Kamis, Januari 28, 2021

Menata Ulang Cara Kita Memaknai Masalah

Hari Bumi Tak Membumi?

Belum lama ini diperingati Hari Bumi Internasional, tahun ini dunia memperingati Hari Bumi yang ke-48 sejak ditetapkannya peringatan hari bumi internasional atau International Mother...

Seks: Kenapa Anak SD yang Harus Jadi Korban?

Saya tak tahu harus berbuat apa. Di depan saya seorang bocah berusia 10 tahun tertunduk sedih dan juga malu. Butuh pendekatan berhari-hari sampai akhirnya...

Desain Konstitusional DPD dalam Putusan MK

Masih hangat di telinga kita tentang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang kembali mengalami perubahan mendasar setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus permohonan pengujian undang-undang (judicial...

Dilema Masa Depan Pemberantasan Korupsi

Beberapa hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menjadi sorotan publik. Ada optimisme, ada pula pesimisme menyelimuti berbagai wacana mengenai masa depan lembaga anti...
Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.

Jika anda berkunjung ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Anda akan mendapati desain-desain unik di instalasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)-nya. Desain ini mengingatkan saya pada stasiun-stasiun Tunnelbana kereta api cepat di Stockholm, Swedia.

Setiap stasiun Tunnelbana memiliki ciri khas sentuhan seni tersendiri. Pengunjung Bandara Schiphol Amsterdam kini dapat menikmati karya-karya seniman abad ke-17 melalui Rijksmuseum, museum pertama di dunia yang membuka cabang di bandara pada tahun 2002.

Menurut Thomas Wedell-Wedellsborg seperti diulas di Harvard Business Review, ada alternatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Ia mencontohkan masalah lift yang lambat. Bayangkan anda seorang pemilik gedung kantor, para penyewa Anda mengeluh tentang liftnya yang lambat, membuat mereka harus sering menunggu.

Sebagian besar orang pada umumnya akan memberikan solusi untuk mengganti lift, memasang mesin yang lebih kuat dan sebagainya. Saran-saran seperti ini berpijak dari asumsi tentang masalah yang ada, dalam hal ini, liftnya lambat.

Namun, ketika masalah ini disampaikan pada manajer bangunan, mereka menawarkan solusi yang lebih elegan. Taruh cermin di dekat lift. Tindakan sederhana ini ternyata dapat secara efektif mengurangi keluhan, karena orang-orang cenderung melupakan waktu ketika diberikan sesuatu yang sangat menarik untuk dilihat, dalam hal ini, diri mereka sendiri.

Mereka yang merancang terminal, stasiun, bandara tersebut barangkali menyadari bahwa dalam perjalanan, hal yang paling menyebalkan namun terkadang tidak terhindarkan adalah menunggu. Maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan menghias tempat-tempat tersebut.

Solusi cermin ini menarik karena membuka cara berfikir kita bahwa ia bukanlah solusi tunggal untuk masalah yang dinyatakan sebelumnya. Solusi ini jelas tidak membuat lift menjadi lebih cepat. Namun, ia menawarkan persepsi yang berbeda akan masalah yang ada.

Pemahaman umum mengenai identifikasi masalah tidak selalu sepenuhnya salah. Solusi pemasangan lift baru mungkin dapat menyelesaikan masalahnya. Namun kita bisa beralih dari “mencari akar masalah”, ke “melihat apakah ada masalah yang lebih perlu diselesaikan”. Secara alami, masalah biasanya memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Kasus lift tersebut misalnya dapat dilihat sebagai masalah permintaan, yakni terlalu banyak orang yang memerlukan lift di saat yang sama, salah satu solusinya barang kali dengan menyebarkan kebutuhan tersebut, misalnya dengan menyebarkan jam istirahat karyawan.

Menata ulang cara kita memahami suatu masalah tentu memerlukan latihan dan pembiasaan. Belajar sepanjang hayat, banyak membaca untuk mendapatkan banyak masukan, banyak berdiskusi untuk melatih mengorganisasi pikiran, banyak memahami serta banyak menulis.

Kedalaman pemikiran dan luasnya wawasan kita akan sangat bergantung pada buku yang dibaca, aktivitas yang dilakukan, serta komunitas yang diikuti.

Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.