Minggu, Oktober 25, 2020

Menakar Koperasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Menilik Konsepsi Kematian dalam Era Teknologi

Kematian menjadi tahapan penting dalam siklus kehidupan manusia. Fenomena dan ritus terhadapnya banyak kita lihat dalam berbagai kehidupan sosial budaya masyarakat di dunia. Membahas...

Lembaga Survei Capres-Cawapres di Mata Pedagang Mie Rebus

Angka-angka elektabilitas hasil kesimpulan sementara yang dirilis sejumlah lembaga survei, seringkali dimaknai berbeda oleh elit politik pengusung capres-cawapres. Padahal, hasil survei bukanlah satu-satunya alat...

Butuh Berapa Banyak Lagi Korban Kekerasan Seksual di Indonesia? Katakan!

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2002, bulan Juli. Seorang gadis cilik berpakaian putih-merahnya pulang dari sekolah, senang karena besok tidak perlu bangun pagi alias...

Mencurigai Negara dalam Kemerdekaan

Sebelum adanya negara, semua individu memiliki kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Olehnya, terjadi berbagai konsekuensi yang menunjukan bentuk-bentuk yang destruktif. Derajat yang ekstrim, oleh Thomas...

Secara bahasa, kata Koperasi berasal dari bahasa inggris yaitu “Cooperation” yang artinya usaha bersama. Secara Umum, Koperasi adalah kumpulan individu atau badan usaha yang menjalankan kegiatan usaha dengan asas kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.

Sedangkan Secara Resmi, Definisi Koperasi menurut Undang Undang No. 25 tahun 1992, Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum, koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Pengertian  koperasi yang disampaikan  oleh  Perserikatan  Pekerja  Sedunia (ILO International Labour Organization) dikutip sebagai berikut :“Cooperative is an association of person usually of limited means, who have voluntarily joint together to achieve a common economic and through the formation of democratically controlled business organization, making equitable business organization to the capital required and accepting a fair share of the risk and benefits of the under taking“ (Sukamdiyo)

Pengertian tersebut menjelaskan bahwa koperasi merupakan sebuah asosiasi yang terdiri dari orang-orang yang bergabung dengan sukarela untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dan dijalankan dengan cara demokratis dan adil dengan menerapkan sistem pembagian resiko dan keuntungan yang ada.

Melihat potensi jumlah manusia yang di Indonesia, dimana memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat  dunia membuat negeri memiliki keunggalan yang begitu luar biasa. Pemuka republik ini pun telah melihat itu sejak awal pendirian negeri ini, dimana mereka telah menggagas adanya koperasi, koperasi merupakan soko guru ekonomi Indonesia yang telah di impikan untuk menjadi salah satu kekuatan Ekonomi.

Koperasi merupakan media yang digunakan dalam membangun ekonomi kerakyatan yang harus dipelajari lebih dalam, karena solusi kesejahteraan dan keadilan ada dalam kegiatan koperasi. Dalam prosesnya koperasi berkembang pesat hanya kita belum tahu bagaimana koperasi dapat membangun kesejahteraan masyarakat.

Sampai saat ini belum ada dokumen resmi yang menjelaskan kapan gerakan koperasi berawal. Namun, sejak pertengahan abad ke-19, koperasi teridentifikasi keberadaannya pada sejumlah organisasi skala kecil yang didirikan di Eropa Barat, Amerika  Utara,  dan  Jepang.

Organisasi  koperasi  ini  ditandai  dengan  adanya hubungan antar individu dengan solidaritas dan kerja sama serta kekuasaan ekonomi yang terbagi merata.

Prototipe koperasi modern yang diakui secara internasional adalah koperasi yang didirikan di bagian utara Inggris tepatnya di kota Rochdale. Pada tahun 1844. 28 orang penenun yang bekerja di pemintalan kapas mendirikan badan usaha dengan asas koperasi yang dinamakan The Rochdale Equitable Pioneers Society.

Kondisi yang dihadapi oleh mereka adalah buruknya lingkungan kerja dan rendahnya upah yang diperoleh. Dampaknya, mereka tidak mampu untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok.

