Rabu, April 14, 2021

Menghargai Perokok Pasif

Balada Orang-Orang Menang

Kalau tak mengharukan, itu bukan balada. Kalau tak ada yang kalah, tak ada yang menang. Apa artinya siang jika malam tak kunjung tiba? Bagaimana...

Kita Bisa Belajar Toleransi Dari Sisa Kebencian

Manado yang selalu saya suka, di beberapa tempat tertentu, kita masih bisa menemukan keramaian lepas tengah malam, industri berkembang cepat disini, arus wisatawan yang...

Tenun Persatuan, Tinggalkan Perseteruan!

Jika ingin mengetahui karakter seseorang, maka beri ia kekuasaan (Abraham Lincoln) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pantas dinobatkan sebagai barometer politik nasional. Jakarta, tempat...

Kopi Jum'at Semangat

Kopi Jum'at SemangatOleh : Widdy Apriandi(Penulis adalah Pegiat Kopi Tanah Air Sekaligus Founder Kedai Kopi "Bandit" - Purwakarta)Eits, ngopi dulu kita! Biar ngga ngantuk...
FayaLusaka
Mahasiswi Ilmu Komunikasi salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Perempuan ini menyukai kegiatan travelling.

Merokok tentu saja menjadi hak yang dimiliki oleh setiap orang. Akan tetapi seringkali dengan merasa bahwa memiliki hak tersebut, maka orang lupa akan sikap menghargai orang lain. Sikap menghargai orang lain yang dimaksud disini yaitu, menghargai perokok pasif.

Manusia di dunia ini memang beragam. Salah satu contohnya yaitu ada orang yang memilih untuk merokok, dan ada pula yang bahkan terkena asapnya saja tidak mampu. Bukan karena apa-apa, orang yang tidak mampu terkena asap rokok ini terkadang memiliki permasalahan dengan pernafasannya.

Adanya perbedaan pilihan orang untuk merokok atau tidak tersebut mengakibat beberapa tempat umum menyediakan fasilitas penunjang untuk keduanya. Rumah makan, kafe, atau bahkan warung internet atau yang biasa disebut warnet menyediakan smoking area dan no smoking. Dengan adanya kedua tempat tersebut membuat antara perokok aktif maupun pasif dapat beraktivitas dengan leluasa.

Meskipun sudah tersedianya smoking area dibeberapa fasilitas dibeberapa tempat, akan tetapi masih saja ada yang tidak menyediakan fasilitas tersebut. seperti jalan raya, tempat ini tidak mungkin adanya fasilitas smoking area.

Seharusnya dengan tidak adanya tempat tersebut, maka para perokok seharusnya dapat menahan diri untuk tidak merokok selama dalam perjalanan. Akan tetapi faktanya, banyak para pengendara kendaraan bermotor dengan seenaknya menyetir sambil menyalutkan kebiasaannya tersebut. Hal ini justru sangat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya maupun si perokok itu sendiri.

Hal yang membahayakan diantaranya yaitu dapat terganggunya pengguna jalan lain yang tidak merokok akibat dari asap rokok orang lain. Selain itu hal ini juga dapat menganggu keselamatan si perokok sendiri karena mengemudi sambil merokok dapat menganggu konsentrasinya sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.

Permasalahan merokok di jalan raya ini seringkali menjadi bahan pembicaraan masyarakat umum. Di media sosial seperti twitter dan instafram seringkali memunculkan keluhan-keluhan pengguna jalan yang terkena asap atau abu rokok dari si perokok di jalan raya.

Gerakan tidak merokok disemabarang tempat untuk menghargai orang yang tidak merokok harus digiatkan dari hal-hal kecil. Hari tanpa tembakau sedunia yang akan jatuh pada tanggal 31 mei 2019 nanti dapat menjadi awal untuk memulai. Dengan tidak merokok seharian penuh pada tanggal itu, masyarakat yang tidak merokok dapat merasa nyaman dan dihargai untuk mengirup oksigen yang bersih tanpa asap rokok.

Adanya hari tanpa tembakau sedunia yang dicetuskan oleh WHO ini dikarenakan tingginya penggunaan tembakau membunuh stidaknya 10 juta orang di dunia setiap tahun, sementara penggunaan tembakau di dunia mencapai 1,3 miliar. Semestinya kita mampu mengendalikan sekitar 100 juta kematian dini dengan mengurangi penggunaan tembakau.

Dengan adanya hari tanpa tembakau tersebut diharapkan kedepannya para perokok dapat lebih mengargai orang yang tidak merokok. Tidak hanya untuk mengurangi intensitas perokok, tanggal 29 Mei nanti juga diharapkan dapat mengurangi segala bentuk konsumsi tembakau. Sehingga kedepannya jumlah perokok baik di Indonesia maupun dunia dapat berkurang dari tahun ke tahun.

FayaLusaka
Mahasiswi Ilmu Komunikasi salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Perempuan ini menyukai kegiatan travelling.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.