Rabu, Oktober 21, 2020

Mendamaikan Fundamentalisme Islam dan Sekulerisme

Korupsi Kepala Daerah: Mentalitas dan Modal Politik

“Korupsi” merupakan sebuah kata yang menjadi musuh bersama seluruh anak bangsa dan sangat menyakitkan apabila mendengar atau menyaksikannya. Masalah korupsi bahkan terus menjadi berita...

Kartini, Nyai Ahmad Dahlan, dan Ibu Sinta Nuriyah

Seorang Ibu dan seorang wanita adalah yang pertama kali memperkenalkan kita pada dunia, pertama kali mengajari tentang keragaman dan aneka warna-warni benda. Tanpa keuletan...

Romantisme Sepak Bola, Politik Ala Kroasia

Piala dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia baru saja usai. Prancis keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Kroasia di final dengan skor cukup telak,...

Idul Fitri: Menata Kembali Fitrah Manusia dalam Ukhuwah Kebangsaan

Tak terasa, kita sudah memasuki fase akhir daripada bulan ramdahan. Yakni fase yang acapkali disebut fase “itqun min an-nar”. Tentu saja, fase akhir ini...

Dinamika politik kontemporer, seolah menciptakan benturan antara Pancasila sebagai narasi kebangsaan, dan Islam sebagai narasi agama. Bagi mereka yang menggunakan Pancasila sebagai alat politik, dalil persatuan dan kesatuan kencang didengungkan.

Mereka menilai bahwa dalam berpolitik, dalil agama seharusnya tidak digunakan. Hal itu guna menciptakan kehidupan politik yang sehat dan menghargai keberagaman.

Banyak fenomena di era kekinian yang lahir dan berkembang dari perdebatan seputar ide sekulerisme dan fundamentalisme Islam. Diskursus sebenarnya sudah terjadi sejak awal kemerdekaan.

Manifestasi dari keduanya terletak pada ide untuk membentuk negara Islam atau negara sekuler. Lahirnya Pancasila merupakan bagian dari upaya untuk meredam itu. Reaktualisasi Pancasila kemudian diperlukan sebagai solusi untuk mendamaikan diskursus ini.

Sebagaimana menurut Yudi Latief, Pancasila sebagai common denominator yang mengkristalkan nilai-nilai universal keagamaan untuk mewujudkan misi profetik dalam kehidupan publik. Pancasila harus diartikan sebagai bentuk kehadiran negara yang netral yang mampu melindungi ekspresi dan komunitas keagamaan.

Pancasila menghendaki agama dan politik tidak harus dipisahkan sejauh negara bersifat netral dan mampu melindungi setiap ekspresi pemeluk agama. Artinya, selama negara netral sebenarnya diskursus politik agama ataupun sekuler adalah hal lumrah. Menjadi genting, ketika negara tidak bisa tampil dengan wajah netral.

Sebab permasalahan yang sebenarnya adalah cara pandang terhadap modernisasi. Ketika alam modern ini membutuhkan segala perangkat untuk suburnya kemajuan, maka setiap yang menghambat kemajuan harus disingkirkan.

Kebangkitan Islam sebagain narasi politik sebenarnya terlalu jauh jika dihubungkan dengan keinginan untuk mengganti dasar negara. Kebangkitan Islam juga bukan merupakan penolakan massal atas modernisasi. Tetapi kebangkitan kembali Islam sebenarnya adalah kebangkitannya sebagai ideologi politik.

Kenyataannya adalah, pertarungan antara orang-orang yang menganut ide sekuler dan ide fundamentalisme agama, sebenarnya tak perlu direspon secara reaktif. Politik Indonesia itu cair, hal ini barangkali disebabkan oleh keabsenan ideologi yang mutlak pada suatu organisasi politik. Selain itu, pertarungan narasi keduanya bermain dalam tataran diskursus, hanya berkontraksi menjelang tahun politik saja, kemudian mencair kembali.

Baik fundamentalisme agama maupun sekulerisme sebenarnya menghadapi persoalan dalam dirinya sendiri. Pertama, mampukah Islam berikut juga narasi tentang ajarannya mengakomodasi nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan, partisipasi kesejahteraan, keadilan, kemanusiaan, dan pluralisme, yang menjadi syarat dalam kehidupan demokrasi?. Kedua, apakah bisa politik sekulerisme mempertanggung jawabkan kondisi sosial dan politik, dengan mengabaikan sisi spiritualitas?

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.