Untuk mengatasinya, mereka menyatukan harta benda mereka dan mengelola modal yang diperoleh secara bersama-sama untuk melakukan pembelian barang-barang kebutuhan pokok dengan harga rendah yang dapat dijual kembali.

Pada  awalnya  mereka  hanya  mampu  membeli  4  jenis  barang,  yaitu  :  mentega, tepung, sereal, dan gula. The Pioneers memutuskan bahwa toko yang mereka buka harus memperlakukan konsumen dengan kejujuran dan keterbukaan.

Konsumen dapat menerima pembagian dari keuntungan berdasarkan partisipasi mereka dan mereka juga  memiliki  hak  demokratis  untuk  berpendapat  dalam  bisnis  yang  dijalankan. Setiap pelanggan toko menjadi anggota dan memiliki andil di dalam bisnis. Toko ini berkembang dengan pesat dalam waktu singkat.

Prinsip-prinsip yang diterapkan dalam menjalankan bisnis mereka masih dapat diterima saat ini dan diakui sebagai fondasi dari kinerja setiap koperasi. Prinsip ini telah mengalami bebarapa revisi dan penambahan, akan tetapi esensi dari prinsip tersebut tetap sama dengan yang telah diterapkan di 1844 (www.ica.coop).

Alex  Dasuki  menyatakan  bahwa  manajemen  koperasi  adalah  ilmu sehubungan dengan cara memadukan, mengkombinasikan, dan mengoperasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, unit-unit usaha, dan modal secara efisien dengan memilih unit usaha yang efektif untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan.

Berdasarkan   pemahaman   tersebut   dapat   dikatakan   bahwa   manajemen koperasi merupakan tata cara mengenai bagaimana mengatur koperasi secara professional  agar  dapat  mencapai  tujuannya. Enam faktor produksi  yang  dimanfaatkan  dalam  pelaksanaan  manajemen  koperasi  yaitu : tanah, modal, manusia, teknologi, informasi, komunikasi, dan waktu.

Pelaksanaan manajemen koperasi tradisional masih bersifat tidak dinamis dan memiliki sejumlah kelemahan. menyatakan sejumlah ciri yang menonjol dari manajemen koperasi tradisional yaitu usahanya relatif kecil dan sederhana, pengelolaan yang kurang baik, kemampuan yang kurang dalam mendukung kepentingan anggota, kurang mampu memantau lingkungannya, dan belum menerapkan prinsip manajemen professional.

Menurut  pendapat  Sukamdiyo ditinjau  dari  segi manajemen, penanganan koperasi secara tradisional dapat menghambat perkembangan koperasi. Hal ini dikarenakan semakin tajamnya persaingan dalam dunia  usaha,  teknologi  yang  semakin  canggih,  serta  informasi  yang  semakin kompleks telah mewarnai dunia bisnis.

Oleh karena itu perlu adanya pengembangan dari manajemen tradisional yang dijalankan oleh koperasi agar lebih professional. Penerapan manajemen kualitas perlu dilakukan dalam perkoperasian.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : peningkatan partisipasi anggota, informasi pasar, peningkatan strategi pemasaran, peningkatan produktivitas dengan penggunaan faktor produksi secara efektif, komunikasi dengan alat modern, aliran informasi yang lancar, dan penggunaan teknologi yang tepat.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

Lelaki Dilarang Pakai Skin Care, Kata Siapa?

Kamu tahu penyakit lelaki: mau menunjukkan kegagahan! (Ayu Utami, Maya) Sering kali, drama dari negeri ginseng menampilkan para aktor maskulin dengan wajah glowing (bersinar) yang menggunakan skin care (perawatan kulit...

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

Disrupsi Perbankan Perspektif Ekonomi Islam

Disrupsi berasal dari bahasa inggris disruption yang memiliki arti sebagai: gangguan, kekacauan atau permasalahan yang kemudian mengganggu aktivitas, peristiwa ataupun proses. Sedangkan inovasi disruptif yaitu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Mengapa Pancasila Membolehkan Paham Ateisme?

Dalam pasal 156a KUHP disebutkan bahwa “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.