Senin, April 12, 2021

Membawa Ketakwaan Puasa Ramadhan di Luar Bulan Ramadhan

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

Isu Komunis Berhembus di Tengah Perjuangan Warga

Isu komunisme sering digunakan berbagai persoalan, baik itu politik praktis maupun konflik agraria hingga perburuhan. Isu tersebut bagai hantu yang menakut-nakuti mayoritas masyarakat. Terkadang...

Dilema Kaum Muda “Peragai atau Kibuli”

Menatap bangsa dengan ketenangan jiwa, mencoba melepaskan diri dari amukan hasrat serta birahi politik yang bergelegar. Maka sampailah seorang putra bangsa pada sebuah perenungan. Dilema...

Harga Sebuah Tenun Kebangsaan

Oxford Dictionary pada tahun 2016 menjadikan kata ‘post-truth’ sebagai ‘The word of the Year’. Post Truth menjadi term baru yang sangat populer di dalam jagat...
Hamli Syaifullah
Dosen dan Penulis Buku

Baru saja umat Islam melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Di mana, tingkat ketakwaan seseorang ketika beribadah puasa cukup tinggi. Berbagai macam ibadah dilaksanakan, seperti bersedekah, membaca al-quran, sholat tahajjud, dan lain sebagainya.
Hanya saja, selepas pelaksanaan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, terkadang kita membiarkan diri kita masing-masing kembali kepada habitat sebelumnya. Dalam artian, kita tak mau membawa ketakwaan puasa di Bulan Ramadhan untuk diterapkan di luar Bulan Ramadhan.

Padahal, esensi dari puasa di bulan Ramadhan ialah, sebagai media latihan bagi umat manusia, agar manusia mau membawa ketakwaan puasa tersebut untuk diterapkan di luar Bulan Ramadhan.

Untuk membawa ketakwaan Puasa Ramadhan di luar Bulan Ramadhan, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Sehingga setiap kedatangan Bulan Suci Ramadhan, akan mampu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

Memahami Esensi Ramadhan
Salah satu esensi dari datangnya Bulan Suci Ramadhan ialah, Ramadhan bulan pendidikan bagi umat Muslim di dunia. Harapannya, selepas mengikuti pendidikan, seluruh peserta didik yang terdiri dari orang-orang bertakwa yang menjalankan puasa, mampu membawa nilai-nilai kebaikan selama mengikuti proses pendidikan di luar Bulan Suci Ramadhan.

Misalnya, ketika di Bulan Suci Ramadhan kita benar-benar mau menjaga lisan kita dari berdusta, berbohong, menggunjing dan lain sebagainya, maka di luar Bulan Suci Ramadhan harusnya juga bisa dilakukan.

Contoh lain, ketika di Bulan Suci Ramadhan kita rajin bersedekah, maka selepas puasa kebiasaan rajin bersedekah harus tetap dijalankan. Malahan, kita harus meningkatkannya.
Jika kita mampu memahami esensi dari kedatangan Bulan Suci Ramadhan, maka tentunya kita akan berusaha sekuat tenaga, untuk membawa ketakwaan yang telah kita perbuat di Bulan Suci Ramadhan untuk diterapkan di luar Bulan Suci Ramadhan.

Menjaga Nilai-Nilai Ramadhan
Setelah kita memahami bahwa esensi Bulan Suci Ramadhan ialah sebagai bulan pendidikan, maka selepas Bulan Suci Ramadhan tentunya kita akan berusaha menjaga nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadhan di sepanjang hidup kita.

Dalam artian, kita harus mampu memaksakan diri untuk tetap menjaga kontinuitas ibadah kita di luar bulan Ramadhan. Kemudian, setiap ibadah yang dikerjakan berusaha diaktualisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari di sepanjang hidup kita di luar Bulan Suci Ramadhan.

Sebagai contoh, semasa Bulan Suci Ramadhan kita telah menjalankan ibadah puasa dari pagi sore hari. Hal yang dirasakan ketika berpuasa lapar dan dahaga. Maka selepas bulan puasa kita harus lebih memiliki sifat dermawan terhadap orang-orang yang tak mampu (fakir dan miskin).

Karena, orang fakir dan miskin akan identik dengan lapar dan dahaga. Sedangkan kita selama berpuasa sudah merasakan bagaimana perihnya lapar dan dahaga. Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk mau mengeluarkan sebagian harta kita membantu mereka yang lapar dan dahaga.

Penutup
Demikianlah dua hal yang dapat kita lakukan, untuk membawa ketakwaan puasa di Bulan Suci Ramadhan agar diterapkan di luar Bulan Suci Ramadhan. Sehingga, keberadaan puasa setiap tahunnya, mampu berdampak signifikan terhadap peningkatan ketakwaan umat Islam kepada Allah Swt.

Hamli Syaifullah
Dosen dan Penulis Buku
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.