Minggu, Maret 7, 2021

Membangun Negeri di Tengah Pandemi

COVID-19, Angsa Abu-Abu, dan Paradigma Pembangunan

Kemunculan pandemi Covid-19, oleh sebagian kalangan disebut sebagai fenomena Angsa Hitam. Spesies ini dipopulerkan kembali oleh Nassim Nicholas Taleb (2007), untuk memahami berbagai peristiwa...

Hybrid Yes, Pribumi No!

Istilah pribumi dan non-pribumi yang pernah heboh beberapa minggu silam telah memancing masyarakat untuk mendiskusikannya. Konotasinya bisa bermakna positif maupun negatif. Meski sesungguhnya dikotomi...

Bagaimana Cara Mencegah Prasangka?

Prasangka atau Prejudice merupakan sikap dimana seseorang menilai orang lain (atau sesuatu) yang lain dengan kurang baik tanpa mengenal mereka terlebih dahulu. Prasangka sering terjadi...

Satu Kota, Seribu Doa

Do’a selalu menjadi bagian paling intim dari beragama. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, do’a menjadi ritual wajib sebelum memulai aktifitas. Di Manado, ritual “do’a Bersama”...
Rina Wibowo
S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Airlangga

Dalam rentang periode semester pertama Tahun 2020 ini, seluruh headline surat kabar maupun media sosial dipenuhi dengan berita tentang wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada Desember 2019. Virus ini menjadi pandemi dengan jumlah kasus terkonfirmasi terinfeksi di seluruh dunia mencapai 20,6 juta orang dan lebih dari 749 ribu kematian. Di Indonesia, kurang lebih 133.000 orang terkonfirmasi positif terinfeksi, bahkan diprediksi angka ini akan terus meningkat.

Sebagian besar aktivitas masyarakat dunia nyaris terhenti, sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Dampak serangan wabah Covid-19 ini sangat terasa. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan wabah ini adalah ujian terbesar dan krisis global yang paling menantang sejak Perang Dunia II.

Skala krisis ini tentunya berdampak secara masif ke seluruh sektor. Saat ini sektor pariwisata terganggu, sosio-ekonomi global menjadi lesu, okupansi hotel terus turun dalam beberapa bulan terakhir, tertundanya berbagai event besar dan pembatasan mobilisasi yang mengakibatkan terganggunya pasokan kebutuhan pokok.

Sektor konstruksi di Indonesia pun turut terdampak pandemi. Pekerjaan konstruksi adalah sektor padat karya dimana tingginya intensitas interaksi pekerja di lapangan dinilai rentan terpapar virus. Namun demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi.

Upaya pencegahan telah dilaksanakan Kementerian PUPR dengan mengeluarkan Instruksi Menteri No.02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang disahkan pada 27 Maret 2020. Hal ini bertujuan untuk melindungi tenaga kerja dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.

Dikutip dari jawapos, Ketua Bagian Hubungan Internasional Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) yang juga Direktur PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, Partha Sarathi menjelaskan bahwa Adhi Karya telah menerapkan protokol Kesehatan dengan istilah: The New Normal di Lingkungan Kerja. Menyesuaikan mess atau tempat tinggal bagi pekerja proyek di lapangan, kantin kantor, dan juga pengecekan berkala selama tiga bulan. Selain itu membuat skenario revenue comparation dalam menghadapi situasi pandemi supaya bisnis dan keuangan tidak mengalami drop-off.

Masa pandemi ini belum bisa dipastikan berakhir sampai kapan. Hal ini akan terus berdampak terhadap ketersediaan rantai pasok. Sejumlah bahan baku impor akan sulit didapatkan, adanya variabel eskalasi harga dan bahan baku yang melambung tinggi karena pelemahan nilai tukar rupiah. Proses pendistribusian pasokan bahan baku akan terhambat akibat adanya pembatasan mobilisasi. Kesulitan pasokan bahan baku akan mengancam produksi material yang berujung pada penurunan kapasitas produksi. Maka tak heran disrupsi bahan baku akibat pandemi terhadap rantai pasok konstruksi akan terjadi.

Menghadapi hal ini, kita perlu memikirkan manajemen risiko keamanan rantai pasok selama pandemi. Tahapan awal adalah melakukan identifikasi dan persiapan pada proses operasional untuk meminimalisasi dampak Covid-19, selanjutnya memastikan ketersediaan dukungan keberlangsungan proses bisnis atau layanan yang berkaitan dengan ketersediaan dukungan dari pemasok.

Kita harus melakukan penilaian terhadap rantai pemasok terkait proses bisnis, kemungkinan dampak atau gangguan akibat keterlambatan pengiriman pasokan atau logistik, dan keterlambatan proses manufaktur akibat pandemi global ini. Di samping itu, komunikasi dengan pihak penyedia atau pemasok harus tetap dilakukan dengan baik, mengidentifikasi potensi penyedia atau pemasok lain yang dapat mendukung proses operasional ketika terjadi gangguan.

Pada situasi genting di tengah pandemi global seperti ini, kolaborasi semua pihak dalam pemenuhan rantai pasok sangat diperlukan, tidak hanya menyangkut pelaku utama, melainkan peran pendukung juga diperlukan. Perubahan atau tindakan yang diambil oleh salah satu anggota rantai pasok akan berdampak pada anggota rantai pasok yang lain.

Persoalan di masa pandemi ini memang rumit, membutuhkan kesabaran yang panjang, semangat yang melekat dan stamina yang kuat. Di sisi lain membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mengatasinya, menguras APBN bahkan menghentikan sektor-sektor produksi.

Oleh karena itu, apapun yang terjadi saat pandemi ini adalah titik balik kita untuk berkontemplasi sejenak, bersabar dalam menghadapi wabah Covid-19, sembari berikhtiar dengan menjalankan imbauan pemerintah dan intelektual yang terkait di bidangnya. Semangat dan tetap optimis bahwa seluruh sektor bisa melewati krisis global ini, khususnya sektor konstruksi. Stay safe and keep healthy!

Rina Wibowo
S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Airlangga
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.