Senin, Januari 18, 2021

Menanti Putusan MK Sengketa Pilpres 2019

Merawat Eksistensi Becak Motor Medan

Siapa yang tidak tahu mengenai becak motor (betor) di kota medan? Bahkan kawan-kawan saya di beberapa daerah di Pulau Jawa sempat menanyakan perihal keunikan...

Obrolan Warung, #KitaAgni, dan Pendidikan Seks di Indonesia

Salah satu bentuk interaksi yang cukup merekatkan relasi pertemanan saya dengan orang-orang di perkuliahan tentu saja adalah ‘obrolan warung’, yang dinamai demikian karena obrolan-obrolan...

Representasi Islam dalam Film Series Netflix ‘Elite’

Film series Netflix “Elite” menceritakan tentang kehidupan remaja dengan konflik-konflik yang beragam seputar pergaulan bebas, etnis, dan agama. Film series ini terdiri dari tiga...

Membincang kembali Islam Nusantara dan Tawaran Islam Masa Kini

Istilah Islam Nusantara yang sering digaungkan memiliki daya tarik tersendiri. Islam Nusantara adalah upaya memperkenalkan Islam yang menghargai tradisi dan budaya lokal. Menghargai tradisi...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Jelang putusan pilres yang rencana akan disidangkan Jumat 28 Juni 2019. Setelah melalui sidang lima kali dengan pembacaan dalil pemohon, pemeriksaan saksi pemohon, termohon dan pihak terkait. Sidang yang melelahkan dari pagi sampai ke subuh dihari berikutnya.

Dipersidangan terungkap dan terbukti jika netralitas kepala daerah-kepala daerah mendukung petahana. Salah satunya Gubernur yaitu Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Presiden Jokowi juga tidak dalam masa cuti, di hari kerja juga melakukan kegiatan yang dalam upaya memenangkan dirinya. Semua itu dapat membuktikan terstruktur, sistematif dan masif. Tetapi dapatkah meyakinkan hakim-hakim Mahkamah Konstitusi?

Saksi maupun ahli dari pemohon memang dapat memberikan kesaksian dan menjelaskan dengan baik. Semua setuju jika memang ada ketidaknetralan para kepala daerah-kepala daerah. Alat bukti yang diajukan pemohon juga sangat meyakinkan bahwa telah terjadi kecurangan-kecurangan. Tetapi sekali lagi, hakim-hakim Mahkamah Konstitusi yang akan menilainya.

Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi semoga dapat berbuat adil. Adil sesuai konsep dan berdasarkan Al Qur’an Surah An-Nisa 135, “ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.

Jika dia (penggugat atau tergugat) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”

Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi yang akan memutus perkara dengan jujur dan hati nuraninya. Allah memiliki nama Al-Hakim yang berarti Maha Bijaksana. Semoga hakim-hakim Mahkamah Konstitusi mendapatkan rahmat dan anugrah sifat adil dan bijaksana. Hakim merupakan wakil Allah di bumi ini. Serahkan semua kepada hakim dan do’akan mereka dapat berlaku adil.

Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan satu golongan hakim masuk surga. Jika hakim mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum maka akan masuk surga. Jika hakim mengetahui yang haq tapi tidak mengadili dengan hukum dan bertindak zalim dalam memutuskan maka hakim itu masuk neraka. Dan hakim yang bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya maka neraka juga baginya.

Betapa berat tanggung jawab hakim, maka janganlah mempermainkan hukum dan janganlah hakim dapat dibeli. Walaupun sudah terbukti ada kecurangan. Terbukti adanya upaya terstruktur, sistematif dan masif. Penulis memprediksi Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi akan memutuskan menolak seluruhnya permohonan pemohon. Dan Jokowi-Ma’ruf tetap akan dilantik 20 Oktober 2019.

Jika Jokowi-Ma’ruf dilantik maka penulis berpesan, buang jauh-jauh Luhut Binsar Panjaitan dari jabatan apapun. Nah apakah berani Jokowi membuangnya? Jadikan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan agar tidak terjadi “bocor-bocor” seperti yang digaung-gaungkan selama ini. Akhirnya mari rekonsiliasi antara “cebong” dan “kampret”.  Mari kita bangun Indonesia secara bersama-sama. Indonesia yang sesuai dengan Pembukaan UUD 1945.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Berita sebelumnyaKeluarga sebagai Sekolah
Berita berikutnyaBudaya Bersaing dan Zonasi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.