Rabu, April 14, 2021

Mengembangkan Karakter Kewirausahaan Pemuda Desa

Refleksi dari Penjual Es Degan

Sore yang terik itu saya berada di salah satu sudut kota Jogja. Di kota ini para wisatawan berdatangan untuk mengabadikan kunjungan mereka. Seseorang yang...

Independensi Jurnalisme dalam Tahun Politik

Belum lama ini, Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI menyinggung wartawan sebagai akibat buruknya penampilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Dia...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Geliat Media Massa di Tahun Politik

Media massa merupakan salah satu saluran pembentuk masyarakat yang demokratis. Demokrasi itu sendiri dapat diwujudkan melalui media massa. Fungsi utamanya sebagai penyalur sekaligus pencari...
Asep Jazuli
Pendamping Lokal Desa pada P3MD Kemendesa PDTT RI || PLD Kabupaten Sumedang || Blogger II Insan Desa Institute II - Maheutkeun Rasa Kaheman -

Terbitnya UU Desa memimpikan kehidupan desa yang otonom dalam mengelola pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan. Pada PP Nomor 43 Tahun 2014 yang diubah melalui PP Nomor 47 Tahun 2015 telah menyebutkan jika kini desa mempunyai wewenang untuk mengatur sumber daya dan arah pembangunan.

Berlakunya regulasi tentang desa membuka harapan bagi masyarakat desa untuk berkembang dan maju. Hal tersebut menjadi momentum untuk mendorong lahirnya desa dengan tata kelola yang lebih akuntabel dan transparan, masyarakat desa yang partisipatif, dan perekonomian desa yang menghidupi.

Perekonomian desa seringkali dinilai lambat dibanding ekonomi perkotaan. Penataan ekonomi perdesaan perlu segera dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya desa secara optimal dengan cara yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan secara berkelanjutan. Salah satu solusi penting yang mampu mendorong gerak ekonomi desa adalah membangun dan mengembangkan karakter kewirausahaan bagi masyarakat desa.

Dalam pembangunan dan pengembangan karakter kewirausahaan masyarakat desa, golongan kaum muda perlu mendapat perhatian khusus, selain dengan kondisi Zaman Now, pertimbangan yang lain adalah kaum muda senantiasa menjadi incaran sebagai segmen yang potensial.

Peran pemuda tidak dapat dikesampingkan, sebagai kelompok sosial yang aktif bergerak secara dinamis bersama masyarakat. Pada prakteknya di lapangan, pemuda dapat berperan diberbagai aspek seperti politik, ekonomi, sosial, maupun kebudayaan. Akan tetapi perubahan sosial ekonomi yang diakibatkan salah satunya dari dari ilmu pengetahuan dan teknologi, sedikit banyak telah merubah kehidupan pemuda zaman Now.

Tingginya lonjakan urbanisasi tentu saja disumbang dari banyaknya pemuda yang lebih senang untuk berkarir diperkotaan. Desa masih dianggap tidak memberikan lapangan kerja yang representatif sehingga mayoritas pemuda lebih senang untuk berkarir di luar desa. Padahal peran pemuda desa sangatlah strategis, kita mungkin mengenal Karang Taruna yang merupakan organisasi representasi pemuda di desa.

Selain itu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu lembaga ekonomi desa yang semestinya dihadirkan untuk dapat menggaet pemuda dengan cara memberikan ruang bagi pemuda untuk berkontribusi dalam mengembangkan jiwa-jiwa kewirausahaannya.

BUMDes dapat digunakan untuk mengelola potensi desa seperti pengembangan wisata desa, jasa pelayanan umum, peternakan, pertanian, dll. Dan hal itu perlu ide-ide brilian, dan tangan-tangan kreatif pemuda dalam mengembangkannya. Sehingga apabila karakter kewirausahaan pemuda sudah berkembang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian desa

Membangun karakter kewirausahaan pemuda, memang bukan pekerjaan yang mudah, selain kesadaran, peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam memberdayakan pemuda sangatlah penting, pemeritah desa harus menciptakan inovasi dan ruang yang besar guna mengembangkan perekonomian desa, salah satunya adalah mendukung kewirausahaan pemuda, baik itu dari segi pelatihan, permodalan, dan jaringan. Apalagi di era digital zaman now peluang-peluang ekonomi sangatlah besar.

 

Asep Jazuli
Pendamping Lokal Desa pada P3MD Kemendesa PDTT RI || PLD Kabupaten Sumedang || Blogger II Insan Desa Institute II - Maheutkeun Rasa Kaheman -
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.