Rabu, April 14, 2021

Mengenalkan Spiritualitas Jawa

Javaenglish, A Threat or Opportunity?

My sister, who is in senior high school, texted me couple days ago, “sorry ya bro, aku rak isa mangkat wingi. Iki lagi on the way (I...

Palestina dan Kematangan Mental

Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama, di usia 17 tahun sudah aktif di sebuah kelompok teater, yang hasil pementasannya ia gunakan untuk mendirikan dan...

Sumpah Pemuda di Era Milenial

Mengingat tanggal 28 Oktober merupakan hari yang bersejarah bagi anak muda. Kebebasan anak muda berkreasi, mengeluarkan pendapat, melakukan segala hal dengan kebebasan telah mereka...

Trump-Hillary, Industri Terbelah, dan Karakter Kota Masa Pandemi

Industri di dunia beberapa tahun belakangan ini semakin didominasi industri berat dan industri kreatif-jasa. Dominasi industri meruncing akibat pertarungan Trump dan Hillary di Amerika. Trump...
abhi narab
SUka nulis, thats my passion

Melalui karya berjudul Sunyata The Poetics of Emptiness, Paviliun Indonesia hadir dalam seminar berjudul The Tale of The Void, yang dilaksanakan Minggu (8/7), di kota Venezia, Italia. Hadir sebagai panel pembicara kurator Ary Indra, moderator David Hutama dan Renato Rizzi, Professor University of School of Architecture Venice (IUAV). Acara ini merupakan rangkaian dari acara dua tahunan, Venice Architecture Biennale yang ditahun 2018 ini mengangkat tema Freespace.

Sunyata The Poetics of Emptiness memuat filosofi kekosongan yang telah dikenal secara dekat oleh masyarakat Nusantara terutama Jawa. Konsep suwung yaitu kekosongan yang memberikan pengaruh yang mendalam dan secara implisit dan eksplisit kerap mengandung unsur spiritual dan “kehadiran kekuatan energi lain” tercermin dan terasa dalam bangunan dan arsitektur nusantara.

“Void dalam arsitektur tradisional nusantara merupakan konsep yang telah dikenal  dan juga telah diterapkan pada banyak bangunan sebagai jawaban pada tantangan gografikal juga sebagai cara memberikan ruang pada kebutuhan ritual dan juga kebutuhan untuk berinteraksi dengan sesama manusia,” ujar Ary. Karya yang sarat nilai budaya ini mendapat apresiasi dari penggiat arsitektur dunia.

Konsep Freesapce menjadi tema kali ini tak lain karena kecenderungan manusia yang akhir-akhir ini bertumpu pada hal-hal yang bersifat tangible dan melupakan bahkan menolak hal-hal yang bersifat intangible. Kondisi ini terlihat  sebagai akibat kemalasan berpikir dan munculnya dorongan yang kuat untuk mendominasi yang lain.

“Manusia saat ini berada pada periode yang sangat mengerikan dimana ada anggapan publik yang menganggap bahwa hal yang eksak seperti misalnya teknologi sangat dibutuhkan sebagai alat untuk mendominasi dan menguasai  sesama,” jelas professor Renato Rizzi

Hal ini menurutnya membuat manusia terjebak dan tidak bisa memahami bahwa ada hal-hal yang nilainya jauh lebih tinggi dan jauh melampaui kekuasaan  namun tidak mendominasi, yang disebut arche.

“Dalam dunia arsitektur, Arche adalah sesuatu yang intangible, tidak bisa dinilai tapi justru kekuatannya  lebih tinggi dan kita sebut grace (anugerah). Grace ini hanya bisa hadir melalui pribadi yang singular, pribadi yang mengenal dirinya sendiri, yang hadir secara spesifik dan unik pada pribadi masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan hadirnya tema Freespace ini, diharapkan manusia dapat menarik diri, dari hiruk pikuk kebutuhan manusia pada dunia material dan teknologi, untuk sejenak merenung dan berkontemplasi, memberi waktu pada tiap pribadi untuk mengenal sisi masing-masing yang tangible dan intangible serta memanfaatkan keduanya dalam porsi yang seimbang.

Kebanggaan terhadap dunia arsitektur Indonesia ini tak lepas dari peran BEKRAF yang mengaadkan proses seleksi pemilihan karya dan kurator medio 2017 yang lalu. Desember 2017, terpilih enam kurator Ary Indra, David Hutama, Dimas Satria, Jonathan Aditya, Ardy Hartono dan Johanes Adika dengan karya berjudul Sunyata: The Phoetics of Emptiness.

 

abhi narab
SUka nulis, thats my passion
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.