Kamis, Oktober 22, 2020

Menanti Putusan MK Sengketa Pilpres 2019

Lemah Dalil Perppu Ormas

Legislation can neither be wise nor just which seeks the welfare of a single interest at the expense and to the injury of many...

Belajar Toleransi dari Leluhur Bali

Penulis pernah mendapatkan kabar dari seorang guru bahwa di Bali terdapat ziarah wali yang dapat dikunjungi oleh—meminjam istilah allâh yarḥam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)—para...

Homogenisasi Budaya dan Siasat Hibriditas

Jebakan liberalisasi dalam politik kebudayaan merupakan ancaman nyata bagi pengembangan kebudayaan. Meskipun telah lahir Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, nampaknya posisi...

Umrah “Plus-Plus”, Plus Silaturahmi Politik

Umrah merupakan ibadah sunnah bagi umat muslim. Baru-baru ini, netizen dihebohkan oleh beberapa elit bangsa, elit parpol sebut saja ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto,...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Jelang putusan pilres yang rencana akan disidangkan Jumat 28 Juni 2019. Setelah melalui sidang lima kali dengan pembacaan dalil pemohon, pemeriksaan saksi pemohon, termohon dan pihak terkait. Sidang yang melelahkan dari pagi sampai ke subuh dihari berikutnya.

Dipersidangan terungkap dan terbukti jika netralitas kepala daerah-kepala daerah mendukung petahana. Salah satunya Gubernur yaitu Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Presiden Jokowi juga tidak dalam masa cuti, di hari kerja juga melakukan kegiatan yang dalam upaya memenangkan dirinya. Semua itu dapat membuktikan terstruktur, sistematif dan masif. Tetapi dapatkah meyakinkan hakim-hakim Mahkamah Konstitusi?

Saksi maupun ahli dari pemohon memang dapat memberikan kesaksian dan menjelaskan dengan baik. Semua setuju jika memang ada ketidaknetralan para kepala daerah-kepala daerah. Alat bukti yang diajukan pemohon juga sangat meyakinkan bahwa telah terjadi kecurangan-kecurangan. Tetapi sekali lagi, hakim-hakim Mahkamah Konstitusi yang akan menilainya.

Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi semoga dapat berbuat adil. Adil sesuai konsep dan berdasarkan Al Qur’an Surah An-Nisa 135, “ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.

Jika dia (penggugat atau tergugat) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”

Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi yang akan memutus perkara dengan jujur dan hati nuraninya. Allah memiliki nama Al-Hakim yang berarti Maha Bijaksana. Semoga hakim-hakim Mahkamah Konstitusi mendapatkan rahmat dan anugrah sifat adil dan bijaksana. Hakim merupakan wakil Allah di bumi ini. Serahkan semua kepada hakim dan do’akan mereka dapat berlaku adil.

Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan satu golongan hakim masuk surga. Jika hakim mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum maka akan masuk surga. Jika hakim mengetahui yang haq tapi tidak mengadili dengan hukum dan bertindak zalim dalam memutuskan maka hakim itu masuk neraka. Dan hakim yang bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya maka neraka juga baginya.

Betapa berat tanggung jawab hakim, maka janganlah mempermainkan hukum dan janganlah hakim dapat dibeli. Walaupun sudah terbukti ada kecurangan. Terbukti adanya upaya terstruktur, sistematif dan masif. Penulis memprediksi Hakim-hakim Mahkamah Konstitusi akan memutuskan menolak seluruhnya permohonan pemohon. Dan Jokowi-Ma’ruf tetap akan dilantik 20 Oktober 2019.

Jika Jokowi-Ma’ruf dilantik maka penulis berpesan, buang jauh-jauh Luhut Binsar Panjaitan dari jabatan apapun. Nah apakah berani Jokowi membuangnya? Jadikan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan agar tidak terjadi “bocor-bocor” seperti yang digaung-gaungkan selama ini. Akhirnya mari rekonsiliasi antara “cebong” dan “kampret”.  Mari kita bangun Indonesia secara bersama-sama. Indonesia yang sesuai dengan Pembukaan UUD 1945.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Berita sebelumnyaKeluarga sebagai Sekolah
Berita berikutnyaBudaya Bersaing dan Zonasi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Vaksin Demi Kesehatan Rakyat

Pemerintah berjuang penuh demi kesehatan rakyat. Keseriusan untuk menemukan vaksin Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat. Karena vaksin merupakan solusi yang menjadi harapan rakyat...

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Habis)

Covid-19 Sebagai Fakta Kehidupan  Terlepas dari apakah Covid-19 adalah akibat dari ulah manusia, dan karena itu sebagai bagian dari kehendak bebas manusia, penderitaan kita hari ini pada...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.