Sabtu, Januari 16, 2021

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Sampah, Narasi Metropolitan, dan Apatisme Warga Bekasi

Terlepas jarak tempuh yang dianggap mendekati perjalanan antar planet, kota bekasi punya jurus pamungkas kalau berhadapan dengan Pemprov DKI. Jurus ini bernama jurus sampah....

Arsip-Arsip Pribumi

Pribumi adalah semua menjadi warga negara Indonesia. Semua yang tinggal dan mengaku bertanah air Indonesia adalah pribumi.Dan mereka yang tidak mengaku berbangsa dan bertanah...

Humanisme dalam Kesarjanaan Arab Kontemporer

Beberapa ahli menilai -terutama kalangan Orientalis- bahwa Humanisme adalah produk orisinal peradaban Barat. Dengan kata lain, peradaban Barat, dengan klaim rasionalitas ekslusifnya yang semata-mata...

Menyikapi Demokrasi Kita yang Selalu Ribut

Penentuan pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden RI pada Pemilu 2019 mendatang telah ditetapkan. Sedikitnya perang mutu dan strategi oleh para politisi dan...
Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja Jawa Tanpa Mahkota adalah julukan pemerintah Hindia-Belanda yang ditunjukkan untuknya.

Selain diketahui sebagai gurunya bapak Proklamor Kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno, Tjoakroaminoto juga dianggap sebagai ratu adil pada zamannya, sebab gagasan-gagasannya dianggap melampui zaman dan selalu berpihak pada rakyat serta pada tanah air Indonesia. Namun, kerendahan hatinya ia justru menolak sebutan itu. Ia menginginkan dan terus mengingatkan bangsa Indonesia untuk menciptakan Indonesia merdeka yang terlepas dari penjajah.

Tjokroaminoto dengan nama lengkap Raden Haji Oemar Said Tjokroaminoto lahir di desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1883. Ayahnya yang bernama Tjokroamiseno merupakan bangsawan yang sangat disegani oleh masyarakat karena bekerja sebagai wedana di Kleco Madiun. Sedangkan kakeknya sebagai Bupati  Ponorogo yang bernama Tjokronegoro. Tjokroaminoto yang sangat berpengaruh pada rakyat jelata ini tidak memiliki pendidikan formal, tercatat ia sebagai lulusan akademi pamong praja Opleiding School Voor Inlandse Ambtenaren (OSVIA) di Magelang.

Karir Tjokroaminoto berawal dari pertemuannya dengan pendiri SDI (Serekat Dagang Islam), Haji Samanhudi di Surabaya pada tahun 1912. Kemudian, ketika itu Tjokroaminoto mengusulkan agar nama SDI (Serekat Dagang Islam) di ganti menjadi Serekat Islam (SI) agar cakupannya lebih luas tapi tanpa meninggalkan misi dagang. Usul itu kemudian langsung diterima dan Haji Samanhudi meminta menyusun anggaran dasar Serekat Islam. Pada tanggal 10 September 1912 Serekat Islam pun berdiri dengan Haji Samanhudi sebagai ketua dan Tjokroaminoto sebagai komisaris untuk Jawa Timur.

Tiga tahun setelah itu, pada tahun 1915 Tjokroaminoto menjadi ketua Central  SI yang merupakan gabungan dari SI daerah-daerah. Sejak saat itu ia terus berjuang mengukuhkan eksistensi SI. Dalam naungan organisasi ini Tjokroaminoto berjuang untuk menghapus diskriminasi usaha terhadap pedagang pribumi.

Dengan kata lain, SI berusaha menghilangkan dominasi ekonomi dari penjajah Belanda dan para pengusaha keturunan China. Satu tahun kemudian, S1 diakui secara nasional oleh pemerintah Hindia-Belanda. Walaupun Tjokroaminoto sebagai manusia darah biru, namun ia sangat berbeda dengan bangsawan lainnya dengan berupaya keras untuk keluar dari belenggu budaya Jawa. Dalam hal ini tidak heran jika ia tidak memilih bergabung dengan Budi Otomo sebagai wadah perjuangannya. Padahal, ia sangat layak bergabung dalam organisasi ekslusif priyayi lainnya.

Gagasan Tjokroaminoto selain menyuarakan kemerdekaan Indonesia ialah kebebasan politik serta perlunya membangkitkan kesadaran hak-hak kaum pribumi. Ia juga secara intens melakukan gerakan penyadaran untuk anak-anak muda yang indekos dirumahnya yang di Surabaya. Disamping itu Jauh sebelumnya, Tjokroaminoto juga menginginkan  bangsa Indonesia kelak mempunyai pemerintahan sendiri serta terbebas dari belenggu kolonialisme penjajah.

Dalam hal ini, pada Kongres Nasional Pertama Central Sarekat Islam pada tahun 1916 ia melontarkan gagasan untuk mewujudkan cita-citanya itu, dimana Tjokroaminoto ditengah-tengah kongres melontarkan ingin membentuk parlemen yang lahir dari rahim bangsa Indonesia sendiri sehingga melalui parlemen tersebut dapat melahirkan undang-undang.

Tak lama setelah Tjokroaminoto mengusulkan pembentukan parlemen, tepatnya pada tahun 1918 pemerintah kolonial Belanda bersedia membentuk Dewan Rakyat atau Volksraad, Tjokroaminoto beserta tokoh lainnya seperti, Agus Salim dan Abdul Muis terpilih sebagai anggota Dewan Rakyat yang dibentuk oleh kolonial Belanda itu, mereka pun berniat untuk membentuk parlemen sejati dengan mengeluarkan mosi agar anggota parlemen dipilih secara langsung oleh rakyat serta membentuk pemerintahan yang bertanggung jawab kepada rakyat, tetapi kandas. Sebab, pemerintah Belanda menolak mosi yang diusulkan oleh ketiga tokoh wakil SI itu. Tak lama kemudian ketiga Dewan Rakyat itu keluar dari Voksraad dan bersikap non-kooperasi dengan pemerintah.

Selanjutnya, pada tahun 1923 SI mengadakan Kongres Akbar di Madiun, pada kongres ini SI diubah menjadi partai dengan nama Partai Sarekat Islam (PSI), melalui partai ini Tjokroaminoto bertekad untuk menentang pemerintahan Belanda yang semakin kuat menancapkan kapitalisme dan kolonialisme-nya di tanah air Indonesia. Akan tetapi, sebelum melihat bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Tjokroaminoto terlebih dahulu meninggal pada 16 Desember 1934. Sebagai tokoh besar dengan gagasan-gagasannya, ia berhasil mewariskan kepada generasi muda setelahnya seperti Soekarno, Sjahrir dan Hatta.

Soekarno pernah mengatakan “Tjokroaminoto adalah salah satu guru saya yang amat saya hormati, keperibadiannya dan Islamisme-nya sangat menarik hati saya”.

Akan tetapi setelah beberapa generasi Tjokroaminoto seperti terlupakan, kiprahnya seakan-akan disamarkan oleh generasi bangsanya sendiri yang seharusnya gagasan-gagasannya bisa diimplementasikan oleh generasi-generasi setelahnya, ia juga merupakan salah satu di antara Bapak Republik Indonesia.

Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.