Senin, Januari 18, 2021

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

Dan Messi Gagal Lagi

Masih teringat jelas malam itu tanggal 13 Juli 2014 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil semua mata tertuju kepada sosok kecil yang terdiam...

Konsisten Netral, Muhammadiyah Menciptakan Politik Perdamaian

Para Nabi dan Rasul diutus oleh Allah secara historis membawa paham monoteisme (Tauhid) sebagai ajaran ketuhanan lalu pembebasan sebagai ajaran sosial untuk melepaskan penindasan-penindasan...

Nadia Murad, Sosok yang Tidak Diam atas Kekerasan Seksual

"I want to be the last girl in the world with a story like mine.” – Nadia Murad Basee Taha Beranjak usia dua puluh tahun,...

Menyematkan Kembali Sebutan Negara Agraris

Indonesia impor beras lagi. Padahal negara yang subur makmur ini, dulu pernah memproklamirkan dirinya sebagai negara agraris atau negara pertanian. Sebutan itu tidak lain...
Shabirin Arga
Shabirin Arga Master Ilmu Komunikasi Politik. Penulis dan pengamat sosial dan politik, peneliti di lembaga Progressive Democracy Watch.

 

Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki pengaruh tertentu untuk menyuarakan sebuah kepentingan.

Jika mengamati di media sosial perannya jelas sekali, menepis kritik-kritik yang berseberangan dengan pemerintah. Bahkan sering sekali memberikan komentar yang menyerang pribadi atau fisik seseorang, tidak argumentatif dalam menyangkal kritikan para kritisi, menepis tapi tidak logis atau jauh diluar kata nalar.

Publik selalu memcurigai bahwa para buzzer adalah titipan dan peliharaan dari pemerintah atau istana, meskipun itu belum bisa dibuktikan. Hanya pemerintah sendirilah yang mampu menertibkan dan mendeteksi keberadaannya, karena pemerintah memiliki instrumen yang memadai untuk melacaknya.

Namun tindakan tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah atau penegak aparat hukum, sehingga membenarkan apa yang menjadi asumsi dan kecurigaan publik. Stigma yang ada adalah seolah-olah buzzer bagian dari senjata penguasa.

Fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa sudah tersemat konotasi negatif terhadap buzzer, baik yang sukarelawan ataupun yang komersil, ini merupakan akibat dari banyaknya keterlibatan buzzer dalam hal-hal politik.

Seharusnya keberadaan buzzer harus mampu dikelola dengan baik, menjadi buzzer yang efektif dan produktif. Terlepas para buzzer tersebut milik penguasa atau bukan. Yang jelas buzzer bisa difungsikan sebagai marketing politik untuk mensosialisasikan prestasi penguasa, untuk mematahkan  argumentasi para pengkritik yang tidak suka dengan kebijakan pemerintah, bukan malah menyerang para kritisi dengan cara destruktif.

Jika kritik dan argumentasi dari kalangan akademisi, rakyat, dan tokoh ditanggapi dengan cara menyerang, kemudian serangan yang tidak relevan sama sekali dengan subtansi objek yang dikritisi, bukankah hanya menghadirkan kegaduhan dan perang mencaci maki.

Hanya dengan releasi dan bukti yang dapat mematahkan argumentasi dan teori dari kalangan yang tidak menyukai pemerintahan Presiden Jokowi, jangan biarkan asumsi publik menjadi fakta bahwa pemerintahan saat ini tanpa prestasi.

Saatnya para buzzer bekerja mengkampayekan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Jokowi, seharusnya para menteri harus memiliki satuan prestasi dan terobosan baru dalam satuan waktu, sehingga menjadi jelas dan terukur kinerja yang dilakukan selama menjadi menteri.

Shabirin Arga
Shabirin Arga Master Ilmu Komunikasi Politik. Penulis dan pengamat sosial dan politik, peneliti di lembaga Progressive Democracy Watch.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.