pernyataan kontroversi oleh masyrakat umum. Salah satunya ialah kritik ditujukan kepada pemerintah yang tidak dapat memberikan solusi terhadap potensi kemacetan yang berkesinambungan.
Walaupun ada klarifikasi ulang oleh Sri Gunadi Parwoko yang menyebutkan dari 18 diantarnya 12 korban tewas diduga karena kelelahan sehingga penyakit yang dideritanya selama ini kambuh. Ujar pria berkacamata tersebut yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Permasalahannya adalah karena jalan macet maka fasilitas kendaraan ambulans untuk mengevakuasi sulit menjangkau lokasi. Akibatnya mereka tidak tertolong.
Lagi-lagi bahwa momentum mudik 2016 menjadi PR bagi pemerintah untuk menyelesaikan kemacetan yang selalu membawa dampak negatif. Tragedi tahun lalu tersebut menimbulkan phobia bagi masyarakat untuk menikmati proses perjalanan mudik.


Bagaimana persiapan pemerintah tahun ini?


Sebelum menghadapi klimaks mudik lebaran 2017 Menteri Perhubungan mengeluarkan beberapa strategi untuk mendukung kelancaran arus mudik. Sesuai perintah presiden bahwa mudik tahun ini harus lebih baik daripada tahun selanjutnya. Dalam arahannya Budi Karya Sumadi kepada para peserta gelar pasukan menjelaskan bahwa untuk mewujudkan angkutan lebaran tahun 2017 yang guyub dan rukun, diperlukan strategi-strategi untuk mendukung hal tersebut. Seperti melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder serta melakukan pembagian tugas dan peran antar lintas sektoral.


Strategi lainnya adalah melakukan inspeksi keselamatan/ ramp check terhadap seluruh armada angkutan umum baik darat, laut, udara, dan kereta api lebih awal dan dilakukan secara menyeluruh. Untuk memudahkan dan mempercepat penanganan angkutan lebaran, Kementerian Perhubungan juga bekerjasama dengan Korlantas akan melakukan pemantauan pelaksanaan angkutan lebaran melalui sistem informasi dan komunikasi serta pengerahan personil gabungan sebanyak 167.146 personil dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pramuka dan unsur lainnya. Selain itu, untuk menurunkan tingkat kecelakaan di masa angkutan lebaran ini, Kementerian Perhubungan dan BUMN/ mitra kerja telah menyiapkan program mudik gratis sebanyak 296.942 orang.


Menelaah beberapa strategi yang dipaparkan oleh Menhub diatas perlu diapresiasi secara responsif. Akan tetapi, masih ada beberapa strategi yang harus diimplementasikan sejak dini. Dalam hal ini perlu adanya analisis dan kajian ulang yang bersifat objektif agar impian masyarakat terkait dengan kemacetan tidak terulang kembali.
Membenahi kemacetan mudik


Analisis saya terhadap problem yang terjadi saat ini mengenai kemacetan harus ditangani secara intensif oleh pemerintah. Karena masalah kemacetan bukan lagi masalah yang bersifat insidental tetapi masalah yang harus diselesaikan secara urgen. Sampai detik ini walaupun adanya solusi oleh pemerintah masih belum membuahkan hasil yang produktif.
Hemat saya sebagai insan akademisi juga ingin memberikan kontribusi kerisauan pemikiran terkait dengan problematika yang kontinuitas dihadapi oleh bangsa ini khsusunya kemacetan. Sesuai harapan pribadi beberapa poin di bawah dapat dibaca dan diterapkan oleh yang berwenang.


Pertama, pengetatan izin bagi kendaraan pribadi untuk beroperasi di arus mudik dan adanya uji kelayakan kendaraaan oleh dinas perhubungan. Seperti uji emisi dan kelayakan jalan. Seperti kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Singapura yang mengimplementasikan Certificate of Entitlement. COE adalah surat keterangan yang didasarkan pada kuota perkembangan jumlah kendaraan baru yang diizinkan beroperasi di Singapura hanya selama 10 tahun. Pada 10 tahun berikutnya, maka pemilik diharuskan untuk menjual kembali untuk diperbaharui COEnya oleh pemilik baru, atau dijual ke luar negeri.


Kedua, memperbanyak transportasi yang berkualitas dan terintegrasi. Umumnya transportasi yang berada di Indonesia masih belum memiliki kulaitas unggul dan terintegrasi antara moda transportasi. Adanya integrasi antara moda transportasi (darat, udara, laut) lebih memudahkan efisiensi pemudik untuk mengakses perjalanan mudik.

Ketiga, meningkatkan pembangunan (infrastruktur) perluasan dan pembuatan jalan tol baru. Pembangunan jalur lintas selatan masih menjadi wacana yang belum terealisasikan. Jika memang terealisasi pembangunan jalur lintas selatan akan memberikan 2 bonafit bagi publik, yaitu, selain mengurangi kemacetan jalur lalu lintas utara juga dapat meningkatkan perekonomian di sekitar jalur lintas selatan.


Keempat, meningkatkan kualitas kontrol lalu lintas melalui perbanyakan CCTV di jalan raya protokol. Dengan adanya banyak CCTV di setiap sudut jalan maka akses kontrol arus lalu lintas lebih efektif dan mudah.

Kelima, pembangunan mindset kesadaran masyarakat agar tidak cenderung memilih transportasi darat sebagai alternatif. Pemerintah harus lebih cermat untuk mengubah paradigma masyarakat umum dengan cara sosialisasi dan penerapan harga wajar moda transportasi (udara dan laut khususnya).

Keenam, memperbanyak layanan mudik gratis dengan membangun kerjasama Corporate Social Responsbility (CSR) dengan perusahaan-perusahaan. Karena kebanyakan ekonomi masyarakat dibawah strata umum. Peningkatan layanan mudik gratis lebih memudahkan pemudik strata ekonomi bawah untuk menikmati momentum mudik seperti lainnya. Ketujuh, implementasi desentralisasi pembangunan. Kebanyakan kaum urban melakukan hijrah ke kota salah satunya karena minimnya pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang perekonomian. Sehingga eskalasi pemudik dari kota dapat terminimalisir.


Seakan-akan wacana diatas juga menjadi impian yang tak pernah terealisasikan. Karena kita paham berbicara tidak sesulit mengejawantahkan. Yang terpenting ialah bagaimana kita menyadari bahwa melakukan kebaikan untuk orang lain sangatlah berharga dan bernilai.

Moh Abd Raufhttp://raufsharing.wordpress.com
Penulis adalah Koordinator Cabang Jawa Timur Himpunan Komunitas Peradilan Semu Indonesia (HKPSI) dan Founder Unity of Writer (UNITER)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.