Sabtu, Januari 16, 2021

Menanti Arah Baru Kebijakan Presiden Terpilih

Quo Vadis Gerakan Mahasiswa Indonesia?

Gerakan mahasiswa Indonesia, dalam situasi kritis karena pengebirian demokrasi sekarang ini, semestinya segera merumuskan gagasan seraya mengambil inisiatif perubahan. Namun tanpa mengecilkan peran gerakan...

Hendak Kemana Muhammadiyah?

Prof. Mitsuo Nakamura seorang antropolog, pengamat luar yang paling serius meneliti pergerakan Muhammadiyah, mengatakan bahwa masalah yang akan dihadapi organisasi Muhammadiyah setelah 100 tahun sangat besar dan mendalam. Untuk mengatasinya, diperlukan...

Pablo Escobar dan Kapitalisme dalam Serial Netflix

Narcos adalah sebuah serial Netflix, yang berkisah tentang dunia hitam kartel-kartel narkotika di Kolombia, Mexico, dan kebijakan War on Drugs, Pemerintah Amerika Serikat, tahun...

Kalau Bukan Mereka, Jadi Siapa?

Kabar bohong ataupun kabar yang tidak disertai dengan data yang valid, tentu akan menimbulkan kontroversi bahkan kehebohan. Dari kubu capres-cawapres nomor urut 2, telah...
Fathul Yasin
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi dan Ketua Rayon PMII Fisipol Universitas Jambi

Hiruk pikuk pemilihan umum  tahun 2019 telah  usai dengan meninggalkan berbagai jejak  problema yang menjangkiti negri ini. Mulai dari permasalahan agama, hoax, isu perselisihan para pendukung hingga isu-isu kecurangan terkait pemilihan umum yang diselenggarakan.

Akhirnya segala bentuk permasalahan itu usai setelah putusan MK memenangkan pihak jokowi ma’ruf amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih setelah gugatan dari pihak tim prabowo tidak terbukti.

Dengan berakhirnya putusan MK ini diharapkan masyarakat indonesia untuk bisa kembali menjaga erat persatuan dan kesatuan mereka agar bisa menatap masa depan lagi untuk pembangunan indonesia yang lebih cerah lagi.

Mengingat masih banyaknya problem yang perlu dibenahi di negara ini, sebab perang dagang dunia akhir-akhir ini memasuki zona-zona panasnya antara kutub china dan amerika. Dengan tanpa kesiapan kita yang cukup banyak maka akan sulit bagi kita untuk bisa menahan gejolak perang tersebut.

Gejolak perang dagang dunia ini juga berdampak pada negeri indonesia tercinta, sehingga di perelukan arah baru dalam setiap kebijakan yang di jalankan oleh presiden terpilih. Oleh sebab itu  kepada pihak pemenang dan wakil rakyat  yang terpilih jangan terlalu terbuai dengan  kemenangan terpilih. Tugas  inilah merupakan tanggung jawab besar yang sudah harus dipersiapkan dalam waktu terdekat oleh segala pihak.

Pada tulisan ini penulis akan memaparkan tiga komponen pokok yang harus dipersiapkan kebijakannya oleh presiden terpilih. Dimana tiga komponen ini merupakan problem yang masih perlu untuk dipenuhi dalam setiap kebijakan yang diterapkan.

Kebijakan ekonomi merupakan problem  pertama yang sudah harus di persiapkan oleh presiden jokowi sebagai presiden terpilih, mengingat saat ini indonesia dalam sektor pertaanian khususnya masyarakat kecil masih begitu sulit dalam mendapatkan perekonomian yang baik bagi mereka.

Sudah sewajarnya perekonomian masyarakat petani sudah harus diutamakan, mengingat masyarakat petani yang begitu banyak memberikan sumbangsih pengeksporan bahan-bahan mentah seperti kopi, sawit, rempah-rempah dan lain sebagainya.

