OUR NETWORK

Menelaah Dampak Buruk Sinetron

Penontonlah yang menentukan apa yang layak mereka tonton atau tidak. Tombol remot televisi berfungsi untuk itu, maka pergunakanlah sebaik-baiknya.

Budaya menonton televisi telah melekat dalam kehidupan masyarakat kita. Tidak heran jika berbagai stasiun televisi berlomba-lomba untuk menarik sebanyak mungkin penonton. Berbagai program bermunculan, mulai dari siaran berita hingga drama kehidupan mewarnai kanal-kanal stasiun televise. Salah satu program yang akhir-akhir ini banyak disorot adalah sinetron.

Salah satu sinetron berjudul Anak Jalanan per 2 januari lalu diberhentikan tayangannya selama 2 hari oleh Komisi Penyiaran Indonesia karena memuat adegan kekerasan. Keputusan ini sejalan dengan rambu-rambu aturan yang telah ditentukan oleh KPI. Aturan tersebut memuat kriteria tontonan yang tidak layak tayang seperti mengandung adegan kekerasan, bullying dan SARA.

Dampak Sinetron

Sinetron adalah program drama bersambung diproduksi dan ditayangkan di stasiun-stasiun televisi Indonesia (Salam, 2016). Sinetron menjadi tontonan yang digemari banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Muatannya yang sarat akan kehidupan membuat sinetron mudah dinikmati dan dirasa berhubungan dengan kehidupan oleh para penontonnya.

Kebanyakan tema sinetron di Indonesia diwarnai konten tentang cinta antara laki-laki dan perempuan atau balas dendam yang melahirkan kekerasan (Diahloka, 2012). Menurut Azwar dkk. (2019) sinetron yang ditayangkan di Indonesia masih banyak yang menggunakan konten negatif lantas melupakan fungsi sebagai pemberi hiburan dan justru menimbulkan keresahan serta ketegangan sosial. Konten negatif lebih diminati karena menjadikan penonton merasa emosional sehingga hanyut dalam cerita yang ditayangkan.

Berbagai penelitian terhadap dampak sinetron telah menegaskan bahwa tontonan jenis ini memiliki segudang dampak buruk. Hendriwinaya (2015) menyebut sinetron dan infotainment dapat berdampak buruk ibu rumah tangga. Sinetron dan infotainment menjadi sumber gosip yang memunculkan sinisme di kalangan ibu rumah tangga.

Salam (2016) dalam penelitiannya mengenai pengaruh sinetron anak jalanan menyimpulkan bahwa remaja di samarinda meniru perilaku yang buruk dari adegan-adegan dalam program televisi tersebut seperti penampilan yang urakan, gaya bahasa yang tidak sopan dan tindakan agresif. Bahari dkk. (2017) juga menegaskan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tayangan anak jalanan dengan perilaku anak. Dalam artian bahwa, sinetron tersebut berpengaruh pada cara anak berperilaku.

Takariani (2013) secara spesifik menyebut terdapat pengaruh yang besar dari faktor intensitas menonton sinetron remaja di televisi swasta terhadap gaya hidup hedonis di Cimahi. Sedangkan daya tarik dan isi pesannya juga memiliki pengaruh namun tidak sebesar faktor yang pertama disebut. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui kacamata teori modelling Bandura.

Bandura menyebut telvisi sebagai salah satu sumber model bagi penontonnya (Hergenhan dan Olson, 2008). Penonton meniru apa yang mereka lihat dan pelajari dari satu adegan dalam program televisi. Sikap agresif dapat muncul setelah menonton adegan kekerasan atau perkelahian merupakan salah satu contohnya. Modelling ini tidak terbatas pada perilaku agresif dari adegan perkelahian, namun juga meliputi cara berpikir dan gaya hidup.

Sadar atau tidak, tontonan televisi yang secara berkala disiarkan termasuk sinetron telah membangun sebuah pola pikir yang mempengaruhi cara kita bersikap dan berperilaku. Satu kasus yang memprihatinkan terjadi tahun lalu dimana seorang ibu membakar mobil beserta suami dan anaknya. Pelaku ditangkap beberapa hari setelahnya. Fakta yang mengejutkan dari kasus ini adalah pelaku dalam tindak kejahatannya terinspirasi oleh tayangan sinetron.

Pengakuan pelaku ini menjadi tamparan keras bukan hanya bagi pihak pemroduksi sinetron melainkan juga bagi kita sebagai penonton. Dengan dampak buruk yang sudah jelas, penonton masih acuh tak acuh mengenai apa yang mereka tonton. Penonton menilai tontonan dengan lebih mengedepankan muatan emosi daripada pendidikan dan nilai luhur yang hendak disampaikan.

Apa yang harus penonton lakukan? 

Dengan berbagai dampak negatif yang telah dijelaskan di atas, kita perlu mengambil tindakan agar dampak tersebut dapat diminimimalisir. Salah satunya adalah dengan bijak menonton tayangan televisi. Memilah dan memilih tayangan harus dilakukan oleh setiap penonton.

Bagaimanapun, tayangan sinetron memiliki nilai positif dan negatif. Merupakan tugas kita sebagai penonton untuk secermat mungkin mengambil nilai yang positif dan menghindari nilai negatifnya.

Apalagi pertimbangan utama satu program dapat bertahan dan terus disiarkan adalah rating atau jumlah penonton. Semakin banyak penonton yang menikmati suguhan program tersebut maka pihak korporasi akan semakin yakin untuk memperpanjang jadwal tayangnya. Dengan memilih tayangan yang mendidik maka kita telah mendukung tayangan tersebut disiarkan sekaligus memberantas tayangan-tayangan yang kurang mendidik.

Orang tua terutama memiliki andil untuk membatasi tayangan apa yang pantas untuk ditonton oleh anaknya. Sikap membatasi ini bukan bermaksud untuk mengisolasi anak dari tayangan hiburan televisi melainkan tindakan pendidikan terhadap generasi mendatang sehingga mereka dapat menilai mana tontonan yang mendidik dan yang tidak.

Penonton juga perlu memahami bahwa tayangan sinetron tidak lain dan tidak bukan ditujukan sebagai program hiburan. Memahaminya sebagai realitas kehidupan merupakan satu penilaian yang kurang tepat apalagi menjadikannya landasan untuk bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, kendali atas tontonan yang dapat berpengaruh pada proses berpikir kita terletak pada tangan kita sendiri. Penontonlah yang menentukan apa yang layak mereka tonton atau tidak. Tombol remot televisi berfungsi untuk itu, maka pergunakanlah sebaik-baiknya.

Penulis adalah pelajar

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…