Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

Menata Ulang Cara Kita Memaknai Masalah

Meikarta dan Wajah Pembangunan Kota yang Tidak Adil

Akhir-akhir ini warga Jabodetabek dihebohkan dengan pembangunan ‘kota’ Meikarta. Kota yang berada di Timur Jakarta tersebut merupakan proyek ambisius dari Lippo Grup untuk meraup...

Solidaritas Ekologis

Dalam kontestasi politik, perdebatan yang dihadirkan kelompok masyarakat pada akar rumput terkonsentrasi mengenai pilihan politik dengan debat yang tidak berkesudahan. Sementara di saat yang bersamaan,...

Bernatal yang Berempati

Hari-hari ini semarak perayaan Natal mulai terdengar. Di berbagai kota, acara perayaan Natal menyemarak. Hingar bingarnya dapat kita rasakan dari postingan yang dibagikan oleh...

RUU SDA Apakah Menjadi Rapot Merah?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meminta pertanyaan tentang tidak dilibatkannya Kementerian Perindustrian dalam pembahasan Rancangan Undang–Undang Sumber Daya Air (RUU...
Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.

Jika anda berkunjung ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Anda akan mendapati desain-desain unik di instalasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan)-nya. Desain ini mengingatkan saya pada stasiun-stasiun Tunnelbana kereta api cepat di Stockholm, Swedia.

Setiap stasiun Tunnelbana memiliki ciri khas sentuhan seni tersendiri. Pengunjung Bandara Schiphol Amsterdam kini dapat menikmati karya-karya seniman abad ke-17 melalui Rijksmuseum, museum pertama di dunia yang membuka cabang di bandara pada tahun 2002.

Menurut Thomas Wedell-Wedellsborg seperti diulas di Harvard Business Review, ada alternatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Ia mencontohkan masalah lift yang lambat. Bayangkan anda seorang pemilik gedung kantor, para penyewa Anda mengeluh tentang liftnya yang lambat, membuat mereka harus sering menunggu.

Sebagian besar orang pada umumnya akan memberikan solusi untuk mengganti lift, memasang mesin yang lebih kuat dan sebagainya. Saran-saran seperti ini berpijak dari asumsi tentang masalah yang ada, dalam hal ini, liftnya lambat.

Namun, ketika masalah ini disampaikan pada manajer bangunan, mereka menawarkan solusi yang lebih elegan. Taruh cermin di dekat lift. Tindakan sederhana ini ternyata dapat secara efektif mengurangi keluhan, karena orang-orang cenderung melupakan waktu ketika diberikan sesuatu yang sangat menarik untuk dilihat, dalam hal ini, diri mereka sendiri.

Mereka yang merancang terminal, stasiun, bandara tersebut barangkali menyadari bahwa dalam perjalanan, hal yang paling menyebalkan namun terkadang tidak terhindarkan adalah menunggu. Maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan menghias tempat-tempat tersebut.

Solusi cermin ini menarik karena membuka cara berfikir kita bahwa ia bukanlah solusi tunggal untuk masalah yang dinyatakan sebelumnya. Solusi ini jelas tidak membuat lift menjadi lebih cepat. Namun, ia menawarkan persepsi yang berbeda akan masalah yang ada.

Pemahaman umum mengenai identifikasi masalah tidak selalu sepenuhnya salah. Solusi pemasangan lift baru mungkin dapat menyelesaikan masalahnya. Namun kita bisa beralih dari “mencari akar masalah”, ke “melihat apakah ada masalah yang lebih perlu diselesaikan”. Secara alami, masalah biasanya memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Kasus lift tersebut misalnya dapat dilihat sebagai masalah permintaan, yakni terlalu banyak orang yang memerlukan lift di saat yang sama, salah satu solusinya barang kali dengan menyebarkan kebutuhan tersebut, misalnya dengan menyebarkan jam istirahat karyawan.

Menata ulang cara kita memahami suatu masalah tentu memerlukan latihan dan pembiasaan. Belajar sepanjang hayat, banyak membaca untuk mendapatkan banyak masukan, banyak berdiskusi untuk melatih mengorganisasi pikiran, banyak memahami serta banyak menulis.

Kedalaman pemikiran dan luasnya wawasan kita akan sangat bergantung pada buku yang dibaca, aktivitas yang dilakukan, serta komunitas yang diikuti.

Fajar Ramadhitya Putera
Farmasis dan penulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.