Isu impor barang pokok seperti beras, garam, kedelai dari negara luar juga merupakan pukulan telak bagi para petani yang ada di negeri. Sehingga pembenahan ekonomi di sektor pertanian merupakan problem yang harus segera dikejar oleh pemimpin baru.

Banyaknya masyarakat yang juga begitu mengeluh dalam anjloknya beberapa komoditi perkebunan juga hal yang segera di tuntaskan sebab merekalah yang memberikan sumbangsih yang begitu banyak bagi negara tetapi cenderung sering dilupakan.

Kebijakan sektor sumberdaya manusia sebagai permasalahan kedua yang sudah seharusnya di benahi. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan bahwa ada tiga isu utama dalam masalah Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkaitan dengan tenaga kerja. Pertama adalah kualitas, kedua kuantitas dan ketiga adalah persebaran.

Problem pembinaan  kualitas sumberdaya manusia indonesia saat inilah yang harus digenjot sebab pendidikan saat ini kurang bisa menekan pengangguran kerja, dimana masyarakat  masihlah  berorientasi pada pencarian kerja di pemerintahan sebagai ASN atau jadi pegawai di perusahaan sehingga kurang yang memiliki ide superior untuk membentuk perusahaan baru atau menciptakan lapangan keerja.

Banyak  masyarakat desa yang  telah jadi sarjana tidak kembali mengembangkan desa tetapi memilih menetap dikota sehingga ketertinggalan di desa masih belum terhilangkan, sehingga banyak masyarakat yang telah memiliki kualitas  bagus tidak mengembangkan dan membagikannya ke masyarakat yang berada di pedasaan yang masih tertinggal. Sehingga tidak mengherankan banyak SDM di negara kita yang tidak memiliki kualitas dan kauntitasnya begitu sedikit.

Kebijkaan pembangunan  infrastruktur merupakan masalah  terakhir yang wajib untuk di atasi dan dikembangkan. Priode sebelumnya presiden memang membangun begitu banyak infrastruktur akan tetapi kebanyakan hanyalah infarstruktur statis. Infrastruktur statis merupakan pembangunan dibidang pelabuhan, jalan, tol, bandara dan sebagainya yang dijadikan penunjang infrastruktur dinamis. Infrastruktur dinamis meruapakan infrastruktur dibidang industri seperti pabrik-pabrik, industri pangan, industri pertanian dan sebagainya.

Oleh sebab itu pembangunan yang seimbang di bidang infrastruktur dinamis juga harus dijalankan di negeri ini, karena kebanyakan negeri kita banyak membuat infrastruktur besar hanyalah untuk keuntungan ekonomi negara-negara industri.

Sebab kita membeli hasil industri dari mereka karena negeri kita kekurangan industri – industri yang mampu memenuhi hal tersebut. Sehingga pembangunan infrastruktur sudah seharusnya untuk segera diatasi dan dikembangkan sebagai lahirnya produk unggulan negeri.

Dengan pengetasan tiga masalah pokok tersebut diharapkan dapat memberikan perbaikan bagi negara ini, sehingga dengan melaksanakan perbaikan tersebut memberikan dampak kemajuan pada bangsa ini untuk meningkatkaan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sehingga apa yang di cita citakan bangsa indonesia dapat terlaksanakan dengan baik demi kesinambungan baangsa dan kepentingan hal layak umum. Maka sepak terjang kebijakan yang dijalankan pemerintahan baru harus mampu meberikan perubahan yang lebih baik dari yang sudah berlalu.

Akhirnya yang menjadi harapan penulis adalah pemerintahan yang baru dapat memberikan kebijakan yang baik dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat banyak sehingga dapat menciptakan kesejahteraan yang layak bagi mereka. Sebab pondasi dan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat, baik secara positif maupun negatif.

Fathul Yasin
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi dan Ketua Rayon PMII Fisipol Universitas Jambi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.