Senin, November 30, 2020

Mengingkari Sumpah Pemuda

Minke, Iqbaal, dan Bumi Manusia

Dalam Bumi Manusia dan Tetralogi Buru, tokoh Minke lahir dari golongan priyayi. Dia punya segalanya untuk menjaga harmoni kehidupannya: lahir dan hidup kaya, lalu...

Pemberantasan Korupsi dan RUU Masyarakat Adat

Negeri ini paling kaya di dunia, tapi sekarang menjadi melarat karena para koruptor tidak ditindas dengan tegas ~ Gus Dur. Pernyataan Presiden RI periode 1999-2001...

Benarkah Ulama Klaim Mendukung Capres? Ulama yang Mana?

Kondisi politik di Indonesia akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan oleh berbagai elite politik hingga masyarakat awam. Suasana pelik mewarnai setiap berita di media massa yang...

Membuka Ruang Publik Milenial Membatasi Staqus Quo

Di era Orde Baru hingga akhir pemerintahan SBY.  Mereka yang duduk dikekuasaan berdasarkan pada kedekataan (nepotisme). Membuka generasi milenial,  menjadi trigger konsepsi ruang publik...
Suranto Andreas
Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Empat tahun silam tepatnya musim kampanye pilihan presiden (pilpres) tahun 2014, puluhan orang yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Pilpres Berkulitas mendesak KPU untuk menggelar sesi debat dalam bahasa Inggris untuk Joko Widodo “Jokowi” dan Prabowo Subianto.

Dalam hal itu, aliansi menginginkan adanya pemimpin yang bisa fasih berbahasa Inggris, sehingga nantinya tidak membuat malu rakyat Indonesia jikalau nantinya presiden disejajarkan dengan petinggi-petinggi internasional.

Kemampuan Jokowi dan Prabowo dalam menggunakan bahasa Inggris tentunya berbeda. Langkah tepat diutarakan oleh Jokowi bahwa sesi debat tersebut adalah agenda nasional yang semestinya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Keinginan untuk menggunakan debat berbahasa Inggris juga dikemukakan oleh permintaan publik tahun ini. Permintaan yang menggunakan isu lama demi memperkeruh situasi politik di tanah air ini. Menggunakan bahasa Inggris dalam agenda kegiatan apapun tidaklah menjadikan soal.

Menggunakan bahasa internasioal itupun merupakan langkah maju yang ditandai dengan banyaknya ilmu yang didapatkan. Penggunaan bahasa Inggris karena karena dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan. Semakin terbiasa berbicara atau membaca dengan bahasa Inggris, semakin fasihpula berbahasa Inggrisnya.

Sama halnya dengan kebiasaan berbahasa Arab. Semakin banyak menggunakan bahasa Arab, semakin fasihpula bahasa Arabnya. Tidak memerlukan kecerdasan untuk dapat menggunakan bahasa Inggris, yang perlu digunakan adalah rasa disiplin untuk terbiasa menggunakan bahasa internasional tersebut.

Jika keinginan publik tersebut merupakan standar kecerdasan sebagai calon pemimpin di negeri ini di mata dunia, bagaimana bisa hal tersebut dapat dibenarkan?! Kecerdasan calon pemimpin tidak hanya dapat disatu-kategorikan dalam fasih berbahasa Inggris saja, melainkan pada aspek-aspek lainnya.

Menurut Marketers Indonesia, Aspek Kepemimpinan  terdiri dari enam aspek yang meliputi: Aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, personal, dan moral. Aspek-aspek tersebut harus menjadi modal awal dalam memimpin sebuah bangsa. Keenam aspek tersebut satu sama lainnya saling mempengaruhi dan melengkapi, sehingga tidak hanya condong seaspek saja dan mendominasi.

Mahir berbahasa Inggris tetapi tidak mempunyai aspek kepemimpinan dalam hal moral, sosial dan emosional, ibarat peribahasa “tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang”. Maksudnya adalah orang yang kompeten dalam sebuah kepemimpinan tidak akan banyak berbicara, tetapi orang yang tidak kompeten akan banyak berbicara seolah-olah mengetahui banyak hal.

Data dari lembaga pendidikan bahasa Inggris EF, indeks kecakapan berbahasa Inggris (EF English Proficiency Index/ EF EPI) 2017, bahwa kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa di Indonesia menempati peringkat ke-39 dari 80 negara di dunia. Indonesia masuk dalam kategori kemampuan berbahasa Inggris rendah dan berjajar dengan negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Thailand, Jepang dan Tiongkok.

Sedangkan negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Iran dan Irak masuk pada kategori sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris masih kurang diminati oleh orang dewasa di negara-negara di belahan dunia lainnya. Faktor utama kurangnya berbahasa Inggris di Indonesia adalah karena tidak benar-benar butuh bahasa Inggris. Masyarakat di Indonesia utamanya masih memakai bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia untuk berkomunikasi sehari-hari, sehingga lebih memudahkan komunikasi mereka.

Walaupun penggunaan bahasa Inggris sangat pas digunakan untuk melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi bahkan berkompetisi dengan negara lain. Namun tidak boleh dipungkiri bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam agenda nasional seperti sesi debat calon presiden tidaklah relevan dilakukan. Karena apa?

Agenda nasional oleh KPU dalam sesi debat pilpres hanya diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang mengetahui bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Rakyat Indonesia tidak membutuhkan sesi debat berbahasa Inggris, yang bahasanya banyak tidak dimengerti oleh rakyat Indonesia itu sendiri. Harapan diadakan sesi debat oleh KPU menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah agar maksud dan tujuan dari program kerja calon presiden dapat dimengerti oleh khalayak ramai di seantero nusantara ini.

Jika penggunaan bahasa Inggris dalam debat pilpres dilakukan, artinya secara gamblang KPU dan permintaan publik untuk debat berbahasa Inggris telah mengingkari Sumpah Pemuda, pada bagian ketiga Sumpah Pemuda yaitu “Kami putra dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Suranto Andreas
Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Tebet, Megamendung, dan Petamburan

Pandemi corona makin liar. Jika sebelumnya cluster penyebaran corona menyeruak di rumah sakit, perkantoran, sekolah, pesantren, perumahan, restoran, dan RT/RW -- kini tengah ramai...

Messi Adalah Nabi dan Maradona Adalah Tuhan

Paus Francis tersenyum. Ia juga berasal dari Argentina. Saat itu Ia mengunjungi klub sepokbola di Buienes Aires, Argentina: the Sportivo Pereyra de Barracas FC. Di...

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

..."Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran?...

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.