Jumat, Januari 22, 2021

Mencari Indonesia Di Alor

Melawan HIV/AIDS

Human Immunodeficiency virus/ acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) dan Narkoba merupakan persoalan besar yang dihadapi dunia. Setiap tahun jutaan orang di dunia, terutama generasi...

Gerakan Mahasasiswa Bukanlah Gerakan Premanisme

Sejarah mencatat bahwa keberlangsungan negara ini tak luput dari peran seorang pemuda. Baik sebelum kemerdekaan atau pun sesudahnya. Seperti penggulingan orde lama hingga orde...

Diplomasi Indonesia Pasca Siti Aisyah

Setelah melalui proses yang cukup panjang (2 tahun 23 hari), pemerintah Indonesia akhirnya berhasil membebaskan Siti Aisyah – tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam...

Mencegah Terulangnya Kejadian Brebes Exit pada Mudik 2017

Lebaran tahun ini diperkirakan akan jatuh pada tanggal 25 Juni 2017, lengkap dengan tradisi tahunan mudiknya. Secara keseluruhan belasan juta warga ibukota dan kota-kota...
Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia

Detik Jarum Jam semakin berpacu, Indonesia semakin bergejolak. Pejabat Pemerintahan, Aktivist LSM, hingga bocah PAUD kini ikut-ikutan teriak “Hidup 01 dan Hidup 02” menandakan kontestasi kini semakin mendekat.

Pemain lakon kini mulai keluar dari persembunyian dan berlari menuju gelanggang, menaiki podium dan mulai memainkan retorika – retorika dukung mendukungnya. Maka, tensi pertarunganpun berangsur memuncak.

Senjata-senjata dengan berbagai macam peluru mulai dikeluarkan dari ruang penyimpanannya. Beserta bala tentara yang tertebar dari sabang sampai merauke. Dahsyat gemuruh dentuman hingga tidak sedikit pemain mulai terpinggirkan. Indonesia tengah berada dalam sebuah kontestasi penuh hoaks dan lupa jati diri.

Melihat kondisi ini, dimana tidak sedikit keretakan mulai muncul, saya ingin mengajak saudar-saudari pembaca sekalin menatap ke ujung timur barisan kepulauan sunda kecil yang sekian lama terlihat seperti daerah yang terisolir yakni Kabupaten Alor NTT.

Seiring permainan isu Sara yang sekian lama berkembang mulai kasus Ahok hingga kasus yang memainkan Isu Agama, mereka tidak pernah terpengaruh ataupun tergoyahkan kondisi kerukunan antar ummat beragamanya. Bukan karna daerahnya yang tampak terisolir, mereka juga punya gadget dan bergaya hidup seperti masyarakat yang maju dalam sisi teknologi. Mereka juga selalu mengupdate informasi – informasi seputar Indonesia setiap hari.

Tentu ini akan menjadi pertanyaan terbesar bagi kita. Apa hal yang mampu membuat Masyarakat Alor tetap kondusif dan tidak mampu terpengaruh? Apakah mereka Apolitis? Ataukan mereka tidak beragama? Tentu saja tidak. Mereka orang – orang yang masih tinggi partisipasi politiknya serta masih beragama.

Lantas kenapa mereka tidak terprofokasi sama skali dengan Agitasi dan Propaganda manufer isu pooitik Nasional? Ternyata, mereka masih memegang teguh amanah leluhurnya dan masih memegang teguh rasa cinta tanah airnya terutama yang tertera pada cengkraman Garuda yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya Berbeda – beda tapi tetap satu.

Alor Merupakan Kabupaten yang didalamnya terdiri dari berbagai suku dan memiliki 15 rumpun bahasa daerah dari setiap ethnis yang ada disana. Namun semua suku dan bahasa ini distukan dengan bahasa Indonesia. Dengan bersatunya berbagai bahasa dalam kabupaten ini hingga menjadi satu bahasa yakni Bahasa Indonesia, Mereka sangat bersyukur menjadi Warga Negara Indonesia meskipun secara perhatian dari sisi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakatnya masih tidak terlalu diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Apakah karena letak Alor ini berada di perbatasan Laut Indonesia – Timor Leste sehingga Rasa Cinta Tanah Airnya begitu besar terhadap bangsa ini? Ataukah mereka adalah Indonesia yang Hilang? Wallahu a’lam.

Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.