Sabtu, Februari 27, 2021

Mencari Suksesor Presiden Joko Widodo Pasca 2024

Together We Remember and Act

Kesempatan semua kalangan bersatu dengan menyuarakan semangat No HIV/AIDS telah tiba. 1 Desember datang dan menggerakan para remaja bangsa menunjukkan kepedulian dan dukungan mereka...

Bela Negara dengan Rebahan

Penyakit Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 saat ini tengah menyerang Indonesia dengan ganas. Tak dapat dipungkiri, Indonesia saat ini tengah dalam kondisi bahaya....

UNBK: Antara Kejujuran, Gengsi, dan Digitalisasi Pendidikan

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017/2018 sudah mulai dilaksanakan. Untuk jenjang SMK telah terlaksana 2-5 April 2018. Sedangkan jenjang SMA/MA dilaksanakan 9-12...

Kerawanan Kecelakaan Lalu Lintas

Menurut World Healty Orgnization (WHO) yang dimuat di Global Report on Road Safety, menjelaskan sebanyak 1,25 juta orang menjadi korban dari kecelakaan lalu lintas...
Muhammad Adhif
Terus berkarya melalui apa yang kita bisa

Mungkin terlalu dini memperbincangkan siapa kelak suksesor Presiden Jokowi setelah tahun 2024, tetapi dinamika menarik terjadi  menjelang akhir tahun 2020 ini yakni di tandai dengan masuknya Nama Sandiaga Salahudin Uno sebagai menteri di kabinet Indonesia Maju setelah sebelumnya Prabowo Subianto lebih dahulu masuk sebagai anggota kabinet di awal pemerintahan presiden Jokowi.

Hal yang mungkin akan menjadi sejarah bagi negeri ini dimana rival politik kemudian masuk sebagai Menteri di Pemerintahan meskipun hal tersebut bukan merupakan preseden buruk tetapi masyarakat justru semakin penasaran dengan susunan kabinet yang ada yang seolah olah akan menjadi panggung bagi siapapun kelak suksesor Presiden Jokowi.

Dalam posisi saat ini siapapun memiliki peluang yang sama untuk mulai menunjukkan kinerja terbaik sebagai modal maju sebagai Calon Presiden di tahun 2024 karena calon presiden petahana sudah tidak bisa mencalonkan diri kembali karena sudah 2 periode. Tentu untuk saat ini tidak ada seorang pun bisa menebak siapa kelak suksesor Presiden Jokowi setelah 2024 tetapi tentu sebagai publik kita boleh membuat skenario meskipun kita bukan peramal lho ya, let’s check this out.

Mari kita bagi menjadi 4 bagian figur-figur yang memiliki peluang besar maju sebagai calon presiden di tahun 2024.

Pertama adalah figur Ketua Umum Partai Politik sebut saja Prabowo Subianto (Gerindra), Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Surya Paloh (Nasdem), Muhaimin Iskandar (PKB).Pertanyaan menarik muncul mengapa ketua Umum Partai politik?

Iya logikanya jika dalam pemilu baik serentak atau terpisah dengan Pemilihan Legislatif jamak terjadi dan sering menjadi patokan bahwa partai pemenang pemilu memiliki nilai tawar lebih di banding partai yang perolehan kursi legislatif dengan jumlah kecil contoh nyata ketika pada tahun 2009 Demokrat unggul di pemilu legislatif secara otomatis mereka mengajukan kader sendiri dalam hal ini Susilo Bambang Yudhoyono sedangkan partai politik dengan perolehan kursi legislatif dengan jumlah di bawah partai Demokrat bersifat ikut arus saja melengkapi puzzle yang sudah di susun partai Demokrat;

Faktor lain mengapa kursi ketua umum memiliki kans besar maju sebagai calon Presiden adalah Ketua Umum merupakan “decision maker” tertinggi di partai sehingga kader hanya bisa tegak lurus dengan keputusan Ketua Umum apalagi jika ketua umum tersebut memiliki tingkat elekbilitas tinggi biasanya atas desakan dan dukungan kader serta organisasi sayap partai setelah mengetahui hasil pemilu legislatif biasanya akan mendeklarasikan diri maju sebagai Calon Presiden ditambah partai politik koalisi dengan suara di bawah partai utama pengusung sang calon presiden.

Kedua, figur menteri yang saat ini membantu Presiden Joko Widodo sebut saja Erick Thohir, Sandiaga Uno,mengapa figur menteri juga berpeluang? Mungkin masih ingat dengan detik-detik munculnya Susilo Bambang Yudhoyono saat sebelum tahun 2004 adalah menteri di kabinet presiden sebelumnya dalam hal ini menjadi pembantu presiden bisa menjadi panggung untuk menunjukkan kinerja terbaik sebelum akhirnya maju sebagai calon Presiden;

Ketiga Barisan Para Gubernur sebut saja Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Ridwan Kamil,Ganjar Pranowo, Mengapa Gubernur di pulau Jawa mempunyai peluang besar maju sebagai calon presiden kelak? Karena dengan jumlah populasi pemilih yang besar tentu siapapun yang mampu membuat inovasi di provinsi yang dipimpinnya akan mendapat kredit poin berupa kepercayaan karena jawa adalah miniatur Indonesia dengan jumlah  besar serta kompleksitas masalah yang juga tinggi tentu menjadi nilai lebih dan menjadi nilai tawar tersendiri bagi partai politik pengusung meskipun biasanya juga disertai survey internal tentang tingkat elektabilitas sang calon Presiden;

Keempat,figur kuda hitam yaitu figur yang muncul secara spontan tetapi juga memiliki tingkat elektabilitas tinggi, figur ini biasanya muncul di akhir masa pendaftaran calon presiden setelah sebelumnya mempersiapkan kelengkapan dan segala hal terkait pencalonan bersama partai pengusung.

Berikut ini parameter yang menunjang tingkat Elektabilitas Calon Presiden di tahun 2024 menurut penulis yaitu sebagai berikut:

1. Kekuatan Logistik

Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Indonesia yang besar bukan menjadi rahasia umum bahwa kekuatan dana menjadi faktor penting baik dan pribadi sang calon maupun sumbangan pihak lain untuk menunjang proses kampanye dan tahapan pemilihan umum.

2. Basis Pendukung

Calon dengan basis pendukung  yang kuat dan loyal memiliki peluang besar menang karena budaya paternalistik masih sangat berpengaruh terhadap tingkat keterpilihan sang calon.

3. Usia

Mengingat akan banyaknya pemilih muda di pemilu 2024 faktor usia bisa menjadi daya tawar untuk meraup suara dari kalangan usia muda sebagai identitas keterwakilan sang calon untuk pemilih.

4.Kekuatan Media Digital

Siapapun kelak Calon Presiden dengan kemampuan tim Media Digital mumpuni akan bisa dipastikan memiliki peluang besar menang karena media digital saat ini memegang peranan vital sebagai garda depan arus informasi tentang visi dan misi calon presiden.

Muhammad Adhif
Terus berkarya melalui apa yang kita bisa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.